Samsung kembali mengukuhkan posisinya di puncak hierarki smartphone global dengan peluncuran Samsung S26 Ultra. Memasuki kuartal pertama 2026, perangkat ini hadir bukan sekadar sebagai pembaruan rutin, melainkan sebuah lompatan besar dalam konvergensi antara teknologi seluler dan sinematografi profesional. Melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam dan sensor kamera generasi terbaru, S26 Ultra menjawab tuntutan tinggi para kreator konten dan pengguna profesional di seluruh dunia.
Lompatan Besar pada Sektor Kamera dan Sinematografi
Sebagai perangkat yang sering disebut sebagai “kamera saku terbaik”, Samsung S26 Ultra memperkenalkan sensor utama 320MP yang telah disempurnakan. Dalam pengujian kami, sensor ini mampu menangkap detail tekstur yang luar biasa, bahkan dalam kondisi pencahayaan ekstrem. Bagi pelaku industri film, fitur Cinematic Video 8K pada 120fps menjadi daya tarik utama. Kemampuan ini memungkinkan pengambilan gambar slow-motion berkualitas tinggi yang sebelumnya hanya bisa dicapai oleh kamera sinema kelas atas.
Samsung juga memperkenalkan fitur AI Director’s View yang telah ditingkatkan. Fitur ini tidak hanya memungkinkan pengambilan gambar dari berbagai lensa secara simultan, tetapi juga memberikan saran komposisi dan pencahayaan secara real-time berbasis data estetika film global. Hal ini membuat proses produksi video menjadi jauh lebih efisien bagi para jurnalis lapangan maupun vlogger.
Performa Monster dengan Chipset Snapdragon 8 Gen 5
Di balik layar, S26 Ultra ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Gen 5 (khusus edisi Galaxy) yang dibangun dengan arsitektur 2nm. Performa CPU meningkat 25% dibandingkan generasi sebelumnya, namun yang paling impresif adalah efisiensi energinya. Dalam penggunaan berat—termasuk editing video 4K langsung di perangkat dan bermain game AAA—suhu perangkat tetap stabil berkat sistem pendingin vapor chamber yang kini 30% lebih luas.
Layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,8 inci dengan peak brightness mencapai 3.000 nits memastikan visibilitas sempurna di bawah terik matahari. Teknologi refresh rate adaptif 1Hz hingga 144Hz memberikan transisi visual yang sangat halus, sebuah aspek krusial bagi kenyamanan mata saat melakukan kurasi konten visual dalam durasi lama.
Integrasi Galaxy AI yang Semakin Intuitif
Bukan lagi sekadar gimik, Galaxy AI pada S26 Ultra kini berfungsi sebagai asisten produksi pribadi. Fitur Live Translation kini mendukung lebih dari 30 bahasa dengan latensi hampir nol, mempermudah koordinasi internasional. Selain itu, fitur Generative Edit kini mampu mengisi latar belakang video yang hilang saat proses stabilization, sebuah inovasi yang sangat membantu dalam pascaproduksi cepat.
Baterai dan Ketahanan
Dengan kapasitas baterai 5.500 mAh dan pengisian daya cepat 65W, Samsung S26 Ultra mampu bertahan lebih dari 18 jam dalam penggunaan intensif. Penggunaan material Titanium Grade 5 pada bingkainya tidak hanya memberikan kesan mewah, tetapi juga ketahanan jatuh yang lebih baik, menjadikannya investasi jangka panjang yang solid.
Kesimpulan: Apakah Layak Dibeli?
Samsung S26 Ultra adalah jawaban bagi mereka yang menolak kompromi antara performa dan kreativitas. Dengan harga yang mulai stabil di pasar Indonesia, perangkat ini adalah “senjata” wajib bagi para profesional yang bergerak di bidang media, film, dan teknologi. Ia bukan sekadar telepon; ia adalah studio produksi dalam genggaman.
