Tips Jitu Meraih Predikat Cumlaude Bagi Mahasiswa
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

# FutureSkillsGNFI

Mahasiswa pasti tidak asing lagi dengan istilah cumlaude bukan? Cumlaude adalah lulus dengan pujian. Setiap universitas memiliki peraturan yang mayoritas sama tentang syarat mendapatkan predikat cumlaude.

Berikut ini beberapa syarat untuk mendapatkan predikat cumlaude :

  1. Memiliki IP,K diatas 3,5.
  2. Lulus maksimal dalam 10 semester.
  3. Tidak memiliki nilai C.

Nah, tentu bagi kalian yang berstatus mahasiswa menginginkan lulus dengan predikat cumlaude kan? Jika ada niatan dan dikerjakan dengan maksimal, maka bukan hal yang sulit untuk di dapatkan.

Mari simak tips di bawah ini untuk meraih impian tersebut, berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

1. Mempunyai goal yang jelas

Tuhan yang menciptakan kitalah yang paling tahu tujuan hidup kita dan alasan mengapa kita dihadirkan-Nya di dunia ini. Untuk menggenapi rencana-Nya yang spesifik perlu bertanya pada-Nya, termasuk tujuan mengapa di ijinkan berkuliah dalam jurusan tersebut, dalam kampus tersebut. Kemudian buat goal yang jelas, misalnya harus memahami tiap mata kuliah yang diambil, tidak boleh memiliki nilai dibawah B, tidak boleh mengulang mata kuliah, IP tiap semester meningkat dan bukan menurun, lulus maksimal 8 semester, setelah lulus menciptakan lapangan pekerjaan dst-nya. Jika memiliki goal yang jelas maka ibarat motor punya bensin untuk terus melaju dan sampai ke tujuan

2. Rajin hadir dalam semua mata kuliah alias tidak membolos.

Setiap mata kuliah memiliki syarat untuk lulus. Umumnya syarat kehadiran minimal 75%. Batas tidak hadir adalah 25% atau 3x pertemuan.

3. Mengetahui tipe gaya belajar diri sendiri.

Ada beberapa tipe gaya belajar diantaranya visual, audiotori, kinestetik. Semakin memahami tipe gaya belajar diri sendiri akan menolong untuk menerapkan cara belajar yang benar dan mendapatkan hasil paling optimal. Silahkan melakukan tes tipe gaya belajar, sudah banyak tersedia di internet.

4. Memiliki catatan yang lengkap atau file materi tiap mata kuliah.

Ibaratnya orang berperang butuh senjata untuk menang, demikian mahasiswa yang ingin lulus cumcalude harus memiliki materi perkuliahan secara lengkap. Bisa dengan mencatat, merekam selama proses perkuliahan, bisa juga dengan meminta power point dari dosen.

5. Mengetahui gaya mengajar dan karakter tiap dosen yang sedang mengampu mata kuliah.

Umumnya tiap dosen memilki gaya mengajar yang berbeda, ada yang suka berceramah, ada yang suka memberikan kuis mendadak, dll. Demikian tiap dosen memilki sistem penilaian yang berbeda. Ada yang mungkin harus on time dan mahasiswa terlambat tidak boleh masuk kelas, ada yang suka mahasiswa yang rapi, ada yang suka pada pengurus kelas (ketua kelas/ketua angkatan), ada yang suka pada yang aktif bertanya dll. Mengerti dengan benar dapat menolong untuk menyusun strategi dalam menghadapi para dosen.

6. Mengatur waktu dengan baik.

Biasanya mahasiswa senang memiliki banyak kegiatan. Itu hal baik, namun harus tahu skala prioritasnya. Maka menyusun jadwal kegiatan tiap hari, tiap minggu sangat diperlukan supaya tidak tertukar mana kegiatan yang harus di utamakan. Jika terjadi di satu waktu bersamaan ada dua kegiatan yang harus dipilih maka dengan mengetahui skala prioritas dapat menolong kalian memilih yang benar dan tidak menyesal.

7. Memiliki lingkungan komunitas atau pertemanan yang membangun.

Pilih teman-teman yang dapat bersaing sehat, bukan yang toxic. Carilah teman-teman yang punya visi sama yaitu lulus tepat waktu dan cumclaude. Dengan memiliki visi yang sama maka akan saling menguatkan ketika semangat kendor dan saling membantu untuk dapat meraih visi tersebut. Jangan berteman dengan orang yang tujuan untuk kuliahnya  saja ia tidak tahu, bagaimana ia punya visi?

8. Melakukan semua tugas sebagai mahasiswa dengan baik.

Dosencenderung senang dengan mahasiswa yang menunjukkan keaktifan saat di kelas dengan berrtanya, menjawab, berdiskusi dll. Mengumpulkan semua tugas dan dengan tepat waktu. Belajar dengan memanfaatkan semua sarana prasana yang deisediakan kampus, misalnya perpustakaan, lab, menggunakan wifi dll.

9. Memilih judul skripsi yang sesuai dengan ketertarikan agar maksimal

Mencari dosen pembimbing skripsi sesuai bidangnya (memiliki keahlian sesuai judul skripsi yang dipilih). Mempersiapkan diri sebelum ujian dengan belajar dan berlatih. Rajin mencari informasi terupdate di sekretariat prodi. Dan jangan lupa meminta restu pada orang tua.

10 Memohon kepada Tuhan Sang Pencipta

Mencari dosen pembimbing skripsi sesuai bidangnya (memiliki keahlian sesuai judul skripsi yang dipilih). Mempersiapkan diri sebelum ujian dengan belajar dan berlatih. Rajin mencari informasi terupdate di sekretariat prodi. Dan jangan lupa meminta restu pada orang tua.

Kunci utama meraih kesuksesan adalah diberkati oleh Tuhan Sang Pencipta. Seringkali banyak diantara kita mengabaikan hal yang paling utama ini dan menaruh Dia bukan di posisi utama melainkan di posisi paling akhir. Berjuang keras mendapatkan sesuatu tanpa memohon pertolongan-Nya hanya akan berakhir sia-sia. Sebab jika Dia sudah membuka pintu tidak ada yang dapat menutup, sebaliknya jika Dia menutup pintu tidak ada satupun yang dapat membuka. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, maka mendekat pada-Nya merupakan solusi mendasar.

Pengalaman penulis bahwa megandalkan Tuhan sudah terbukti. Mengandalkan-Nya bukan berarti tidak melakukan apa-apa, melainkan melakukan apa yang menjadi bagian kita dan menyerahkan pada Tuhan apa yang menjadi bagian-Nya dengan percaya penuh. Penulis baru mendapatkan jadwal sidang skripsi dua hari sebelum penutupan pendaftaran yudisium. Pada hari H, salah satu dosen penguji berhalangan, bersyukur bahwa ada dosen lain yang dapat menggantikan. Bersama Tuhan Pencipta sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.

Lulus cumclaude bukanlah segalanya. Tujuan berkuliah seharusnya bukan tentang nilai saja namun untuk menimba ilmu sebanyak mungkin bagi bekal menghadapi kehidupan dan dengan ilmu yang di miliki menjadi berkat bagi sesama.

 

Referensi: