Zylch: Cangkir Kekinian untuk Menyelamatkan Lingkungan
Zylch, cangkir zero waste | Foto: Gadget Flow

Zlych merupakan nama dari produk cangkir reusable yang memiliki beragam keunggulan. Memiliki tujuan untuk menyelamatkan lingkungan, Zylch menjadi salah satu inovasi yang cerdas di era ini.

Kita tidak bisa memungkiri tingginya sampah dari berbagai kegiatan sehari-hari. Zylch sendiri menyorot gaya hidup minum kopi, yang ternyata menghasilkan sampah cangkir kertas hingga 500 miliar per tahun di seluruh dunia. Jumlah yang fantastis, bukan?

Dari total sampah tersebut, hanya sekitar 1 persen yang berhasil melalui proses daur ulang. Sementara, 99 persen sisanya berakhir di lautan dan mengancam kehidupan biota laut, seperti ikan dan terumbu karang. Mikroplastiknya pun memiliki potensi untuk masuk di rantai makanan kita dan mengontaminasi makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Duh!

Sebagai upaya mengatasi bahaya itu, teknologi Zylch hadir dengan mengusung konsep zero waste. Melansir dari kompas, zero waste adalah gaya hidup mengurangi sampah dengan melakukan daur ulang, mengurangi penggunaan sampah, hingga menggunakan barang kembali.

Teknologi Baru Atasi Sampah Industri Kopi

Minum kopi dengan cangkir Zylch | Foto: Indiegogo

Tergolong barang baru, ide tentang produk ini lahir pada November 2020 lalu. Setelah melalui berbagai proses, kampanye dan produksinya baru mulai pada Februari 2022. Meski begitu, kehadiran Zylch merupakan angin segar di tengah pesatnya industri gerai kopi saat ini.

Baca juga: Gawat! Kapas Sekali Pakai Ancam Kesehatan dan Lingkungan

Tentunya Goodmates familiar dengan berbagai macam gerai kopi terkini. Selain mengubah pola konsumsi masyarakat, kehadiran gerai kopi memiliki efek negatif terhadap lingkungan. Bayangkan saja jika ada 1 orang yang membeli kopi setiap pagi, sudah ada sekitar 365 sampah cangkir per tahunnya.

Namun, bila banyak orang mulai mempertimbangkan untuk mulai membawa cangkir reusable, itu akan menekan tingginya sampah yang mencemari lingkungan kita saat ini. Dampaknya pun akan lebih jauh lagi, kita akan hidup lebih sehat dan bumi semakin terjaga.

Zylch Memiliki Banyak Keunggulan

Zylch memiliki desain yang ergonomis | Foto: Yanko Design

Sebenarnya, Azylch bukan produk cangkir reusable pertama di pasaran. Sebelumnya, sudah ada produk serupa yang bermunculan. Namun, produk-produk tersebut kebanyakan memiliki desain tebal dan besar sehingga kurang efisien.

Selain itu, sebagian besar produk menggunakan bahan silikon yang sering meninggalkan bau meski sudah tercuci beberapa kali. Adanya bau juga mengindikasi banyaknya bakteri yang bersarang dalam cangkir. Hal inilah yang membuat banyak orang jadi malas untuk menggunakan cangkir reusable, dan tetap memilih cangkir kertas sekali pakai agar lebih nyaman.

Baca juga: Benarkah Sabun Batang Lebih Ramah Lingkungan?

Sementara itu, Zylch memiliki desain ergonomis yang bisa kamu lipat dan masuk kantong atau tas kecil. Hal ini memungkinkan pengguna untuk minum kopi di perjalanan atau saat naik gunung sekalipun. Menggunakan bahan stainless, Zylch tidak akan meninggalkan bau, bebas bakteri, dan mudah untuk bersih.

Komitmen Zylch Menjaga Lingkungan

Ilustrasi menanam pohon | Foto: Ron Lach/Pexels

Vandita Joshi selaku wirausaha dan pegiat zero waste, pelopor dari Zylch menyatakan bahwa setiap cangkir Zylch akan mengurangi sampah cangkir kertas hingga 350 buah per tahunnya. Tak hanya itu, produksinya juga memiliki komitmen untuk menanam 1 pohon dari setiap pembelian Zylch.

Baca juga: Mengenal Konsep Green Building dan Penerapannya di Indonesia

Saat ini, perusahaan yang memproduksi Zylch masih memasarkan produk ini dari negara asalnya, Amerika Serikat. Mereka membanderol Zylch dengan harga sekitar $19 atau Rp272.000 untuk satu gelas Zylch.

Lebih dari sekadar misi menyelamatkan lingkungan, kehadiran inovasi kreatif dari gelas Zylch juga memiliki potensi untuk mengubah gaya hidup masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat juga jadi sadar bahwa lingkungan butuh terjaga dengan baik.

Referensi: Indiegogo | Yanko Design