Ragam Tradisi yang Hanya Ada Saat Ramadan
Ilustrasi Tradisi Ramadan | Foto: Indonews

#FutureSkillsGNFI

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Tak hanya di Indonesia, setiap muslim di seluruh dunia sangat menantikan bulan suci ini. Mengapa demikian? Sebab setiap pekerjaan yang kamu lakukan di bulan ini mengandung banyak pahala yang berlipat ganda.

Ada beberapa tradisi atau kebiasaan masyarakat Indonesia yang hanya dapat kita laksanakan pada momentum Ramadan. Hampir 2 tahun berlalu, banyak momentum yang terlewatkan karena Pandemi COVID-19. Sebut saja mudik yang tidak ada akibat penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

Dalam rangka menyambut endemi sekaligus melepas kerinduan dengan tradisi-tradisi tersebut, berikut beberapa tradisi yang bisa kembali Goodmates lakukan kembali di tahun ini.

1. Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Ilustrasi shalat tarawih berjamaah | Foto : Pinterest 

Ibadah Sunah yang hanya dapat kamu lakukan di bulan Ramadan adalah salat tarawih. Salat tarawih biasa terlaksana berjamaah di masjid atau musala. Akibat pandemi yang mengharuskan menjaga jarak satu sama lain, berjamaah salat tarawih di masjid pun sempat tidak ada.

Di tahun ini, ibadah salat tarawih berjamaah di masjid sudah boleh namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dalam hadis Nabi berkata, “Barangsiapa ibadah (salat tarawih) di bulan Ramadan karena keimanan dan keikhlasan maka terampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).

Baca juga: Nikmatnya Ilabulo, Makanan Khas Gorontalo untuk Buka Puasa

2. Sahur Keliling Kampung

Ilustrasi membangunkan sahur keliling | Foto : Kumparan 

Aktivitas selanjut adalah sahur sebagai amalan sunah saat Ramadan. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ingin berpuasa maka hendaklah dia bersahur”.

Dalam hadis lain Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah” (HR. Bukhari).

Sahur juga menjadi pembeda puasa antara umat Islam dan non Islam. Riwayat Amr bin Ash RA dalam hadis Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur” (HR. Muslim).

Para remaja pemuda kampung, bapak-bapak sampai anak-anak menjadikan tradisi membangunkan sahur adalah sebuah keharusan setiap kali Ramadan datang.

Mereka membawa alat-alat untuk membangunkan sahur keliling kampung sambil berteriak “Sahurrrr sahurrr... Sahurrr sahurr” dengan nada berbeda dan keunikan tersendiri di tiap daerah.

Baca juga: Mengenal Amparan Tatak, Menu Wajib Buka Puasa di Kalimantan Selatan

3. Ngabuburit

Ilustrasi ngabuburit | Foto : Unsplash

Tradisi paling unik yang mungkin hanya ada di Indonesia, yaitu ngabuburit. Kegiatan ngabuburit berlaku setiap sore sambil menunggu azan Magrib berkumandang.

Biasanya, banyak masyarakat berburu takjil atau hanya sekadar berjalan-jalan sore menunggu waktu berbuka puasa tiba.

4. Buka Puasa Bersama

Ilustrasi Bukber | Foto : Traveloka

Kegiatan yang tak boleh lewat saat ramadan adalah buka puasa bersama atau kita kenal dengan istilah bukber. Ini menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak lama.

Selain untuk mempererat silaturahmi, bukber sendiri kerap menjadi ajang reuni untuk berkumpul bersama kawan lama. Biasanya, penentuan waktu dan tempat bukber menjadi perbincangan yang sangat seru.

Apalagi jika undangan bukber yang tak hanya satu kali dan kerap kali berlangsung di waktu yang bersamaan. Wah, seru, ya?

Baca juga: Buah-Buah Segar Bikin Puasa Kamu Tambah Lancar

5. Mudik Lebaran

Ilustrasi mudik lebaran | Foto : Tempo

Kegiatan mudik sudah menjadi tradisi utama setiap Ramadan datang dan menjadi hal yang paling banyak orang rindukan tahun ini. Mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dengan sanak saudara adalah momentum paling orang nantikan.

Perjalanan yang panjang dengan waktu yang lama tak menjadi penghalang untuk melepas rindu bertemu keluarga. Dua tahun ke belakang, larangan mudik berlaku. Untuk tahun ini, mudih berlaku dengan syarat dan ketentuan sesuai protokol kesehatan.

Referensi : Liputan6 | NU | Detik

Hai, semoga suka ya!