Yuk, Maksimalkan Profil LinkedIn Kamu!
Ilustrasi Bekerja © Unsplash/Avel Chuklanov

Penting sekali untuk kita yang tengah mencari pekerjaan untuk menjadikan profil media sosial kita menjadi menarik dan menjual di mata orang lain. Media sosial yang disebut sebagai instrumen personal branding harus dibangun sedemikian rupa agar orang-orang mengetahui siapa kita.

Dikutip dari International Journal of Information Business and Management, personal branding adalah sebuah proses perencanaan yang dilakukan oleh seseorang untuk ‘memasarkan’ diri mereka sendiri. Seseorang harus dapat membangun identitas yang unik dan menarik sehingga dapat menonjol di antara identitas orang yang lainnya, sembari menyesuaikan dengan target pasar yang diharapkannya.

Personal branding juga mencakup pengelolaan perilaku serta komunikasi dengan eksternal. Setelah dirasa personal branding dibangun dengan baik, maka seseorang dapat mengevaluasi citra yang sudah dibentuk sehingga seseorang dapat bersaing dengan para kompetitornya.

Dengan adanya personal branding yang baik, tawaran-tawaran akan berdatangan untuk mengajakmu bekerja sama. Karena itulah, personal branding adalah usaha seseorang dalam meningkatkan modal sosial mereka melalui visibilitas dan ketenaran dan akses ke kesuksesan.

Salah satu instrumen media sosial yang paling membutuhkan branding yang kuat terutama ketika kamu hendak melamar pekerjaan adalah LinkedIn. LinkedIn merupakan aplikasi berjejaring profesional untuk menghubungkan dan memperkuat hubungan profesional, yang dapat digunakan untuk menemukan pekerjaan yang tepat atau magang. Bagi kamu yang masih asing dengan aplikasi ini, kamu bisa mengunduhnya baik di laptop maupun handphone.

Banyak Human Resources (HR) yang mencari anggota melalui LinkedIn karena LinkedIn dinilai sebagai media yang efektif dalam mencari anggota sesuai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Hanya perlu membuka profilmu, maka riwayat pengalamanmu, pendidikanmu, keahlianmu, bisa ditemukan.

Tidak bisa dipungkiri, banyak sekali cerita mengenai seorang direktur yang merekrut anggotanya melalui direct message LinkedIn. Selain itu, di LinkedIn kamu juga dapat melamar pekerjaan secara langsung dan langsung mendapatkan panggilan interview.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan personal branding yang kuat di LinkedIn, loh! Untuk itu, dalam membuat profil yang menarik dan menjual dengan kuatnya personal branding, kamu dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

Gunakan foto profil profesional

Foto: Unsplash/Cody Lannom

Berbeda dengan akun Instagram ataupun akun TikTok milikmu, foto profil LinkedIn harus menggunakan foto profil yang profesional. Tidak ada peraturan dalam menetapkan foto profil apa yang kamu gunakan, memang.

Akan tetapi, ini adalah salah satu tips jitu yang dapat kamu gunakan sehingga HR dapat melirik profilmu karena foto yang profesional juga mencerminkan diri yang profesional. Profesional yang dimaksud di sini adalah foto dengan kualitas tinggi, menampakkan wajahmu secara jelas, sopan, dan rapi.

Buat headline yang menceritakan kualifikasi menarik dari dirimu

Nama dan jabatan memang penting untuk kamu cantumkan di headline, tetapi kamu juga bisa menambahkan spesialisasi, keahlian, yang sesuai dengan bidang kamu. Misalnya, kamu mendapatkan nilai lebih di bidang yang kamu geluti, maka kamu bisa cantumkan nilai tersebut di headline dan menjadikan branding sebagai orang yang expert di bidangnya.

Ceritakan dirimu secara singkat LinkedIn summary

LinkedIn summary adalah bagian yang berbentuk seperti bio pada akun LinkedIn milikmu. Tuliskan pengalaman kerja atau organisasi, pencapaian paling membanggakan, passion, kelebihan yang dimiliki, hard skill dan soft skill.

Secara singkat, padat, dan jelas. Tidak perlu panjang-panjang, cukup intinya saja karena penjelasan yang lebih rinci dan mendetail dapat kamu cantumkan di bagian selanjutnya.

Tuliskan daftar pengalamanmu

Foto: Unsplash/Digitaloen

Banyak profil LinkedIn yang hanya mencantumkan pengalaman kerja atau organisasinya tanpa menjelaskan apa yang telah mereka lakukan atau capai di sana. Pastikan punyamu tidak demikian, dengan menuliskan deskripsi, tanggung jawab, serta capaian secara singkat tetapi merangkum apa yang kamu lakukan saat ditempatkan dalam posisi tersebut.

Unggah hasil karyamu

Hasil karya yang kamu unggah di dalam profilmu berperan sebagai bukti atas apa yang telah kamu cantumkan di bagian pengalaman, summary, maupun headline. Contoh karya-karya tersebut bisa berupa kumpulan tulisanmu ketika kamu merupakan orang yang berpengalaman dalam bidang kepenulisan.

Selain itu, apabila kamu merupakan orang yang berpengalaman dalam hal desain grafis, kamu bisa mengunggah karya desain terbaikmu. Cukup yang terbaik saja, tidak perlu seluruhnya.

Mengaplikasikan ini ke dalam profil LinkedIn kamu merupakan hal yang seru, bukan? Dengan ini, kamu juga dapat mengenal dan menilai diri kamu jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Satu hal yang perlu diingat, mencantumkan hal yang menarik dan menjual dalam diri kamu memang hal yang penting, tetapi tetap utamakan kejujuran, ya! Selamat membangun personal branding milikmu.

Referensi: Detak Pustaka | Halo Karier | International Journal of Information Business and Management | LinkedIn