Teknik Productivity Rule untuk Hilangkan Kebiasaan Menunda
Ilustrasi bekerja | Foto: Christine Hume/Unsplash

Satu masalah yang sering menjadi hambatan saat ingin beraktivitas adalah rasa malas untuk memulai. Meskipun terbilang manusiawi, hal semacam ini berpotensi membentuk kebiasaan buruk menunda apabila tidak kamu kelola.

Pekerjaan yang semestinya bisa selesai lebih cepat malah jadi molor akibat terus tertunda. Tugas yang awalnya cuma satu, kini pun menjadi bertumpuk sehingga membuat diri menjadi kewalahan.

Berkaca dari hal tersebut, kali ini GoodSide sudah merangkum beberapa teknik productivity rule yang bisa kamu aplikasikan demi menghilangkan kebiasaan menunda dan menjadi lebih produktif.

1. 5 Second Rule

Ilustrasi waktu 5 detik | Foto: Pierre Bamin/Unsplash

Mel Robbins adalah orang pertama yang mencetuskan metode ini dalam bukunya dengan judul yang sama, yakni The 5 Second Rule. Seperti namanya, aturan 5 detik ‘memaksa’ kamu untuk langsung beranjak dan bergerak melakukan suatu pekerjaan dalam hitungan "5.. 4.. 3.. 2.. dan 1”.

Implementasi 5 second rule sendiri terbilang sederhana. Apabila sudah mempunyai niat atau insting untuk mengerjakan sesuatu, kamu mesti langsung mengambil tindakan dalam 5 detik tanpa perlu berpikir panjang lagi.

Baca juga: Simak Cara Atur Waktu Belajar Selama Bulan Ramadan

Kalau tidak, otak akan secara otomatis mengesampingkan atau bahkan melupakan keinginan tersebut sama sekali. Inilah yang kerap kali membuat kita menjadi malas dan terbiasa menunda-nunda (procrastination).

Metode semacam ini ampuh dalam rangka membiasakan tubuh untuk beraksi sesegera mungkin. Dampak positifnya, pikiran bisa fokus kepada tujuan dan komitmen yang ingin kamu capai, bersamaan dengan mengalihkan kekhawatiran atau alasan penghambat lainnya.

2. 2 Minute Rule

Ilustrasi waktu 2 minute | Foto: Marcelo Leal/Unsplash

Banyak aktivitas sehari-hari yang bisa kamu lakukan hanya dalam kurun waktu 2 menit. Misalnya membuang sampah, mencuci piring sehabis makan, membalas email, dan sebagainya.

Itulah 2 minute rule yang populer lewat buku Getting Things Done karya seorang konsultan produktivitas asal Amerika David Allen. Ia menyatakan, "If it takes less than two minutes, then do it now”. Artinya, jika ada pekerjaan yang dapat selesai kurang dari dua menit, maka lakukan sekarang.

Meskipun begitu, tidak sedikit pula kegiatan yang memerlukan waktu lebih dari 2 menit. Kamu masih bisa menerapkan metode ini dengan memecahnya menjadi hal yang lebih sederhana.

Baca juga: Jalin Networking Melalui Buka Puasa Bersama

Mau rajin membaca buku? Mulailah dengan membaca satu halaman. Satu buku memang mustahil tamat dalam 2 menit, alias perlu berjam-jam bahkan hitungan hari. Namun, cara sederhana seperti ini tentu terasa lebih mudah, bukan?

Aturan 2 menit ini akan melatih diri untuk terbiasa melaksanakan sesuatu sampai menjadi kebiasaan. Selanjutnya, kamu pun akan lebih mudah terpancing untuk menjadi produktif. Poin utamanya adalah membiasakan diri terhadap kegiatan sederhana yang sejalan dengan tujuan.

3. 5 Minute Rule

Ilustrasi waktu 5 menit | Foto: Towfiqu Bhaiyu/Unsplash

Jika sebelumnya kamu mulai coba mengerjakan sesuatu dalam hitungan detik atau dua menit, kali ini waktunya sedikit bertambah menjadi 5 menit. Mengatur fokus selama 5 menit terlebih dahulu mampu mensugesti otak sehingga pikiran jadi dapat termotivasi untuk segera menyelesaikan tugas.

Selanjutnya, tidak terasa otak akan larut dan tenggelam dalam pekerjaan tersebut sehingga muncul perasaan “tanggung” kalau berhenti begitu saja. Waktu pun seolah berlalu cepat dari 5 menit, 10 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, dan seterusnya hingga akhirnya tugasmu selesai.

Baca juga: Strategi Ampuh untuk Asal Skill Public Speaking Kamu

Semua tentu berawal dari kata memulai. Ajaklah diri untuk beranjak dan mengerjakan tugas dalam waktu 5 menit terlebih dahulu. Kalau merasa bosan atau lelah, coba istirahat sebentar kemudian lanjut lagi 5 menit dan seterusnya.

Itulah beberapa teknik productivity rule untuk mengatasi kebiasaan menunda sekaligus membuatmu semakin produktif. Kamu bebas menerapkan metode mana yang cocok dan penting bagi dirimu agar tidak lagi menunda deadline.

Referensi: Indonesiana | Glints