Memasuki awal Februari 2026, jagat teknologi kembali dihangatkan dengan munculnya identitas resmi Sony Xperia 1 VIII dalam basis data IMEI global. Perangkat yang membawa kode “XQ-GE” ini diposisikan sebagai penantang utama bagi Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max. Namun, dibalik spesifikasi di atas kertas yang menggiurkan, terdapat poin-poin krusial mengenai keunggulan dan kelemahan Sony Xperia 1 VIII yang perlu dipahami sebelum Anda memutuskan untuk merogoh kocek lebih dalam.
Keunggulan: Performa Tanpa Kompromi dan Loyalitas Fitur
Poin utama yang menjadi keunggulan absolut Xperia 1 VIII adalah integrasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Berbeda dengan produsen lain yang mulai membatasi performa demi suhu, Sony memberikan keleluasaan bagi pengguna profesional untuk memacu prosesor ini dalam aktivitas rendering video 4K langsung di perangkat.
Di sektor fotografi, Sony tetap menjadi “raja” bagi mereka yang menginginkan kendali manual. Penggunaan sensor Exmor-T generasi terbaru pada ketiga lensa belakangnya memastikan konsistensi warna yang luar biasa. Fitur Real-time Tracking yang kini ditenagai AI dari lini kamera Alpha terbaru membuat penguncian fokus pada mata objek menjadi instan, bahkan dalam kondisi pencahayaan ekstrim sekalipun.
Satu keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor utamanya adalah keberlanjutan fitur klasik. Di tahun 2026, di saat port fisik mulai ditinggalkan, Sony tetap mempertahankan jack audio 3.5mm dan slot microSD hingga 2TB. Bagi para sinematografer, ketersediaan penyimpanan eksternal ini adalah penyelamat saat merekam video dengan format log yang masif.
Kelemahan: Harga Selangit dan Tantangan Distribusi
Namun, bukan berarti ponsel ini tanpa cacat. Kelemahan paling nyata terletak pada strategi harga. Dengan prediksi harga mencapai USD 1.499 (sekitar Rp24-27 juta), Sony Xperia 1 VIII menjadi salah satu flagship termahal di pasar. Bagi pengguna awam, harga tersebut sulit dirasionalisasi mengingat minimnya fitur AI “kosmetik” yang sedang tren di merek lain.
Selain itu, kecepatan pengisian daya Sony masih tertinggal jauh. Di saat vendor Tiongkok sudah menembus angka 120W, Sony diprediksi masih bertahan di angka 30W hingga 45W. Meskipun alasannya adalah untuk menjaga kesehatan baterai jangka panjang, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, ini adalah kompromi yang cukup berat.
Terakhir, masalah ketersediaan. Berdasarkan data sertifikasi terbaru, Sony tampaknya masih enggan membawa seri ini secara resmi ke pasar Amerika Serikat dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Hal ini memaksa calon pembeli untuk menempuh jalur impor yang berisiko pada urusan garansi dan pendaftaran IMEI.
Untuk Siapa Ponsel Ini?
Sony Xperia 1 VIII bukan ponsel untuk semua orang. Ia adalah instrumen khusus bagi mereka yang mengerti cara mengoperasikan kamera profesional dan menghargai kualitas audio resolusi tinggi. Jika Anda mencari ponsel “pintar” yang melakukan segalanya secara otomatis, kompetitor mungkin lebih menarik. Namun, jika Anda mencari alat produksi yang andal, Xperia tetap tak tertandingi.
