Kosmonaut Rusia Sukses Pasang Teleskop Surya di ISS

goodside
4 Min Read

Kru Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perawatan laboratorium orbital itu. Dua kosmonaut Rusia sukses menjalani misi berjalan di luar angkasa selama lebih dari enam jam untuk memasang teleskop surya canggih dan mengambil sampel eksperimen material langka yang hanya bisa diproduksi di gravitasi mikro.

Detail Misi Ekspedisi 74: Pemasangan dan Pengambilan Perangkat Sains

Komandan Ekspedisi 74 Sergey Kud-Sverchkov dan teknisi penerbangan Sergei Mikaev menghabiskan waktu tepat 6 jam 5 menit di kevakuman luar angkasa pada Rabu (27/5). Dalam aktivitas luar kendaraan (EVA) ini, fokus utama mereka tertuju pada segmen Rusia di ISS, khususnya modul servis Zvezda serta modul riset Poisk dan Nauka.

Misi ini merupakan pengalaman spacewalk kedua bagi Kud-Sverchkov dan menjadi debut perdana bagi Mikaev. Keberhasilan mereka menandai aksi berjalan di luar angkasa ke-279 dalam sejarah panjang perakitan dan pemeliharaan ISS yang telah berlangsung sejak 1998.

Mengintip Matahari Lebih Dekat: Teleskop Solntse-Teragerts

Tugas pertama yang dijalankan adalah memasang teleskop radiasi surya bernama Solntse-Teragerts di bagian luar modul Zvezda. Instrumen ini dirancang spesifik untuk mengamati dan mengumpulkan data terkait suar matahari (solar flares) yang memiliki energi sangat kuat.

Data yang dikumpulkan teleskop ini diharapkan mampu membantu para ilmuwan meningkatkan model prediksi cuaca antariksa. Dengan memahami aktivitas suar matahari pada berbagai frekuensi secara lebih akurat, kita bisa mengantisipasi dampaknya terhadap satelit dan infrastruktur teknologi di Bumi.

  • Target Operasi: Direncanakan berfungsi hingga tahun 2028.
  • Tujuan Sains: Memahami karakteristik suar matahari untuk melindungi astronot dan sistem komunikasi global.

Menambang Material Ultra-Murni dari Gravitasi Mikro

Setelah teleskop terpasang, kedua kosmonaut bergerak memanfaatkan Lengan Robotik Eropa (ERA) sepanjang 11,3 meter menuju modul Nauka. Di sana, mereka bertugas mengambil kaset berisi bahan semikonduktor dari eksperimen bernama Ekran-M.

Eksperimen ini memanfaatkan galium arsenida untuk membentuk lapisan ultra-murni dan ultra-tipis. Produksi material secanggih ini hanya mungkin dilakukan dalam lingkungan mikrogravitasi yang minim kontaminasi, menjadikannya sangat berharga bagi pengembangan teknologi chip dan sensor masa depan.

Tantangan Teknis dan Solusi di Orbit

Proses pengambilan sampel Ekran-M sempat diwarnai kendala teknis. Selain hilangnya sepasang tang di kevakuman, kegagalan perintah dari pusat kendali di Bumi untuk menggerakkan mekanisme internal perangkat sempat mengancam keberhasilan misi ini.

Namun, berkat ketenangan dan serangkaian solusi alternatif yang diterapkan langsung oleh Kud-Sverchkov dan Mikaev, sampel berharga itu akhirnya berhasil diamankan. Sampel tersebut kini dapat dibawa masuk ke dalam stasiun untuk dianalisis lebih lanjut oleh para peneliti.

Momen Personal dan Perawatan Modul Pendaratan

Selain tugas teknis yang berat, misi ini juga menyimpan momen personal. Di tengah tugasnya, kedua kosmonaut menyempatkan diri berfoto bersama logo peringatan ulang tahun ke-80 RKK Energia, biro desain legendaris Roscosmos. Kud-Sverchkov juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat untuk kota kelahirannya, St. Petersburg, yang sedang merayakan hari jadi.

Menjelang akhir misi, mereka bergeser ke modul Poisk untuk memeriksa antena pemandu Kurs pada pesawat kargo Progress MS-33. Antena tersebut sebelumnya gagal mengembang saat peluncuran Maret lalu, sehingga memaksa proses dok dilakukan secara manual. Pemeriksaan ini krusial untuk memastikan keamanan misi kargo selanjutnya.

Kesimpulan: Mengapa Perawatan ISS Tetap Krusial?

Keberhasilan spacewalk ini menegaskan bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional tetap menjadi platform vital untuk penelitian sains mutakhir yang tidak bisa direplikasi di Bumi. Dari pemantauan radiasi surya yang menjaga infrastruktur Bumi hingga fabrikasi semikonduktor ultra-murni, aktivitas di orbit rendah Bumi memberikan dampak langsung pada kemajuan teknologi dan keselamatan manusia. Di tengah misteri kosmos lainnya, seperti terungkapnya asal-usul sinyal radio aneh dari benturan medan magnet bintang mati (white dwarf dan red dwarf) oleh astronom menggunakan teleskop ASKAP, kegiatan manusia di ISS membuktikan bahwa kemampuan kita menyentuh luar angkasa secara fisik terus membuka jalan bagi pemahaman ilmiah yang lebih dalam.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *