Tren Investasi di Kalangan Milenial, Meningkat Selama Masa Pandemi
Ilustrasi│geralt/Pixabay

Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia selama hampir dua tahun, telah mengakibatkan dampak yang cukup besar. Salah satu dampak yang sangat terasa adalah ketidakstabilan ekonomi di seluruh dunia.

Ternyata ketidakstabilan ini justru memicu banyak orang untuk melakukan investasi. Alasannya beragam, mulai dari untuk mempersiapkan masa depan, hingga untuk mencari tambahan penghasilan.

Di Indonesia sendiri jumlah investor bertambah cukup tinggi selama pandemi. Dilansir dari CNBC Indonesia, selama pandemi Covid-19 investor di Indonesia naik sebesar 65,74% per September 2021. 

Melakukan Investasi Kian Mudah dengan Perkembangan Fintech

Ilustrasi│Firmbee/Pixabay

Kenaikan jumlah investor di Indonesia ini salah satunya dipicu dengan perkembangan fintech yang memudahkan investasi. Sebut saja aplikasi seperti Bibit, Ajaib, dan IPOT. Ketiga aplikasi tersebut semakin memudahkan investor untuk melakukan investasi dengan cara yang tidak ribet sama sekali.

Perkembangan fintech di Indonesia mengubah persepsi masyarakat, terutama dari kalangan milenial yang menilai investasi adalah hal yang ribet. Dengan perkembangan aplikasi-aplikasi fintech saat ini, kita bahkan bisa membeli saham sambil tiduran hanya dengan bermodalkan smartphone kita.

Banyak Milenial yang Terjun ke Pasar Modal

Ilustrasi│nattanan23/Pixabay

Dilansir dari CNBC Indonesia, dari data KSEI, menunjukkan bahwa jumlah investor terbanyak berasal dari usia milenial. Dari data tersebut, kaum milenial berada di posisi pertama dengan persentase sebanyak 59,23 persen, dengan total aset sebesar Rp39,93 triliun.

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Komisaris BEI, Pandu Sjahrir, salah satu faktor naiknya minat anak muda dalam berinvestasi adalah perubahan minat yang dulunya lebih konsumtif, menjadi ingin berinvestasi.

Faktor lain dari naiknya minat milenial dalam berinvestasi juga dipicu oleh perkembangan internet yang semakin pesat. Dimana banyak informasi mengenai investasi yang dapat secara mudah didapat oleh kaum milenial.

Perkembangan internet ini seperti halnya para influencer yang memperkenalkan dunia investasi pada para fansnya, tentang mudahnya berinvestasi dan keuntungan berinvestasi, yang kemudian membuat fansnya jadi tertarik untuk mulai berinvestasi.

Masih Banyak yang Ikut-ikutan Tanpa Tahu Apa-apa

Meskipun dari jumlah persentasenya menunjukan pertumbuhan yang sangat pesat. Ternyata, masih banyak diantara para investor baru ini yang tidak memiliki cukup pengetahuan tentang pasar modal.

Banyak dari mereka yang terjun ke pasar modal hanya karena ikut-ikutan dan kena pengaruh FOMO. Masih banyak dari mereka yang membeli saham tanpa melakukan analisa terlebih dahulu, melainkan hanya ikut-ikutan membeli saham yang sedang tren.

Tentu hal ini adalah hal yang tidak benar. Sebelum terjun ke dunia investasi, kita harus memiliki pengetahuan dasar tentang investasi dan pasar modal.Dalam membeli sebuah saham pun juga tidak bisa sembarangan, perlu analisis yang mendalam sebelum membeli suatu saham.

Nah, kalo kamu sendiri gimana? Apakah kamu termasuk dari banyaknya generasi muda yang terjun di pasar modal tahun ini? 

Referensi: CNBC IndonesiaKompasLiputan6CNN Indonesia