Waspadai Daddy Issue pada Wanita!
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

#FutureSkillsGNFI

Goodmates pasti pernah mendengar istilah Daddy Issue, tetapi belum memahami arti seluruhnya. Sekarang ini, istilah Daddy Issue sedang naik daun di bicaran banyak orang baik generasi milenial maupun generasi Z. Banyak yang menganggap istilah ini dialami oleh wanita, tetapi nyatanya Daddy Issue dapat terjadi pada siapa saja.

Untuk memahami lebih lengkap apa itu Daddy Issue, bagaimana cirinya dan apa saja cara untuk mengatasinya dakan diulas berikut ini.

Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Pengertian Daddy Issue

Daddy issues merupakan pengaruh psikologis yang dialami seseorang lantaran ia mempunyai hubungan yang tidak sehat dan kurang harmonis dengan ayahnya, atau bahkan tidak merasakan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya.

Kehadiran sosok ayah memiliki peran yang sangat krusial dalam perkembangan psikologis dan sosial seorang anak. Ini karena pola ikatan antara ayah dan anak yang terbentuk sejak kecil akan memengaruhi cara anak menciptakan interaksi dengan orang lain di masa depan.

Beberapa riset menunjukkan, anak yang mempunyai ikatan yang sehat dengan ayah dan ibunya biasanya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, lebih cerdas, dan memiliki empati serta karakter yang baik. Sebaliknya, ikatan ayah dan anak yang kurang baik berisiko membuat anak sulit mempercayai orang lain, ingin selalu mencari perhatian, dan haus kasih sayang.

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari ayahnya juga lebih berisiko terjebak dalam toxic relationship. Nah, kondisi inilah yang disebut daddy issue.

Seseorang berisiko mengalami daddy issue bila ia mempunyai seorang ayah yang bersifat dingin, ditinggal mati oleh ayah ketika masa anak-anak, atau terjebak dalam hubungan yang toxic dengan ayahnya.

Sementara itu, faktor tertentu, seperti gangguan kepribadian, depresi, atau toxic masculinity pada sang ayah, juga bisa membuat hubungannya dengan anak-anaknya menjadi kurang harmonis, sehingga membuat anak berisiko mengalami daddy issue.

Ciri Mengalami Daddy Issue

Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Menurut riset hubungan antara orang tua dan anak yang buruk dapat memengaruhi pola pikir, sikap, karakter, dan perilaku seseorang. Selain itu, daddy issues dapat memengaruhi hubungan romantis atau percintaan orang yang mengalaminya.

Berikut ini merupakan ciri seseorang mengalami daddy issue yang perlu kita waspadai:

  1. Tertarik pada orang yang lebih tua
  2. Selalu butuh kepastian dan perhatian
  3. Cenderung bersifat posesif
  4. Tidak suka sendiri dan mudah kesepian

Cara Atasi Daddy Issuess

Kehidupan kita tidak perlu sempurna, atasi gejala Daddy Issue tersebut dengan langkah-langkah berikut:

happy family:Pexels
  1. Temukan Sosok Ayah Baru

Pertama cari tahu sumber Daddy Issue kemudian temukan titk kekecawaan yang selalu menghantui benak kita dengan pelan-pelan. Setelah itu, cari tahu sosok seperti apa figure seorang ayah yang kamu inginkan. Meskipun demikian, tetap bersyukur dan ingat selalu banyak orang terkasih ynag selalu ada untuk kita, sehingga kita dapat terus berkembang tanpa bayang-bayang daddy issue.

  1. Jangan Hanya Fokus pada Daddy Issues Dalam Diri

Saat memiliki daddy issue banyak orang sering hanya berfokus pada kekurangan akan sosok seorang figure ayah dan tidak sadar akan perlakukanlaki-laki baik lainnya. Kita hanya perlu memberanikan diri dan mencoba melihat persoalan dari berbagai sisi. berusahalah untuk lebih terbuka tanpa prlu menghakimi dahulu.

  1. Ketahui yang Kamu Inginkan dari Sebuah Hubungan

Tanya diri sendiri apa yang diingkinkan dari sebuah hubuungan. Buat pertanyaan pertanyaan untuk mengenal diri sendiri, seperti ingin diperlakukan seperti apa terhadap pasangan atau sebaliknya ingin memperlakukan pasangan seperti apa.

  1. Meminta Nasehat Teman

Dengan meminta nasihat dari teman dekat akan mendapatkan perspektif baru yang mampu membantu keluar dari keterpurukan.

  1. Meminta Bantuan Profesional

Terakhir apabila tidak menemukan solusi, yaitu dengan mengunjungi psikolog dan mintalah bantuan secara profesional. Tak salah meminta bantuan psikolog, malah akan mendapatkan penanganan tepat atas permasalahan yang selama ini dialami.

 

Referensi: Alodokter | Kompas | Tirto