Terancam Punah, 5 Komunitas Ini Lestarikan Permainan Tradisional Indonesia
salah satu permainan tradisional lompat tali | Sumber: Good News From Indonesia

Goodmates, apa permainan tradisional favoritmu? Sebelum ada kehadiran games online, bagi kamu yang merupakan generasi awal 2000-an atau generasi 90-an ke bawah mungkin masih sempat memiliki memori masa kecil saat memainkan permainan-permainan tradisional. Mulai dari bermain lompat tali, gobak sodor, permainan benteng-bentengan, ular naga, congklak, petak umpet, dan masih banyak lagi.

Tak dapat dipungkiri, kehadiran games online kini membuat permainan tradisional semakin jarang dimainkan. Saat ini cukup sulit untuk menemukan anak-anak yang sedang memainkan permainan tradisional, terutama di daerah perkotaan.

Meski mungkin games online memiliki kelebihan tersendiri yang menarik, memainkan permainan tradisional dapat memberikan pengalamanan dan sensasi yang berbeda. Di tengah ambang kepunahannya, terdapat komunitas-komunitas yang peduli melestarikan kehadiran permainan tradisional.

Turut lestarikan permainan tradisional Indonesia

ilustrasi permainan tradisional. | Sumber: indonesia.go.id/IDN Times
ilustrasi permainan tradisional. | Sumber: indonesia.go.id/IDN Times

Berawal dari kecintaan terhadap permainan tradisional Indonesia serta kepedulian akan pentingnya “bermain bersama” untuk anak-anak, sekelompok anak muda membentuk Komunitas Temen Main pada 20 September 2015.

Sesuai dengan visi dan misi yang ingin diwujudkan dikutip dari situs resminya, Komunitas Temen Main ingin mengajak masyarakat Indonesia terutama anak-anak dan para pendidik untuk mencintai budaya & negeri Indonesia melalui permainan tradisional. Selain itu, juga menanamkan nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dilansir dari Suara.com, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini di antaranya Bermain Bersama yang merupakan sebuah bentuk kegiatan kerja sama, antara Komunitas Temen Main dengan berbagai sekolah atau perusahaan juga komunitas lain. Tujuannya untuk mengenalkan dan memainkan kembali berbagai permainan tradisional.

Setahun setelahnya, tepatnya pada 13 Desember 2016, terbentuk Kampoeng Dolanan yang memiliki visi dan misi untuk menjadi pusat kajian dan mengedukasi masyarakat tentang permainan tradisional dengan filosofinya. Kampoeng Dolanan merupakan sebuah komunitas pelestari permainan tradisional yang menyasar pada bidang pendidikan, sosial, kebudayaan, kesenian, pemberdayaan masyarakat dan sociopreneur.

Beberapa kegiatan yang mereka miliki seperti roadshow pengenalan permainan tradisional ke pelosok kampung, tempat atau fasilitas umum, sekolah, serta kerjasama dengan berbagai event juga komunitas. Terdapat kegiatan lokakarya permainan tradisional yang mengajak anak-anak menghias yoyo, membuat kincir angin, dan lainnya. Serta masih banyak sekali kegiatan-kegiatan lainnya.

Sejak mulai mencari relawan di tahun 2017, antusiasme pendaftar terus meningkat setiap tahunnya. Jika Goodmates tertarik ikut berkontribusi, kamu dapat menghubungi kontak yang tertera di situs resmi mereka kampoengdolanan.or.id

Komunitas lainnya yang sama-sama berasal dari Jawa Timur adalah Komunitas Banana Provider. Komunitas yang digerakkan oleh sekelompok anak muda asal Malang, Jawa Timur ini memiliki misi untuk mengenalkan kembali permainan tradisional.

Dikutip dari Berita Baik ID, kata ‘banana’ merupakan singkatan dari bermain bersama anak, sementara ‘provider’ berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘penyedia jasa’. Komunitas ini memiliki fokus pada kegiatan anak dan memberikan informasi terkait parenting terhadap para orang tua.

Kegiatan yang mereka miliki di antaranya adalah stand permainan tradisional saat acara car free day, acara seminar untuk berbagi ilmu mengenai parenting, dan kerja sama bersama komunitas lainnya.

Nah, komunitas yang satu ini dapat dibilang masih berumur cukup muda dibanding komunitas-komunitas sebelumnya. Komunitas Dolajet yang berasal dari Demak ini baru berdiri pada akhir tahun 2021 lalu.

Kata dolajet merupakan singkatan dari ‘dolanan lali gadget’. Komunitas yang terinspirasi dari KLG (Kampung Lali Gadget) Sidoarjo, Jawa Timur ini memiliki keinginan untuk mempertahankan permainan tradisional agar anak tidak kecanduan bermain gadget.

Komunitas selanjutnya berasal dari Kalimantan Selatan. Berbeda dengan komunitas yang telah disebutkan sebelumnya, komunitas Balogo Balangan memiliki fokus melestarikan salah satu jenis permainan tradisional Suku Banjar yakni Balogo. Permainan yang menggunakan logo ini dapat kamu saksikan saat berkunjung ke Kabupaten Balangan.

Itu dia beberapa komunitas yang memiliki tujuan mulia untuk melestarikan permainan tradisional Indonesia. Jadi, sudah tahu belum ingin bergabung dengan komunitas yang mana?

Referensi: Bisnis.com | Suara.com | Temen Main | Instagram Komunitas Temen Main | Kampoeng Dolanan | Pop Mama | Berita Baik ID