Bukan Sekadar Blockbuster, Inilah 5 Kelemahan Redmi Note 15 Pro yang Wajib Diwaspadai!

goodside
4 Min Read

Layaknya film sekuel yang selalu menjanjikan ledakan lebih besar, Xiaomi resmi merilis Redmi Note 15 Pro di pasar Indonesia dengan spesifikasi di atas kertas yang mengintimidasi. Namun, bagi Anda yang mencari kesempurnaan tanpa cela, perangkat ini ternyata masih menyimpan beberapa “cacat produksi” yang bisa menjadi deal-breaker.

Meskipun hadir dengan durabilitas ekstrem bersertifikat IP69K dan sensor kamera utama yang mampu menangkap detail setajam sinematografi 4K, Redmi Note 15 Pro bukanlah pahlawan tanpa kelemahan. Berdasarkan pengujian intensif dan laporan pengguna di awal Februari 2026, berikut adalah poin-poin kritis yang perlu Anda pertimbangkan.

1. Masalah “Slow-Mo” pada Pengisian Daya

Salah satu aspek yang paling kontradiktif adalah kombinasi baterai silikon-karbon raksasa 6.580 mAh dengan sistem pengisian daya yang hanya 45W. Di saat kompetitor di kelas harga Rp4 jutaan sudah mulai mengadopsi fast charging 67W hingga 120W, Redmi Note 15 Pro terasa seperti film dengan durasi terlalu panjang tanpa jeda iklan. Mengisi daya dari 0% hingga penuh membutuhkan waktu lebih dari 70 menit—sebuah “adegan membosankan” bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

2. “Supporting Cast” Kamera yang Kurang Berjiwa

Jangan tertipu oleh angka 200MP pada kamera utama. Masalah klasik Xiaomi kembali terulang: ketimpangan kualitas antara sensor utama dengan lensa pendamping. Kamera ultra-wide 8MP dan makro 2MP di ponsel ini terasa seperti pemeran figuran yang kurang latihan. Hasil fotonya seringkali mengalami noise berlebih dan perbedaan temperatur warna yang mencolok dibandingkan kamera utamanya, membuat transisi antar lensa terasa kurang mulus.

3. Isu Stabilitas pada HyperOS 3.0

Sistem operasi terbaru, HyperOS 3.0, memang membawa segudang fitur AI, namun belum sepenuhnya bebas dari “script error”. Beberapa pengguna melaporkan adanya stutter (patah-patah) pada animasi UI saat melakukan multitasking berat. Selain itu, manajemen bloatware atau aplikasi bawaan yang masih cukup masif membuat pengalaman pengguna terasa sedikit terintrusi oleh “iklan yang tidak diinginkan”.

4. Hilangnya “Fitur Nostalgia”

Bagi pengguna setia, absennya slot microSD dan jack audio 3.5mm adalah kehilangan besar. Xiaomi nampaknya ingin memaksa penonton untuk berpindah ke ekosistem TWS dan penyimpanan cloud. Bagi Anda yang memiliki koleksi musik resolusi tinggi di memori eksternal atau lebih suka menggunakan earphone kabel tanpa dongle, absennya dua fitur ini adalah antagonis utama dalam keseharian Anda.

5. Dimensi yang Terlalu “Wide”

Dengan layar AMOLED 6,83 inci, Redmi Note 15 Pro adalah perangkat yang bongsor. Meskipun memberikan pengalaman visual yang imersif seperti layar IMAX, ukurannya membuat pengoperasian dengan satu tangan menjadi tantangan tersendiri. Bagi mereka yang memiliki tangan mungil, ponsel ini mungkin akan terasa lebih seperti memegang tablet mini daripada sebuah smartphone.

Tabel Ringkasan: Spesifikasi vs Realita

Fitur UtamaJanji PemasaranRealita/Kelemahan
Baterai6.580 mAh (Tahan 2 Hari)Pengisian 45W Terasa Lambat
Kamera200MP Ultimate ClarityLensa Ultra-wide 8MP Mengecewakan
KetahananIP69K (Anti Air & Banting)Dimensi Berat dan Sulit Digenggam
SoftwareHyperOS 3.0 (Smart AI)Masih Ada Bug UI & Bloatware

Redmi Note 15 Pro adalah ponsel dengan performa “protagonis” berkat Dimensity 7400-Ultra, namun kelemahan di sektor kecepatan pengisian daya dan kamera sekunder membuatnya belum bisa meraih predikat Best Picture di kelas menengah tahun ini.

Share This Article
Leave a Comment