Melalui The Tinder Swindler, Yuk Bisa Lebih Waspada di Dunia Dating APP
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Roberto Hund

#FutureSkillsGNFI

Saat ini kita berada di masa segala yang dibutuhkan dapat diakses melalui jejairng sosial. Mulai dari berbelanja secara online hingga mencari pasangan. Yap memang benar, sekarang ini kita bisa mencari pasangan secara virtual atau dating app.

Tak dipungkiri jika banyak kisah cinta dua insan yang sukes dipertemukan melalui dating app yang membuat kita ingin terjun ke dunia itu. Namun faktanya, tidak semua orang memiliki kisah indah dengan loh, karena ada segelintir orang yang menggunakan dating app untuk iseng saja. Bahkan, menipu banyak orang sehingga menyebabkan kerugian.

The Tinder Swindler | Foto: Kompas.com

Bicara tentang dating app, Februari 2022 lalu, Netflix merilis film dokumenter berjudul The Tinder Swindler. Film ini diambil dari sudut pandang korban yang mengisahkan tentang kejadian nyata seorang penipu pada aplikasi kencan Tinder bernama Simon Hayut, yang dikenal sebagai Simon Leviev.

Di Tinder, Simon menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang pria berparas tampan, mapan, dan berlimpah harta yang mengaku sebagai anak dari seorang konglomerat.

Oleh karena itu, banyak sekali wanita yang terpikat padanya. Setelah ada wanita yang cocok dengannya, Simon mulai melancarkan aksinya dengan meyakinkan para korban dengan mengajak kencan romantis bak sultan. Lalu, bermalam di hotel berbintang.

Simon Leviev | Foto: Kompas

Saat para korban sudah mulai yakin bahwa Simon adalah pangeran berkuda putih yang ada di dunia nyata, ia mulai melanjutkan aksi keji nya dengan merayu para korban untuk memberinya uang tunai beserta kartu kredit. Bukan hanya puluhan atau ribuan dollar AS.

Namun, secara tidak sadar para korban memberikan uang ratusan ribu dolar AS. Ia menggunakan uang itu untuk berfoya-foya dengan wanita lain yang akan menjadi mangsa berikutnya.

Dari film ini, jika kamu berniat untuk terjun ke dalam dating app, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai nih, Goodmates, yaitu:

  1. Jangan Terlalu Polos

Ketika sedang kasmaran, sering kali kita tenggelam dalam bujuk rayunya, seakan kata-kata manis itu benar adanya. Tetapi kita juga sebagai manusia harus berhati-hati ya! Karena mungkin saja seseorang tersebut tidak sepenuhnya ingin bersikap baik.

Apalagi saat bermain aplikasi kencan, sebaiknya kita jangan menaruh seluruh kepercayaan kita pada orang yang baru kita kenal di dunia maya. Sebab, belajar dari film dokumenter ini, segala hal yang berkaitan dengan Simon itu palsu dan dia hanya berniat menipu dengan janji manisnya. Oleh karena itu, jangan terlalu mudah untuk membangun kedekatan emosional kita dengan orang yang baru kita kenal ya, Goodmates!

  1. Berani Menolak

Saat ada hal janggal dengan pasangan yang kamu kenal di dunia maya, sudah sepatutnya kamu menjaga jarak dan tidak terlalu terikat dengan. Apalagi Ketika orang yang baru kamu kenal melalui jejaring sosial lalu meminta sesuatu kepadamu, seperti meminjam uang, meminta nomor kartu kredit, meminta alamat lengkap kamu, dengan alasan apapun kamu berhak menolaknya loh, Goodmates.

Terasa sulit memang jika kita sudah terlanjur jatuh padanya. Namun, ada baiknya kita tetap waspada sebagai bentuk perlindungan diri. Jangan sampai kamu merugikan diri sendiri karena ada perasaan “tidak enak” untuk menolak.

Itulah beberapa hal yang dapat kita petik dari film ini. Info tambahan nih, Goodmates, karena kisah nyata ini berhasil membuat emosi para penonton meluap, film ini sempat menduduki posisi nomor 2 di Netflix Indonesia.

Nah, bagi Goodmates yang masih ragu untuk menonton film dokumenter ini, aku menyarankannya untuk menonton di aplikasi streaming Netflix ya!

 

Referensi: Yoursay.id | Suara.com