Kors, Megan, dan Pesona yang Membuat Pesta Desainer Tak Terlupakan

goodside
3 Min Read

Michael Kors terus menjadi ikon dalam dunia mode dengan komitmen yang tulus terhadap keanekaragaman. Di tengah tren “kurus kembali” yang kembali muncul, ia menunjukkan bahwa kemewahan tidak harus terbatas pada ukuran tertentu. Filosofi ini terlihat jelas dalam pilihan model dan kolaborasi yang dilakukannya.

Pada Met Gala 2025 di New York, Michael Kors mengajak rapper peraih Grammy, Megan Thee Stallion, sebagai date-nya. Pemilihan ini bukan hanya sekadar untuk memperkuat citra merek, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh Kors. Ia ingin menunjukkan bahwa glamor adalah milik semua orang, tanpa batasan usia, ukuran, atau etnis.

Gaun yang Menggambarkan Keindahan dan Kekuatan

Untuk tema pameran tahun ini, “Superfine: Tailoring Black Style,” Kors dan Megan menciptakan visi yang kuat dan penuh makna. Mereka mengangkat kembali sosok-sosok kuat seperti Josephine Baker dan Eartha Kitt, dua tokoh penting dalam sejarah mode dan budaya.

Megan tampil dalam gaun custom dari Michael Kors Collection yang terbuat dari renda bunga perak berkilauan. Desain gaun ini memiliki potongan leher hati (sweetheart neckline) dan belahan tinggi yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Para perajin menghabiskan 670 jam untuk menjahit lebih dari 75.000 kristal secara individu, menciptakan siluet yang memancarkan pesona cabaret goddess modern.

Sentuhan Old Hollywood yang Dramatis

Untuk menambah kesan dramatis, Megan memadukan gaunnya dengan mantel bulu tiruan putih nan mewah dan train panjang yang megah. Tatanan rambut coiffed merah menyala dengan simpul-simpul dramatis dan ekor kuda yang menjuntai merupakan anggukan yang sempurna untuk Josephine Baker, sang Black dandy perempuan terhebat.

Kors sendiri hadir dalam tuksedo hitam klasik, tetapi fokus utama jelas pada Megan. Ia memerankan dandy feminin dengan swagger, drama, dan glamor yang luar biasa. Penampilan ini menunjukkan bahwa mode bisa menjadi bentuk ekspresi diri yang bebas dan inklusif.

Komitmen terhadap Inklusivitas

Keterlibatan Kors dengan Megan Thee Stallion, yang dikenal karena pesona tubuhnya yang percaya diri (Hot Girl Summer), menegaskan pendiriannya yang anti terhadap tren eksklusif dan size zero yang kembali merebak. Kors percaya bahwa setiap orang layak mendapatkan akses ke kemewahan dan keindahan mode.

“Kita semua memiliki keluarga. Kita semua mengenal orang-orang dari usia dan ukuran yang berbeda. Bukankah Anda ingin mereka semua diundang ke pesta [mode] ini? Bagi saya, begitulah seharusnya.”

Di panggung mode global, Kors tetap menjadi salah satu perancang warisan Amerika yang berkomitmen pada inklusivitas. Ia memastikan kemewahan yang ia ciptakan terasa dapat diakses dan relevan untuk beragam basis pelanggan, mulai dari first lady hingga bintang hip-hop global.

Pernyataan Fashion yang Jelas

Pilihan Megan sebagai date Met Gala 2025-nya adalah pernyataan fashion yang paling jelas: glamor adalah milik semua orang. Dengan penampilan yang memukau dan filosofi yang jelas, Michael Kors menunjukkan bahwa mode bisa menjadi alat untuk mempromosikan keberagaman dan inklusivitas. Ini adalah langkah penting dalam dunia yang sering kali terlalu fokus pada standar sempurna.

 

Share This Article
Leave a Comment