Photo by Nic Wood on Pexels

Siap-siap, Harga Ponsel Terancam Naik dan HP Murah Makin Terbatas

Falah Malaika Az Zahra
Falah Malaika Az Zahra
Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga...

Kabar kurang menyenangkan bagi calon pembeli ponsel baru. Harga ponsel diprediksi akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat, sementara pilihan ponsel murah di pasaran akan semakin terbatas. Perkiraan ini muncul seiring dengan proyeksi lesunya produksi smartphone global sepanjang tahun 2026.

Proyeksi Suram Produksi Smartphone Global

Firma riset pasar TrendForce merilis laporan yang memproyeksikan penurunan signifikan pada produksi smartphone dunia. Total produksi diperkirakan hanya mencapai 1,051 miliar unit, atau turun sekitar 16,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Biaya produksi vendor smartphone terus dibebani oleh lonjakan harga memori yang tak kunjung reda. Meski pada kuartal pertama 2026 produksi masih relatif stabil di angka 284 juta unit, kondisi ini diperkirakan tidak akan bertahan lama.

Penyebab Utama: Krisis Harga Memori

Pada awal tahun, dampak kenaikan harga memori belum terlalu terasa karena banyak produsen masih memiliki stok komponen yang dibeli dengan harga lebih murah. Namun, TrendForce memperingatkan bahwa persediaan tersebut kini mulai menipis.

Akibatnya, mulai kuartal kedua 2026, vendor dipaksa membeli komponen memori dengan harga baru yang jauh lebih tinggi. Hal ini secara langsung menggerus margin keuntungan mereka. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin produsen akan berulang kali menaikkan harga jual smartphone untuk menjaga profitabilitas perusahaan.

Segmen Ponsel Murah Paling Terdampak

Dampak dari tekanan biaya ini diprediksi tidak akan merata. Vendor yang memiliki portofolio produk premium kuat dan dukungan finansial besar dinilai lebih mampu bertahan. Sebaliknya, produsen ponsel China yang banyak bermain di segmen harga terjangkau akan menghadapi situasi yang lebih sulit.

Merek-merek seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Transsion (induk dari Infinix, Tecno, dan Itel) kemungkinan akan menerapkan rencana produksi yang lebih konservatif. Karena margin keuntungan di kelas entry-level sangat tipis, kenaikan biaya komponen membuat segmen ponsel murah dan menengah menjadi yang paling rentan. Hal ini berpotensi membuat pilihan HP murah di pasaran semakin terbatas.

Posisi Aman Samsung dan Apple

Di tengah badai industri, dua raksasa teknologi, Samsung dan Apple, justru berada dalam posisi yang relatif lebih aman. Samsung berhasil mempertahankan posisinya sebagai produsen paling produktif dengan produksi mencapai 62,6 juta unit, naik 2,3 persen berkat persiapan stok lini Galaxy S terbaru.

Sementara itu, Apple mencatatkan lonjakan produksi hingga 19,7 persen menjadi 60,2 juta unit, didorong oleh peningkatan produksi iPhone generasi baru serta peluncuran iPhone 17e. Kekuatan finansial dan fokus pada produk premium membuat kedua perusahaan ini lebih mampu menyerap kenaikan biaya tanpa harus terburu-buru menaikkan harga secara drastis, sehingga berpeluang memperluas pangsa pasar saat kompetitor mengerem produksi.

Bagi konsumen, situasi ini menjadi sinyal untuk lebih cermat dalam merencanakan pembelian. Kenaikan harga ponsel tampaknya akan menjadi kenyataan yang tak terelakkan, terutama bagi mereka yang mengincar perangkat di segmen menengah ke bawah. Memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan waktu pembelian yang tepat bisa menjadi strategi untuk mendapatkan nilai terbaik di tengah gejolak industri ini.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *