Simak Tanda Smartphone Kena Hack dan Cara Menghindarinya
Smartphone yang sedang kena hack | Foto: JalanTikus

Kini, hampir seluruh orang telah menggunakan smartphone. Gawai ini berfungsi untuk berkomunikasi dan memudahkan aktivitas sehari-hari. Terutama saat pandemi, banyak pihak yang mengandalkan smartphone untuk bekerja atau belajar. Sayangnya, kasus mengenai smartphone yang kena hack banyak beredar dan sebagian orang mengalaminya.

Zaman yang semakin maju juga berimbas kepada perkembangan teknologi yang semakin canggih. Namun, seperti dua buah sisi koin, perkembangan teknologi juga menjadikan seseorang harus lebih waspada menjaga data pribadi mereka. 

Tak selamanya internet atau dunia maya selalu aman untuk kamu kunjungi. Kamu harus tetap awas terhadap celah-celah yang berbahaya. Jika terlalu lengah, bisa jadi smartphone kamu akan menjadi korban selanjutnya untuk hacker beraksi.

Tanda Smartphone Kena Hack

pop-up ads merupakan salah satu tanda smartphone diretas | Foto: Xiaomi Community
Pop-up ads merupakan salah satu tanda smartphone kena hack | Foto: Xiaomi Community

Kalau kamu mulai sering melihat iklan pop-up yang tidak biasa atau mencurigakan, kemungkinan smartphone milikmu sedang terinfeksi adware. Ketika melihat iklan pop-up, pastikan jangan pernah mengkliknya.

Baca juga: 5 Tips Menjaga Laptop Agar Tetap Awet

Selain itu, menerima komunikasi baik telepon atau pesan dari nomor yang tidak kamu kenal bisa jadi menunjukan kamu telah menjadi korban dari pelanggaran data. Jangan menjawab panggilan atau membalas pesan dari nomor yang tidak kamu kenal, kecuali kalau kamu memang ingin memverifikasinya.

Untuk berjaga-jaga, kamu juga bisa memeriksa log panggilan untuk melihat aktivitas yang tidak biasa. Jika menemukan nomor yang tidak kamu kenali, kamu mungkin mempertimbangkan untuk memblokir kontak dan melaporkannya sebagai spam.

Kamu pasti pernah merasa bahwa penggunaan data melonjak tinggi. Padahal, kamu jarang melakukan melakukan aktivitas online. Bisa jadi, ada aplikasi berbahaya yang sedang berjalan di background sehingga menyebabkan penggunaan data kian tinggi. Sering-seringlah untuk memperhatikan aplikasi mana yang mencurigakan dan hapus saja supaya lebih aman.

Nah, selain karena umur smartphone yang semakin tua, masalah pada baterai juga bisa menjadi penanda smartphone kamu sedang kena hack. Aplikasi yang berjalan di background bisa mengambil alih sumber daya smartphone dan menguras baterai lebih cepat.

Memang sudah umum smartphone bisa menjadi panas saat pengguna sedang melakukan aktivitas yang cukup berat, seperti streaming atau bermain game. Akan tetapi, apabila smartphone sering overheat, ada baiknya untuk mulai waspada dan mencari tahu penyebabnya.

Baca juga: Tak Hanya Email, Aktivitas Internet Lain Bisa Picu Emisi Karbon

Selanjutnya, jika performa smartphone mulai menurun seperti tiba-tiba mengalami hang, bisa jadi terdapat malware atau aplikasi yang berjalan di background yang menguras daya smartphone.

Kemudian, smartphone yang kena hack atau terinfeksi malware biasanya mengarahkan kamu ke situs yang terlihat mencurigakan. Tanda lainnya bisa terlihat dengan tagihan tidak terduga dari aplikasi yang tidak kamu gunakan.

Terakhir, jika terdapat aplikasi yang mencurigakan dan tidak kamu kenali ter-install di smartphone, kamu patut waspada untuk menyelidiki apakah aplikasi tersebut berbahaya.

Tips Menjaga Smartphone Agar Tidak Kena Hack

menggunakan VPN bisa menjadi salah satu cara menghindari smartphone diretas | Foto: tech.co/Jagoteknologi
Menggunakan VPN bisa menjadi salah satu cara menghindari smartphone kena hack | Foto: tech.co/Jagoteknologi

Merangkum penjelasan oleh techlicious, terdapat beragam cara bagaimana hacker bisa meretas smartphone kita. Hacker bisa meretas melalui pesan phishing (pengelabuan). Berhati-hatilah dengan pesan yang ada pranala mencurigakan.

Jangan asal klik pranala yang berasal dari nomor yang tidak kamu kenali. Usahakan menghindari pemasangan aplikasi tidak resmi untuk mencegah terjadinya peretasan. Kamu juga perlu berhati-hati terhadap kata sandi atau PIN yang ada.

Selanjutnya, menyusun kata sandi yang kuat pada akun-akun tertentu juga sangat bermanfaat. Jangan lupa untuk melakukan pergantian secara berkala setiap 6 bulan sekali. Jangan lupa untuk memasang two-factor authentication dan menyalakan notifikasi pemberitahuan jika ada login pada akun kamu di perangkat baru.

Baca juga: Cari Tahu Perginya Data yang Sudah Kita Hapus

Tips lainnya, kamu bisa sedikit berbohong atau mengarang saat mengatur password security questions untuk menghindari peretasan. Informasi-informasi yang ada pada security questions biasanya sudah mulai mudah beredar di internet.

Berhati-hati dengan jaringan publik seperti open Wi-Fi networks atau bluetooth ketika di tempat umum juga patut kamu waspadai. Pastikan menyalakan bluetooth hanya saat kamu gunakan dan jangan pasangkan pada perangkat yang tidak kamu kenali di publik. 

Selain itu, hindari memasukan detail login untuk situs bank atau email. Jangan pernah memasukkan informasi pribadi, kecuali kamu berada pada koneksi yang aman (terdapat https di URL dan ikon kunci hijau di address bar).

Itu dia beberapa tanda jika smartphone-mu sedang kena hack dan cara menghindarinya. Jangan lupa untuk lebih bijak lagi dalam membagikan informasi pribadi di ranah publik agar smartphone dan data kamu tetap aman.

Referensi: Avast Academy | Techlicious | The Guardian