Auto Bersih! Ini Upaya Swedia Mengolah Sampah dengan Waste For Energy
Swedia mengolah sampah dengan waste for energy | Foto: Vicente Viana Martinez/Pexels

Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam pengolahan sampah. Mereka menerapkan kebijakan waste to energy (WTE), yaitu mengolah sampah sedemikian rupa hingga nanti bisa menghasilkan energi yang berguna.

WTE bisa jadi alternatif bila membuang sampah di tempat pembuangan sudah tidak bisa jadi solusi. Selain mengatasi tumpukan sampah, WTE juga bisa mengurangi emisi gas karbon dan menyediakan sumber energi yang murah.

Masalah sampah memang menjadi isu bagi semua negara, termasuk Indonesia. Goodmates mungkin pernah menyaksikan tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengganggu aktivitas warga sekitar karena bau yang menyengat.

Tak hanya itu, tumpukan sampah juga bisa mencemari lingkungan, seperti air lindi TPA yang mencemari sungai di Bandung Barat dan Bantargebang. Akibat kondisi yang makin memprihatinkan, berikut GoodSide sajikan artikel mengenai WTE di Swedia yang mungkin bisa menjadi referensi menarik tentang pengolahan sampah.

Mengenal Teknologi Waste For Energy

Pembangkit listrik tenaga sampah di Swedia | Foto: Merdeka.com

Layaknya pembangkit listrik pada umumnya yang mendayagunakan air, batu bara, atau nuklir, WTE menggunakan sampah sebagai bahan bakar untuk membangkitkan energi. Nantinya, sampah yang terbakar akan mengubah air menjadi uap. Kondisi tersebut lantas memicu turbin untuk bergerak dan menghasilkan energi listrik.

Baca juga: Selamatkan Bumi dari Sampah dengan Terapkan Prinsip 5R

Dengan cara kerja seperti ini, WTE dapat mengurangi volume tempat pembuangan sampah masyarakat hingga 90 persen. Selain itu, pelepasan gas karbon dioksida karena pembakaran sampah secara konvensional juga akan berkurang hingga 1 ton.

Kesuksesan Waste To Energy Swedia

Proses waste to energy di Swedia | Foto: Appropedia

Pengolahan sampah di Swedia yang mengalami kesuksesan bukanlah tanpa sebab. Pemerintah Swedia cenderung cepat tanggap dalam menghadapi perubahan iklim dan kelangkaan energi. Mereka mulai mengembangkan teknik pengolahan sampah di negaranya sejak pertengahan abad ke-20.

Hasilnya, Swedia berhasil mengurangi emisi gas karbondioksida hingga 2,2 juta ton per tahun. Antara tahun 1990 hingga 2006, emisi gas karbondioksida turun hingga 34 persen.

Negara di Eropa Utara ini hanya mengirim satu persen dari total jumlah sampah negaranya ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah mengolah sebagian besar sampah dengan membakarnya untuk jadi energi listrik, kemudian memasok energi itu ke rumah-rumah penduduk serta perusahaan.

Tak hanya mengatasi masalah sampah nasional, kebijakan WTE di Swedia juga mampu mendatangkan pendapatan bagi negara. WTE di Swedia menghasilkan sekitar 100 USD per tahun. Negara lain seperti Norwegia dan Inggris mengimpor sampah mereka ke Swedia dengan membayar 43 USD untuk setiap tonnya.

Baca juga: Eco Enzyme, Cairan Serbaguna Hasil Olahan Sampah Rumah Tangga

Kebiasaan Mengolah Sampah Warga Swedia

Anak kecil di Swedia sudah belajar cara mengolah sampah | Foto: Travel See Write

Mengolah sampah sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Swedia. Sejak usia dini, orang tua sudah mengajarkan anak-anak mereka tentang daur ulang sampah. Bahkan, ada hari khusus bagi anak-anak untuk mengumpulkan sampah dan membersihkan lingkungan.

Kita juga bisa menemukan fasilitas pengolahan sampah di negara ini. Bahkan, stasiun daur ulang ada di radius 300 meter dari pemukiman penduduk.

Para warga di sana juga mendapat insentif berupa voucher diskon tertentu bila menggunakan fasilitas daur ulang yang ada di dekat rumah mereka. Singkatnya, mengolah sampah secara efektif seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan warga negara Swedia.

Baca juga: Masih Memiliki Gigi Susu Saat Dewasa? Ini Penyebab dan Dampaknya

Dengan kebijakan seperti ini, lingkungan di penjuru Swedia menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, pemerintah juga mampu menyediakan energi murah meriah bagi lebih dari 1 juta pemukiman penduduk. 

Meski WTE juga memiliki kekurangan tersendiri, tetapi Swedia sudah menjadi pionir bagi upaya penanggulangan perubahan iklim. Swedia berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan banyak orang.

Referensi: Waste4Change | Blue Ocean Strategy