Terapkan 5 Teori Golden Circle untuk jadi Pemimpin Komunitas yang Baik
Ilustrasi pemimpin komunitas | Foto: Matheus Bertelli/Pexels

Menjadi seorang leader atau pemimpin merupakan suatu pencapaian tersendiri bagi banyak orang. Meski begitu, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab dan tantangan yang tidak mudah, termasuk pimpinan di sebuah komunitas.

Pada dasarnya, memimpin bukanlah kemampuan yang mudah. Namun, ada berbagai cara yang bisa mewujudkannya. Apapun bentuk komunitasnya, setidaknya ada 5 cara dasar yang bisa Goodmates terapkan agar dapat menjadi pemimpin yang baik.

Ada sebuah teori bernama Teori Golden Circle. Teori ini menjelaskan cara para pemimpin dapat memantik rasa kerja sama dan kepercayaan, tak hanya antar anggota komunitas, namun juga orang-orang di luar komunitas itu.

Teori Golden Circle dikembangkan oleh Simon Sinek setelah ia meneliti pola kepemimpinan dari pemimpin sukses seperti Martin Luther King Jr. hingga Steve Jobs. Dalam teori ini, digambarkan ada sebuah lingkaran dengan 3 lapisan. Dari dalam ke luar, lapisan ini terdiri dari pertanyaan mengapa, bagaimana, dan apa. 

Menurut Sinek, pemimpin “biasa” cenderung akan menjelaskan perkumpulannya dari luar ke dalam. Ia akan menjelaskan apa bentuk organisasi yang mereka jalankan, bagaimana terbentuknya, dan mengapa dibentuk. Sebaliknya, pemimpin yang hebat akan menjelaskan dari dalam ke luar. Dimulai dari kata mengapa.

Intinya, teori ini mengajarkan bahwa penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui dengan pasti tujuan dari komunitas yang dipimpinnya sebelum membentuk program kerja dan lain-lain. Berikut teori untuk bisa jadi pemimpin yang baik.

1. Membagi tugas dengan baik

Membagi tugas dengan teknik segitiga | Foto: Dokumen Pribadi

Untuk mencapai tujuan, sebuah komunitas tentu memerlukan program-program yang harus dilakukan. Maka, pemimpin harus bisa membagi tugas kepada para anggotanya untuk dapat mewujudkan suatu program bersama-sama. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk pembagian tugas, salah satunya teknik segitiga. 

Coba deh, perhatikan ilustrasi di atas! Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa idealnya, dalam sebuah komunitas, seorang pemimpin memiliki beban kerja yang sedikit karena sudah didelegasikan kepada anggota-anggotanya.

Sebaliknya, pemimpin memiliki beban tanggung jawab yang paling besar di antara yang lain. Dengan teknik ini, pastikan Goodmates bisa membagi tugas dengan porsi sesuai kemampuan para anggota, ya!

2. Memiliki rasa empati

Ilustrasi | Foto: Liza Summer/Pexels

Meski sudah membagi tugas dengan rata, pemimpin yang baik tetap harus terjun dan membersamai para anggota dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.

Tumbuhkan rasa empati dan dukungan satu sama lain agar Goodmates dapat ikut tumbuh dan berkembang bersama anggota. Rasa solidaritas pun akan semakin terasa erat jika pemimpinnya dapat berbaur dengan baik dengan para anggota.

3. Terbuka dengan hal-hal baru

Ilustrasi | Foto: SHVETS production/Pexels

Memiliki keterbukaan terhadap hal-hal baru harus dimiliki jika sebagai pemimpin, Goodmates ingin mengembangkan komunitas ke arah yang lebih lebar dan lebih dikenal masyarakat luas.

Goodmates bisa melakukannya dalam bentuk berkolaborasi dengan komunitas lain, menghadiri acara-acara gathering komunitas, berdiskusi dengan orang lain, atau sekadar memastikan diri untuk selalu update dengan informasi yang berkaitan dengan komunitas yang dipimpin. Dapat menerima kritik dan saran dari orang lain.

Selain terbuka pada hal baru, seorang pemimpin juga harus membuka diri terhadap saran dan kritik dari orang lain. Bahkan, kritik yang membangun merupakan hal yang sangat membantu agar Goodmates senantiasa bisa mengevaluasi apa yang masih kurang dari cara yang digunakan dalam menjalankan komunitas.

Goodmates juga bisa melakukannya sendiri dengan menganalisa kekurangan, kelebihan, potensi, dan ancaman yang mungkin terjadi selama masa kepemimpinan. Metode ini juga dikenal dengan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).

Demikian 5 cara dasar yang bisa Goodmates terapkan untuk memulai perjalanan memimpin sebuah komunitas. Di tengah jalan, mungkin akan ada hambatan-hambatan yang terjadi. Namun, dengan persiapan dan tujuan yang matang, Goodmates pasti bisa membawa komunitas yang dipimpin untuk mencapai tujuan dengan baik.

Referensi: TED Talk Simon Sinek | Mobilize