Apple secara mengejutkan resmi meluncurkan MacBook Neo, lini laptop terbaru yang kini memegang predikat sebagai komputer portabel paling terjangkau dalam sejarah perusahaan. Dibanderol dengan harga mulai dari US$ 599 atau sekitar Rp 10,1 juta, perangkat ini dirancang untuk mendominasi pasar entry-level yang selama ini dikuasai oleh Chromebook dan laptop Windows kelas menengah.
Dalam pengumuman resminya pada Rabu (4/3/2026), Apple mengonfirmasi bahwa MacBook Neo sudah dapat dipesan melalui sistem pre-order dan akan tersedia secara luas di gerai ritel mulai 11 Maret 2026. Kehadiran model ini melengkapi jajaran laptop Apple yang kini terdiri dari seri Pro untuk profesional, seri Air untuk mobilitas premium, dan seri Neo untuk efisiensi harga.
Daftar Harga MacBook Neo Berdasarkan Varian
Apple menawarkan dua konfigurasi utama untuk MacBook Neo guna memenuhi kebutuhan penyimpanan pengguna yang berbeda:
| Varian Model | Kapasitas | Fitur Tambahan | Estimasi Harga (IDR) |
| MacBook Neo Base | 8GB RAM / 256GB SSD | Magic Keyboard | Rp 10.100.000 |
| MacBook Neo Plus | 8GB RAM / 512GB SSD | Touch ID & Magic Keyboard | Rp 11.800.000 |
Catatan: Konversi berdasarkan kurs Rp 16.800/USD. Harga di Indonesia mungkin sedikit berbeda tergantung kebijakan distributor resmi (iBox/Digimap).
Khusus untuk sektor pendidikan, Apple memberikan potongan harga tambahan bagi pelajar dan pengajar, dengan harga mulai dari US$ 499 (sekitar Rp 8,4 juta), menjadikannya opsi paling kompetitif untuk kebutuhan akademis.
Spesifikasi Utama: Mengusung Kekuatan iPhone ke Laptop
Berbeda dengan seri Air yang menggunakan chip M-Series, MacBook Neo menjadi laptop pertama Apple yang ditenagai oleh chip A18 Pro. Chip yang sebelumnya sukses memulai debutnya di iPhone 16 Pro ini membawa performa yang sangat efisien untuk penggunaan harian.
Dibangun dengan fabrikasi 3nm, A18 Pro pada MacBook Neo memiliki CPU 6-core dan GPU 5-core yang diklaim 50 persen lebih cepat dibandingkan laptop PC dengan prosesor Intel Core Ultra 5 generasi terbaru. Selain itu, Neural Engine 16-core di dalamnya mampu menangani tugas berbasis AI (on-device AI) hingga 3 kali lebih cepat, sangat mendukung fitur Apple Intelligence yang disematkan pada sistem operasi terbaru, macOS Tahoe.
Secara visual, MacBook Neo mengusung layar Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel dan tingkat kecerahan 500 nits. Apple tetap mempertahankan desain fanless (tanpa kipas) yang membuat laptop ini bekerja sepenuhnya senyap, dengan daya tahan baterai hingga 16 jam untuk penggunaan web nirkabel.
Desain dan Konektivitas
Dari sisi estetika, MacBook Neo tampil lebih berwarna dengan empat pilihan gaya: Silver, Blush (pink), Citrus (kuning), dan Indigo (biru). Dengan bobot hanya 1,2 kg, perangkat ini memiliki durabilitas tinggi berkat bodi aluminium daur ulang.
Untuk urusan konektivitas, Apple menyematkan dua port USB-C (mendukung DisplayPort melalui port kiri), jack headphone 3,5 mm, Wi-Fi 6E, dan Bluetooth 6. Kamera depan FaceTime HD 1080p juga disematkan untuk mendukung kebutuhan rapat virtual dengan kualitas audio yang jernih melalui sistem dual microphone.
Kehadiran MacBook Neo dengan harga di kisaran Rp 10 jutaan diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar laptop dunia, sekaligus memperluas ekosistem macOS ke segmen pengguna yang lebih luas dari sebelumnya.
