Teknologi Batik, Jurusan Langka yang Ada di Indonesia
ilustrasi sedang membuat batik. | Sumber: Camille Bismonte/Unsplash

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah terkenal hingga ke kancah internasional. Dikutip dari kompas.com, Batik Indonesia bahkan telah diakui oleh UNESCO sejak 11 yang lalu, tepatnya pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda.

Indonesia patut berbangga dengan apresiasi itu. Namun, apresiasi ini juga menjadi tantangan selanjutnya, sebab warga negara Indonesia perlu menjaga dan melestarikan kesenian batik Indonesia.

Nah, salah satunya melalui jurusan perkuliahan satu ini yang terletak di Universitas Pekalongan, Jawa Tengah. Jurusan ini dapat dibilang langka dan unik. Keberadaannya hanya ada satu di dunia dan sejauh ini hanya ada di Pekalongan saja. Wah, jurusan apa, sih?

Mengenal Teknologi Batik, jurusan langka di Indonesia

Universitas Pekalongan menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Teknologi Batik. | Sumber: Tambah Pinter
Universitas Pekalongan menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Teknologi Batik. | Sumber: Tambah Pinter

Selain Solo, Pekalongan juga dikenal sebagai Kota Batik. Kota yang terletak di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Tengah ini memang terkenal dengan kesenian batiknya. Berdasarkan penjelasan oleh Indonesia Kaya, Batik Pekalongan juga termasuk batik pesisiran.

Meski memiliki kemiripan dengan batik Solo maupun Yogyakarta, Batik Pekalongan memiliki keunikan di antara batik-batik lainnya. Seperti penggunaan warnanya dalam sehelai kain batik yang dapat menggunakan delapan warna hingga menjadikan hasilnya terlihat lebih indah dan menarik.

Berangkat dari program pemerintah dalam pengukuhan Batik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO tahun 2009 silam, Universitas Pekalongan mendapatkan perintah untuk membuka program studi Teknologi Batik. Dilansir dari situs resminya, akhirnya pada tahun 2012 Fakultas Batik didirikan dan memiliki satu program studi yakni Program Diploma III Teknologi Batik untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Program studi ini mengutip Beritagar.id, akan mempelajari seputar sejarah dan filsafat batik serta teknik pembatikan. Mulai dari mendalami filosofi batik hingga menjadi produk kain batik, proses serta kisah dan nilai inilah yang akan menjadi faktor penentu harga kain batik.

Prospek kerja yang dimiliki lulusan Teknologi Batik cukup luas. Mahasiswa lulusan jurusan ini dapat berkecimpung di industri batik dan tekstil, juga dapat membuat batik secara mandiri dan menghasilkan motif batik yang lebih baik lagi. Mengutip situs resmi Teknologi Batik Universitas Pekalongan, fakultas ini juga memiliki berbagai fasilitas yang menunjang pembelajaran para mahasiswanya.

Di antaranya terdapat workshop batik, studi gallery batik, laboratorium kimia batik, laboratorium riset pewarnaan alam, laboratorium pengolahan limbah batik, studio desain batik, lahan tanaman pewarna alam hingga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Tidak hanya menambah wawasan lebih dalam mengenai batik, melalui jurusan ini tentu mahasiswa akan dilatih untuk memiliki keterampilan yang berkualitas dan profesional. Bagi kamu yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan sedang menentukan jurusan perkuliahan, mungkin program studi satu ini dapat menjadi pertimbangan.

Referensi: Indonesia Kaya | Kompas | Beritagar.id | Teknologi Batik Universitas Pekalongan