Tips dan Trik Lolos LPDP ala Wulida
Wulida, Awardee Beasiswa LPDP 2021 | Sumber: Instagram.com/wulidariaa

#FutureSkillsGNFI

Para mahasiswa pasti sudah tidak asing dengan beasiswa LPDP. Yap, beasiswa yang satu ini memang cukup prestise di kalangan mahasiswa Indonesia. Peminatnya sangat banyak dan persaingannya pun tak kalah ketat.

Beasiswa ini menawarkan pembiayaan pendidikan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berminat melanjutkan kuliah ke jenjang S2 atau Doktor di dalam maupun di luar negeri. Besarnya peminat beasiswa ini menjadikan para pejuang beasiswa harus bersaing menonjolkan keunggulan masing-masing.

Nah, kali ini kita akan cari tahu langsung tips dan trik lolos beasiswa LPDP dari penerimanya. Sebelumnya mari kita berkenalan dengan Wulida Wahidatul Masruria, salah seorang awardee beasiswa LPDP 2021 asal Papua Barat.

Perempuan yang akrab disapa Wulida ini baru saja menamatkan pendidikan sarjananya di Universitas Negeri Surabaya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Selama menempuh pendidikan S1 nya, ia juga mendapatkan beasiswa unggulan milik Kemdikbud RI. Namun, kemudahan yang ia dapatkan tak lantas membuatnya lupa diri.

Ia tak mau berleha-leha. Selama kuliah, Wulida aktif dalam berbagai kegiatan sukarelawan dan organisasi. Padatnya kegiatan antara kuliah dan organisasi membuatnya harus ekstra cermat mengatur waktu. Kuncinya adalah bisa memilih prioritas.

“Aku datang jauh-jauh ke Surabaya untuk kuliah. Jadi, sepadat apapun kegiatan yang aku punya, prioritasnya adalah kuliah,” ungkapnya.

Pengalaman yang ia dapatkan selama kuliah adalah bekal utama untuk memperkuat esainya. Rupanya, Wulida telah mempersiapkan beasiswa LPDP sejak tahun kedua berkuliah. Ia menuturkan, setidaknya ada tiga hal yang perlu disiapkan sejak awal, yaitu administrasi, tes bakat skolastik, dan wawancara.

Banyaknya berkas yang harus diunggah dalam seleksi administrasi harus diperhatikan dengan teliti. Beberapa dokumen seperti sertifikat bahasa asing, esai, dan surat rekomendasi tidak bisa disiapkan secara mendadak. Menurut Wulida, perlu sekitar tiga bulan baginya menyiapkan dokumen tersebut.

Tes bakat skolastik menurutnya adalah yang tersulit. Karena tes ini sama seperti ujian yang materinya harus dipelajari jauh-jauh hari. Ia menyarankan untuk bergabung ke berbagai grup LPDP yang banyak bertebaran di media sosial.

“Gabung ke grup yang isinya orang-orang yang punya tujuan sama itu penting sih. Biar kita bisa tetap fokus sama tujuan kita sekaligus bisa sama-sama belajar,” tuturnya saat diwawancarai melalui Whatsapp.

Bagi Wulida, komunitas itu penting dalam mendukung tercapainya impian kita. Dalam komunitas tersebut, kita akan menemukan beragam teman dengan visi yang sama. Kita juga akan mendapatkan banyak bimbingan untuk menghadapi tahapan-tahapan LPDP.

Jika telah berhasil lolos di seleksi administrasi dan bakat skolastik, selanjutnya adalah tahap wawancara. Menurut Wulida dalam tahap tersebut, pewawancara tidak akan memberikan pertanyaan di luar apa yang kita tulis pada pendaftaran awal.

Tips nya adalah kemampuan bahasa, olah vokal, dan berlatih sebelumnya. Dalam sesi wawancara kita akan menjelaskan lebih lanjut tentang pengalaman-pengalaman kita semasa kuliah atau bekerja. Latihan olah vokal juga diperlukan untuk mengatasi rasa gugup yang akan berdampak ke suara yang kita hasilkan saat menjawab pertanyaan wawancara.

Wulida menganjurkan untuk berlatih wawancara dengan teman di komunitas atau rekan kerja. Saat ini, komunitas LPDP telah banyak tersebar hampir di setiap daerah dengan nama Mata Garuda. Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah konsistensi dalam berdoa serta restu dari kedua orang tua.

Saat ini Wulida tengah bersiap untuk studi S2 nya di Amerika. Ia dapat dikunjungi di akun Instagramnya @wulidariaa.

 

Referensi: Wawancara