Ternyata 4 Hewan Ini Bisa jadi Indikator Lingkungan yang Bersih
Ilustrasi kunang-kunang sebagai indikator lingkungan bersih | Foto: Dreamastromeanings

Setiap makhluk hidup tentu membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat guna membantu keberlangsungan hidupnya. Seperti halnya hewan yang bisa membantu sebagai indikator lingkungan bersih atau tidak.

Lewat hewan-hewan ini, kita jadi bisa memastikan terjaminnya kualitas dan keberadaan udara, tanah, dan air yang ada. Kondisi lingkungan yang baik dapat ditandai dengan keberadaan organisme yang di hidup di sekitarnya.

Organisme yang menjadi 'pendeteksi' lingkungan yang bersih ini biasa dikenal dengan istilah bioindikator. Berikut empat hewan yang bisa jadi indikator lingkungan yang bersih. 

1. Katak dan kodok

Ilustrasi kodok | Foto: Egor Kamelev/Pexels

Sebagai amfibi yang memiliki kulit permeabel (menyerap air dari lingkungannya ke dalam tubuh), katak dan kodok sangat mudah untuk terpapar dan menyerap zat beracun. Kondisi tersebut membuat kedua hewan ini sangat bergantung pada lingkungan yang bersih.

Diketahui selama 20.000 tahun terakhir setidaknya ada 168 spesies amfibi yang punah. Alasan utama punahnya spesies ini tidak lain karena hilangnya habitat, polusi yang tinggi, adanya pathogen, dan masuknya spesies asing.

Kelangsungan hidup dan populasi hewan ini sangat mencerminkan kondisi lingkungannya, terutama kualitas air, vegetasi, dan habitat pemijahan.

2. Capung

Ilustrasi capung | Foto: DTS Videos/Pexels

Jika di lingkungan sekitarmu masih banyak ditemukan capung, berbahagialah karena lingkungan tersebut masih bersih. Hewan yang satu ini juga berperan sebagai bioindikator untuk kualitas lingkungan, utamanya air.

Capung hanya bisa berkembang biak di habitat air yang bersih. Hewan ini sangat bergantung pada ekosistem perairan yang sehat dan rantai makanan yang sehat. Semakin banyak jenis capung yang di hidup di suatu area menunjukkan bahwa air di lingkungan tersebut bersih dan bebas polusi.

Tidak hanya berperan sebagai bioindikator, capung juga berjasa bagi manusia karena telah membantu mengurangi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk atau lalat. Pasalnya, jentik-jentik yang berasal dari nyamuk, lalat atau serangga lainnya merupakan mangsa bagi capung.

3. Kunang-kunang

Ilustrasi kunang-kunang | Foto: Dreamastromeanings

Kapan dan dimana terakhir kali Goodmates melihat kunang-kunang? Bisa dipastikan Goodmates melihatnya bukan di daerah perkotaan yang padat akan penduduk dan kendaraan.

Kunang-kunang salah satu hewan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kualitas lingkungannya. Hewan ini dapat hidup jika lingkungannya berudara segar, tanah subur, dan air jernih.

Kunang-kunang akan lebih mudah ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hangat, seperti sungai, lembah, parit, dan padang rumput. Uap air yang dihasilkan oleh udara yang lembab dimanfaatkan kunang-kunang untuk bernapas dan menghasilkan cahaya.

4. Kupu-kupu

Ilustrasi kupu-kupu | Foto: Satria Bagaskara

Hewan cantik yang satu ini ternyata bisa jadi penanda kualitas udara yang bersih, lo. Sama halnya dengan kita manusia, kupu-kupu menyukai tempat yang sejuk, berudara bersih, tidak tercemari oleh insektisida, asap, dan berbagai jenis polutan lainnya.

Warna kupu-kupu juga sebagai penanda lingkungan tercemar. Kupu-kupu yang hidup di lingkungan yang bersih dah sehat, cenderung berwarna cerah. Kemudian, kupu-kupu yang hidup di lingkungan tercemar, cenderung berwarna gelap dan kecoklatan.

Itulah empat hewan yang bisa menjadi bioindikator. Semakin jarangnya kita melihat hewan tersebut, secara tidak langsung menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih bijak menjaga lingkungan

Langkah sederhana dapat Goodmates mulai dari lingkungan rumah sendiri. Mulailah untuk menanam pohon, tidak membakar sampah, mengurangi penggunaan kendaraan, dan berbagai usaha baik lainnya. 

Referensi: Mongabay | Kumparan | Wanaswara