Tips Membuat Motivation Letter yang Memukau untuk Beasiswa
Menulis Motivation Letter | Foto: pexels.com

Saat ini, ada banyak beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai lembaga, universitas, hingga perusahaan. Tidak bisa dimungkiri bahwa mendapatkan beasiswa menjadi impian banyak orang, mengingat segudang manfaat yang dimiliki. Salah satu persyaratan dalam mendaftar beasiswa adalah motivation letter.

Dilansir dari edunation, motivation letter merupakan surat atau berkas singkat yang menjelaskan alasan kamu menjadi kandidat yang layak untuk menerima beasiswa. Pada ulasan ini, Goodside akan membagikan beberapa tips cara membuat motivation letter yang memukau untuk beasiswa.

Motivation letter ibarat gerbang paling awal dalam proses pendaftaran beasiswa. Secara garis besar, berkas ini mencakup kualifikasi, catatan prestasi, dan alasan kenapa kamu sebagai kandidat pantas memperoleh beasiswa yang ditawarkan.

Berbekal motivation letter yang menarik, penyelenggara beasiswa dapat melihat seberapa serius dan layak diri kamu untuk menerima beasiswa. Lalu, bagaimana membuat motivation letter supaya memukau? Berikut tipsnya.

Fokus pada aspek-aspek penting

Ilustrasi mengetik motivation letter | Foto: Unsplash/Ilyav Palov

Saat membuat sebuah motivation letter, fokuslah pada aspek penting terbaik kamu sebagai seorang individu atau kisah terbaik dalam hidupmu. Dengan begitu, pembaca pun bisa benar-benar mengenalmu lewat apa yang kamu tulis.

Penting untuk membuat pembaca tahu dan paham akan aspek yang kamu angkat dalam tulisan. Jadi, sebaiknya tulis motivation letter dengan alur yang sistematis dari awal sampai akhir.

Di sisi lain, Goodmates mungkin ingin menambahkan banyak hal dalam motivation letter tersebut. Tidak masalah selama pengalaman itu masih relevan dengan apa yang kamu angkat. Namun, perhatikan pula batas jumlah kata yang bisa digunakan.

Ingat prinsip "Don't tell, but show"

Maksudnya, kamu jangan hanya menceritakan pencapaian yang diperoleh tanpa menunjukkan bukti nyatanya. Hasil-hasil konkret inilah yang ingin dilihat oleh pihak penyelenggara untuk bisa menilaimu.

Hindari pemakaian kalimat yang bernada opini umum, misalnya “Saya merupakan siswa yang berprestasi selama SMA”. Namun, sampaikan detail-detail yang spesifik, ungkapkan contoh dan alasan yang bisa mengembangkan pernyataanmu.

Sebagai contoh, kamu bisa menuliskan, “Sewaktu SMA, saya berhasil menyeimbangkan dunia akademik dan nonakademik. Saya pernah memenangkan beberapa perlombaan di bidang Matematika sekaligus aktif dalam organisasi.”

Kenali universitas atau perusahaan yang dilamar

Ilustrasi fokus pada motivation letter | Foto: Unsplash/Priscilla Du

Ingatlah bahwa motivation letter tidak hanya berisi tentang cerita pelamar. Lebih dari itu, kamu harus bisa mengaitkan dirimu dengan kampus atau perusahaan yang dilamar.

Karakteristik program dan visi misi yang mereka miliki merupakan hal yang mesti kamu pahami terlebih dahulu. Melamar beasiswa seperti bergabung dengan keluarga baru, tentunya kamu perlu mengenali latar belakang keluarga tersebut.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk mencari kaitan antara dirimu dengan pihak penyelenggara sehingga bisa menyesuaikan isi motivation letter dengan apa yang mereka harapkan.

Tulis dengan jujur dan orisinal

Ilustrasi menulis motivation letter | Foto: Unsplash/Green Chamel

Jangan pernah sekalipun mengarang cerita atau mengada-ada dalam membuat motivation letter. Singkatnya, kamu harus menceritakan dengan jujur apa adanya. Just be yourself!

Cantumkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan diri kamu, tidak secara dramatis atau dilebih-lebihkan. Biasanya, penyelenggara pun bisa menilai mana tulisan yang jujur dan mana yang bukan. Kamu tentu tidak ingin mendapat penilaian negatif dari penyeleksi ‘kan?

Selain itu, buatlah motivation letter kamu se-orisinal mungkin alias tidak di-copy paste. Cukup gunakan tulisan orang lain sebagai bahan rujukan, bukan contekan.

Baca dan periksa ulang dengan teliti

Sehabis menyelesaikan penulisan motivation letter, baca dan periksa kembali dengan seksama apa saja yang sudah kamu tulis. Langkah ini menjadi gerbang terakhir sebelum kamu mengirimkan surat itu dengan mantap.

Dengan membaca ulang, kamu bisa mengetahui bagian mana saja yang masih perlu diperbaiki semisal ada kesalahan grammar, ejaan, atau typo. Tidak ada salahnya juga meminta bantuan orang tua, sahabat, dan guru untuk memberi masukan terhadap motivation letter-mu.

Menulis motivation letter memang tidaklah mudah. Kamu perlu banyak berlatih dan memikirkan dengan benar apa yang akan disampaikan. Semoga dengan tips ini, Goodmates dapat membuat motivation letter yang memukau untuk memperbesar peluang diterima di kampus tujuan. Selamat mencoba!

Referensi: Schoters| Glints | BocahKampus | EHEF Indonesia