Menjelang penayangan perdana pada akhir Januari 2026, rumah produksi akhirnya merilis detail resmi mengenai daftar pemain film Kuyank. Fokus utama publik kini tertuju pada keterlibatan Rio Dewanto, yang menjanjikan sebuah transformasi akting paling gelap dalam kariernya melalui genre horor folklor. Film yang menjadi prekuel Saranjana: Kota Ghaib ini mempertemukan aktor watak papan atas dengan talenta muda berbakat untuk menghidupkan mitos paling ditakuti di tanah Borneo.
Dalam jajaran daftar pemain film Kuyank, Rio Dewanto didapuk sebagai pemeran utama bernama Badri. Badri digambarkan sebagai seorang pria pendatang yang memiliki ambisi besar namun terjebak dalam perjanjian kuno yang mengerikan. Penampilan Rio kali ini disebut-sebut sebagai titik balik drastis; ia harus menanggalkan citra “hero” yang selama ini melekat dan bertransformasi menjadi sosok yang rapuh sekaligus mengancam.
“Ini bukan sekadar film tentang hantu kepala terbang. Bagi saya, ini adalah studi karakter tentang keserakahan manusia,” ungkap Rio Dewanto saat sesi diskusi media di Jakarta Selatan. Rio dikabarkan melakukan observasi mendalam selama satu bulan di Kalimantan untuk mendalami dialek dan gestur pria lokal, serta menurunkan berat badan secara signifikan demi memperlihatkan sisi psikologis Badri yang tertekan oleh teror mistis di sekeliling istrinya.
Selain Rio, aktris pendatang baru Putri Intan Kasela memberikan kejutan dengan memerankan Rusmiati, istri Badri yang menjadi target utama makhluk Kuyank. Chemistry keduanya menjadi nyawa dalam film ini, menggambarkan dinamika suami-istri yang terjepit di antara cinta dan pengabdian pada sekte ilmu hitam. Kehadiran Putri Intan Kasela sebagai representasi talenta lokal Kalimantan menambah lapisan otentisitas yang kuat pada narasi yang dibangun sutradara Johansyah Jumberan.
Melengkapi daftar pemain film Kuyank, aktor laga legendaris Barry Prima turut hadir memerankan tokoh tetua desa yang misterius. Kehadiran Barry memberikan nuansa horor klasik yang kental, mengingatkan penonton pada era keemasan horor Indonesia namun dengan kemasan modern. Tak ketinggalan, Ochi Rosdiana dan Jolene Marie turut ambil bagian sebagai karakter kunci yang memegang rahasia besar di balik asal-usul kutukan yang menghantui desa tersebut.
Secara semantik, pemilihan pemain ini menunjukkan ambisi produser untuk membawa horor folklor ke level yang lebih bergengsi. Transformasi Rio Dewanto dalam horor folklor ini diharapkan mampu menarik audiens yang lebih luas, melampaui penggemar horor konvensional. Penggunaan teknik akting metode yang diterapkan Rio, dipadukan dengan efek praktis yang mengerikan, menciptakan standar baru dalam penggambaran karakter di jagat sinema horor nasional.
Film Kuyank tidak hanya menawarkan ketakutan visual melalui sosok makhluk penghisap janin, tetapi juga melalui performa akting yang solid dari para pemerannya. Dengan jajaran pemain yang memiliki reputasi kuat, film ini diprediksi akan mendominasi box office awal tahun 2026. Penonton kini tinggal menunggu waktu untuk menyaksikan bagaimana transformasi total Rio Dewanto dan seluruh pemain lainnya saat Kuyank mulai meneror layar lebar pada 29 Januari mendatang.
