Waspada Skoliosis dan Bahayanya bagi Kesehatan
Ilustrasi Skoliosis | Foto: Karolina Grabowska

#FutureSkillsGNFI

Apakah kamu pernah mendengar tentang penyakit skoliosis? Apa penyebabnya dan bagaimana penyakit ini bisa terjadi? Nah, dalam artikel ini, kamu akan menerima informasi pemaparan terkait skoliosis dan bahayanya bagi kesehatan.

Kebiasaan duduk sehari-hari ternyata berpengaruh dengan postur badan kita. Dari gaya duduk, kita dapat mengetahui seseorang yang menderita penyakit kelainan tulang punggung.

Hal ini karena gaya duduk yang membungkuk, gaya yang miring ke kanan ke kiri, gaya duduk tegap dapat berpengaruh pula pada postur badan. Apabila seseorang membiasakan untuk duduk tegap, bentuk postur tubuh normal akan tampak.

Namun sebaliknya, jika seseorang sering duduk asal-asalan dan cenderung membungkuk, akan mengubah postur tubuh menjadi tidak sempurna, seperti bengkok ke depan, ke belakang, dan ke samping.

Mengenal Skoliosis

Ilustrasi skoliosis | Foto: Kindel Media

Postur tubuh yang tidak sempurna dapat teridentifikasi dalam tiga jenis, yakni lordosis, kifosis, dan skoliosis. Akan tetapi, kali ini yang akan kita bahas adalah skoliosis. Skoliosis merupakan kondisi kelainan tulang, saat tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal.

Baca juga: Melihat Eksistensi Organisasi Saat Pandemi

Kondisi tulang yang tidak normal tersebut dapat kita kenali melalui adanya gejala-gejala yang muncul. Di antaranya penderita skoliosis mengalami nyeri pada punggung, sesak napas, serta salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol dan satu lagi terlihat tidak normal.

Tak hanya itu, panjang kaki juga menjadi tidak sama, posisi salah satu bahu lebih tinggi, dan membuat tubuh condong ke sisi tertentu. Kelainan skoliosis lebih sering wanita alami. Meskipun begitu, tetap terdapat laki-laki yang menderita kelainan tersebut.

Kelainan skoliosis ini biasanya terjadi pada saat berumur 10--15 tahun, yaitu masa-masa saat pertumbuhan tulang sedang terjadi. Setelah beranjak dewasa, kondisi tersebut akan tetap sama. Namun, risikonya dapat berkurang dengan melakukan hal-hal tertentu.

Skoliosis dapat menyebabkan penderitanya sesak napas, nyeri punggung belakang, masalah jantung, masalah saraf, gangguan psikologis, bahkan hingga risiko meninggal. Kelainan tulang yang menyebabkan penampilan seseorang menjadi tidak sempurna ini dapat mengakibatkan gangguan psikologis, seperti stress, depresi, dan insecure.

Sementara itu, kondisi tulang yang menekan organ dalam akan berpotensi mengganggu kinerja organ-organ vital dekatnya. Hal tersebut dapat menyebabkan penyakit lain yang akan terjadi, yakni komplikasi.

Para penderitanya pun kerap mengalami pegal-pegal, mudah capek, dan tidak betah untuk duduk yang lama. Di kalangan anak muda masa kini, keluhan tersebut sering kita kenal sebagai remaja jompo. Hal ini karena skoliosis berkaitan dengan istilah remaja jompo ini kerap kali para pelajar, mahasiswa, hingga pekerja alami.

Baca juga: Kegiatan Produktif yang Bisa Bikin Mahasiswa Glow Up

Kurangi Tingkat Keparahan Skoliosis

Ilustrasi skoliosis | Foto: Kindel Media

Kelainan skoliosis ini ternyata tidak bisa sembuh. Akan tetapi, hanya bisa berkurang rasa sakit yang akan timbul serta menghindari penambahan derajat keparahannya.

Beberapa tips yang dapat penderita skoliosis lakukan antara lain melakukan check up setiap enam bulan sekali, rutin melakukan olahraga renang, plank, melakukan fisioterapi minimal seminggu sekali, dan pemakaian korset skoliosis.

Baca juga: Cara Cermat Atur Keuangan Anti Boros

Selain itu, apabila memiliki dana yang cukup banyak, penderita skoliosis dengan derajat yang sudah parah dapat mengambil langkah operasi. Namun, biaya untuk proses operasi dan pemulihan pascaoperasi ini tidaklah sedikit. Biayanya bisa mencapai ratusan juta.

Maka dari itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebagai anak muda kita juga harus menjaga kesehatan dengan berolah raga, makan makanan bergizi, serta menjaga kebiasaan duduk yang benar agar terhindar dari penyakit skoliosis ini.

Referensi: Halodoc | Mayoclinic | Medical News Today