Vokalis Vicky Mono Kembali ke Burgerkill? Simak Fakta di Balik Kabar Reuni Sang Frontman

goodside
3 Min Read

Panggung musik metal tanah air kembali diguncang kabar mengejutkan. Mantan vokalis ikonik, Vicky Mono, dilaporkan kembali membangun sinergi dengan unit technical death metal asal Bandung, Burgerkill per 1 Februari 2026. Kabar ini memicu gelombang spekulasi di kalangan fans setia mereka, Begundal, mengenai status permanen sang vokalis di band yang telah membesarkan namanya tersebut.

Kabar kembalinya Vicky Mono ke lingkaran Burgerkill mulai menguat setelah sang frontman terlihat dalam beberapa sesi latihan dan dokumentasi terbaru band. Meski Burgerkill saat ini diperkuat oleh Ronald Alexander (eks-Carnivored), kehadiran Vicky disebut-sebut sebagai bagian dari proyek spesial atau perayaan momentum bersejarah band yang kini sudah berusia hampir tiga dekade.

Dinamika “Kepulangan” yang Dinanti

Apakah Vicky kembali sebagai anggota tetap? Hingga saat ini, manajemen Burgerkill belum merilis pernyataan tertulis mengenai perubahan formasi tetap. Namun, sinyal kolaborasi ini ditangkap sebagai upaya rekonsiliasi artistik setelah Vicky memutuskan hengkang pada tahun 2021 lalu karena alasan personal.

Kembalinya Vicky ke atas panggung bersama Agung Hellfrog dan kawan-kawan membawa angin segar bagi penggemar era album Venomous dan Adamantine. Karakter vokal Vicky yang eksploratif—memadukan growl maut dengan clean vocal yang megah—dianggap sebagai salah satu identitas yang melekat kuat pada DNA Burgerkill pasca-era almarhum Ivan Scumbag.

Transisi dan Adaptasi Skena

Kehadiran kembali Vicky tentu memunculkan pertanyaan mengenai posisi Ronald Alexander. Ronald, yang bergabung sejak 2021, telah membuktikan taringnya lewat single “Roar of Chaos” dan tur internasional yang sukses. Namun, dalam industri musik ekstrem, model “dua vokalis” atau “reuni spesial” bukanlah hal baru.

Analisa semantik dari komentar-komentar di media sosial menunjukkan bahwa audiens tidak dalam posisi “memilih A atau B”, melainkan lebih kepada merayakan bersatunya kembali keluarga besar Burgerkill. Secara industri, momen ini merupakan strategi brilian untuk meningkatkan engagement dan nilai jual band di festival-festival besar mendatang.

Warisan yang Terus Berlanjut

Sedikit menilik ke belakang, Vicky Mono bergabung dengan Burgerkill pada tahun 2007 melalui proses audisi yang ketat untuk mengisi kekosongan setelah wafatnya Ivan Scumbag. Selama 14 tahun perjalanannya, ia berhasil membawa Burgerkill meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Metal Hammer Golden Gods Awards.

Perpisahan mereka di tahun 2021 sempat disayangkan banyak pihak karena dianggap terjadi di tengah produktivitas band yang sedang tinggi. Kini, dengan kembalinya Vicky ke radar Burgerkill, skena musik keras Indonesia seolah mendapatkan kembali salah satu kepingan puzzle terpentingnya.

Apakah ini akan berujung pada album baru dengan formasi ganda, atau sekadar tur nostalgia? Yang pasti, Burgerkill sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar band, melainkan institusi musik yang mampu mengelola dinamika internalnya menjadi sebuah karya yang dinantikan publik.

Share This Article
Leave a Comment