Wanita Bisa Berprestasi dan Berkarir dalam Bidang IT
Mbak Mutiara Berkarir di IT | Foto: Dokumentasi Pribadi

#FutureSkillsGNFI

Information Technology atau IT merupakan istilah yang digunakan untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

IT menjadi hal yang sangat krusial di tengah era revolusi industri 4.0. Banyak pekerjaan yang dapat terbantu dengan hadirnya beragam teknologi yang ada di IT. Selain pekerjaan yang dapat terbantu juga banyak pekerjaan yang manusia lakukan digantikan oleh robot dan teknologi kecerdasan buatan, tak heran era ini disebut sebagai era distrupsi.

Dilansir dari Kemenkominfo bahwasanya Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi. Revolusi Industri 4.0 dikenal juga dengan istilah cyber physical system. Konsep penerapannya berpusat pada otomatisasi.

Terdapat banyak sekali tren otomatisasi industri, tren-tren tersebut yakni Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT), Sistem Fisik Siber (CPS), Artificial Intelligence (AI), Pabrik Pintar, Sistem Komputasi Awan, Cryptocurrency, Blockchain, dan sebagainya.

Dalam menghadapi distrupsi teknologi, penting untuk menguasai keterampilan teknologi informasi. McKinsey memperkirakan bahwa 800 juta pekerjaan akan hilang karena otomatisasi pada tahun 2030. Beruntung untuk mereka yang akan berkarir di bidang teknologi informasi karena pekerjaan ini selain sangat dibutuhkan juga yang akan menciptakan mesin otomatis ketimbang digantikan oleh mesin otomatis.

Profesi IT seharusnya tidak pandang gender, namun fakta di lapangan terkhusus di Indonesia masih sangat timpang antara laki-laki dan perempuan. Menurut data dari Boston Consulting Group pada tahun 2017, mencatat bahwa Indonesia hanya memiliki 22% representasi wanita yang bekerja di bidang teknologi.

Namun bagi sobat GoodMates sekalian tidak perlu khawatir, bagi wanita untuk menjadi ahli dalam bidang IT dan mendapatkan pekerjaan dalam bidang IT tentu peluangnya sangat terbuka lebar loh!

Perempuan Mampu Berprestasi dalam Bidang IT

Mutiara Sholawati atau akrab disapa Mbak Mut, merupakan seorang wanita yang berprestasi dan berkarir di bidang IT. Mbak Mut berhasil lulus kuliah Teknik Informatika dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,87 dan menjadi lulusan terbaik. Selama kuliah Mbak Mut sering mengikuti lomba-lomba dan kegiatan kemahasiswaan. Selain itu tugas akhir Mbak Mut juga sangat bermanfaat untuk kalangan disabilitas, yakni membuat aplikasi pembelajaran bahasa isyarat menggunakan metode Convolutional Neural Network. 

Berdasarkan pengalaman Mbak Mut, bahwa lingkungan tidak pernah mendiskriminasi gender terutama perempuan untuk berprestasi dan berkarir di bidang IT, seperti yang diungkapkan Mbak Mut, "Gender tidak membatasi saya dalam berprestasi dan berkarir di bidang IT. Orang-orang dilingkup saya sangat mendukung dalam meningkatkan pengetahuan di bidang IT. Saya banyak belajar dan mendapat banyak pengalaman dari mereka (anggota lab, anggota komunitas dan teman-teman saya)".

Tantangan yang dihadapi pun tidak mengarah pada gender, melainkan dari teknologi itu sendiri. "Tantangan yang saya hadapi selama menekuni ilmu di bidang IT yakni ketika mempelajari sesuatu hal baru karena IT sangat cepat berkembang dan terkadang kurangnya referensi dan dokumentasi yang ada dalam menguasai teknologi baru itu" kata Mbak Mut.

Kiat-kiat dalam berprestasi dan berkarir di bidang IT seperti yang dispill Mbak Mut yakni mengikuti komunitas IT, memiliki kemauan belajar hal baru, dan harus ada praktik setelah mempelajari IT.

Dalam Berkarir, Perempuan Memiliki Peluang yang Sama

Seusai menempuh pendidikan TI selama 3,5 tahun, Mbak Mut kini bekerja di perusahaan Teknologi multinasional. Tidak lama setelah wisuda Mbak Mut sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai, Mbak Mut juga tidak merasakan adanya diskriminasi gender yang terjadi, "Yang terpenting skill dan kemauan dalam belajar" tuturnya.

Dengan prospek bidang IT yang tinggi, Mbak Mut juga mendapat dukungan keluarga, teman dan lingkunganya untuk berkarir di bidang IT tanpa memandang gender lho!

Bagi wanita yang ingin berkarir di bidang IT, Mbak Mut berpesan bahwa "Pada intinya adalah, konsisten, tekun, pantang menyerah dan terus belajar. Dengan nilai-nilai tersebut, semua bisa dicapai, tanpa melihat gender. Jangan pernah merasa bahwa karir ditentukan oleh gender, karena pencapaian bermula dari ketekunan".

Selain itu keterampilan di bidang IT merupakan keterampilan yang worth it (sepadan) dalam menghadapi distrupsi teknologi dalam bidang pekerjaan.

"Karena seiring berkembangnya zaman,  maka semakin banyak pula teknologi yang diciptakan guna mempermudah kegiatan manusia. Dalam menciptakan teknologi tersebut salah satu skill yang harus dimiliki adalah skill IT" Tutur Mbak Mut.

Keterampilan teknologi merupakan keterampilan utama dalam menghadapi distrupsi teknologi dan revolusi industri 4.0. Nah bagi GoodMates yang ingin berprestasi dan berkarir dalam bidang IT tidak perlu khawatir akan adanya diskriminasi atau perbedaan gender, Mbak Mut merupakan teladan yang dapat kita ikuti dan bukti bahwa gender tidak mempengaruhi pilihan atau kelancaran dalam menggeluti prestasi dan karir.

 

Referensi: Kemenkominfo | The Jakarta Post | Fimela | Wawancara

Dwi Ahmad Dzulhijjah
Lifelong Learner, Mahasiswa

Saya adalah seorang Pembelajar Sepanjang Hayat