Tukar Sampahmu dengan Uang Menggunakan 4 Aplikasi Berikut
Sampah | Unsplash - Artem Labunsky

Kawan tahu tidak? Sekarang ini buang sampah bisa menghasilkan uang, lo. Iya, uang beneran. Dengan aplikasi anak bangsa yang dibuat khusus untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan mendaur ulang sampah, membuang sampah sekarang menjadi menyenangkan.

Tidak hanya bisa mendapat uang, Kawan tidak secara langsung ikut berkontribusi menyelamatkan bumi terutama tanah air tercinta dari sampah yang hingga saat ini masih menjadi musuh utama lingkungan alam dan sekitar. Kira-kira aplikasi apa saja, ya? Simak informasinya sebagai berikut!

Dibuang.com

Dibuang.com | Google Playstore
Dibuang.com | Google Playstore

Dibuang alias Dibuat Jadi Uang merupakan aplikasi pertama yang bisa Kawan gunakan untuk memulai aksi hebat, yaitu menukar sampah menjadi uang. Melansir dari situs resmi Dibuang, aplikasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mengajak masyarakat untuk membentuk dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Caranya mudah, Kawan tinggal memilah sampah seperti apa yang akan Kawan buang. Setelah itu segera menghubungi para kolektor dengan mengunduh aplikasi Dibuang di Playstore atau AppStore kesayangan.

Kemudian, nantinya kolektor terdekat akan datang untuk menjemput sampah yang Kawan jual, setelah terjual maka saldo akan bertambah dan bisa ditukar jadi uang. Untuk saat ini, Dibuang hanya dapat mencakup daerah Tanggerang dan sekitarnya saja.

Octopus

Octopus | ThePhrase
Octopus | ThePhrase

Aplikasi kedua yang bisa Kawan unduh adalah Octopus. Aplikasi yang diprakasai oleh artis Hamish Daud ini dapat memberikan reward kepada para penjaga lingkungan dengan memberikan tidak hanya uang, namun juga dengan voucher potongan harga yang bisa Kawan nikmati di beberapa toko tertentu.

Dilansir dari Media Indonesia, Octopus sendiri memiliki tiga aplikasi khusus untuk para penggunanya dengan deskripsi pekerjaan yang berbeda. Ada Pengguna (konsumen), Pelestari (kolektor sampah), dan juga Checkpoints (Usaha jual beli kemasan bekas) dan ketiga aplikasi itu berhubungan satu sama lain.

Cara untuk menjualnya pun mudah. Kawan dapat memilah sampah sesuai kategori, dan pelestari akan datang untuk mengambil barang dan membayar komisi sesuai dengan harga dan sampah akan diteruskan ke Checkpoints.

Kelak Checkpoints akan mengambil sampah milik Kawan dan dijual ke industri yang telah bekerjasama dengan Octopus. Sekarang ini Octopus telah mengembangkan industri mereka di berbagai kota besar, seperti Makasar, Badung, Gianyar, Denpasar, dan akan hadir segera di Bandung.

eRecycle

eRecycle | erecycle
eRecycle | erecycle

Aplikasi selanjutnya yang dapat Kawan gunakan adalah eRecycle. Aplikasi besutan PT Multi Inti. Digital Lestari ini telah bekerja sama dengan produk Garnier untuk aksi menjaga lingkungan berkenaan dengan sampah.

Kali ini, mereka hadir untuk membantu masyarakat menjaga lingkungan dengan membantu proses penjemputan sampah dengan basis digital. Tidak hanya itu, eRecycle juga akan memberikan reward kepada pengguna dengan bentuk uang yang dikutip oleh Line Today mulai dari harga Rp4000.

Untuk saat ini, eRecycle masih beroperasi di daerah Jabodetabek saja dan baru menerima sampah berbentuk plastik, kertas, dan botol kaca. Namun jangan khawatir, Kawan. eRecycle akan terus berinovasi agar dapat memuaskan para pendekar penjaga lingkungan ini.

Angkuts

Angkuts | Google Playstore
Angkuts | Google Playstore

Berpindah dari Jabodetabek dan Bali, kali ini Pontianak juga memiliki aplikasi canggih yang bergerak pada pengangkutan sampah dan mengubahnya menjadi uang. Mari berkenalan dengan Angkuts.

Dilansir dari situs resmi Angkuts, aplikasi ini merupakan implementasi smart solution dari Pontianak Smart City yang memberikan keuntungan bagi para konsumen dan juga pengangkut. Layanannya pun terbagi menjadi tiga, ada Angkuts Perumahan, Angkuts Bisnis, dan Angkuts Medis.

Bagaimana Kawan, dengan adanya aplikasi canggih ini sudah semakin semangat 'kan untuk menjaga lingkungan? Ayo, tingkatkan terus semangat tersebut untuk Indonesia yang bersih, dan juga sehat.

Referensi: Dibuang | Media Indonesia | Line Today | Angkuts