Industri layar lebar Indonesia kembali diramaikan oleh genre horor yang mengangkat urban legend lokal lewat film terbaru, Alas Roban. Sejak penayangan perdana pekan lalu, rating film Alas Roban menjadi topik hangat di kalangan pencinta sinema. Memadukan mitos jalur angker di Jawa Tengah dengan sinematografi modern, film ini berhasil menarik perhatian ratusan ribu penonton dalam waktu singkat, meski menerima reaksi yang beragam dari para kritikus.
Berdasarkan data terbaru dari berbagai platform ulasan film, Alas Roban mendapatkan skor yang cukup kompetitif untuk genre horor lokal. Di situs IMDb, film ini mengantongi rating 7.2/10, sementara di platform agregator lokal, penonton memberikan nilai rata-rata 4/5. Angka ini menunjukkan bahwa secara umum, penonton merasa terhibur dengan sajian teror yang diberikan, walaupun beberapa kritikus menyoroti aspek kedalaman cerita.
Teror Visual yang Solid
Film ini mengisahkan perjalanan sekelompok anak muda yang terjebak di tengah hutan Alas Roban setelah kendaraan mereka mengalami kecelakaan misterius. Dari sisi penyutradaraan, sang sutradara berhasil membangun atmosfer yang sangat klaustrofobik dan menekan. Penggunaan color grading yang didominasi warna gelap dan dingin efektif memperkuat kesan angker jalur legendaris tersebut.
Banyak penonton memuji kualitas visual dan desain produksi. “Secara teknis, ini adalah salah satu film horor Indonesia dengan production value tertinggi tahun ini. Jump scare yang diberikan tidak hanya sekadar mengandalkan suara keras, tetapi juga penempatan entitas yang tak terduga,” ungkap salah satu ulasan kritikus film di media sosial.
Akting dan Narasi
Dari departemen akting, performa pemeran utama patut diacungi jempol. Transisi emosi dari rasa bingung hingga ketakutan yang histeris digambarkan dengan sangat natural, sehingga penonton bisa merasakan urgensi situasi yang dialami karakter. Namun, titik lemah yang sering muncul dalam ulasan adalah struktur naskah di babak ketiga. Beberapa penonton merasa penyelesaian konflik terasa terlalu cepat dan meninggalkan beberapa pertanyaan yang tidak terjawab (plot holes).
Meskipun demikian, rating film Alas Roban tetap stabil karena didorong oleh faktor rasa penasaran publik terhadap mitos Alas Roban itu sendiri. Film ini juga telah mendapatkan klasifikasi usia 17+ dari Lembaga Sensor Film (LSF) karena mengandung adegan kekerasan eksplisit dan intensitas horor yang tinggi, sehingga sangat disarankan bagi penonton dewasa.
Kesimpulan: Layakkah Ditonton?
Bagi Anda penggemar horor yang mencari pengalaman memacu adrenalin dengan visual yang memanjakan mata, Alas Roban adalah pilihan yang tepat. Meskipun naskahnya memiliki beberapa kekurangan, kualitas teknis dan akting para pemainnya mampu menutupi celah tersebut. Secara keseluruhan, film ini berhasil menaikkan standar horor berbasis legenda urban di Indonesia.
Saat ini, Alas Roban masih tayang di seluruh jaringan bioskop nasional seperti XXI, CGV, dan Cinepolis. Melihat tren penonton yang terus stabil, diperkirakan film ini akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan sebelum akhirnya beralih ke platform streaming digital.
