Bagi para pencinta sinema horor Asia, sosok perempuan muda dengan rambut merah muda mencolok dan tato yang menutupi luka di tubuhnya mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, banyak penonton baru yang masih bertanya-tanya, sebenarnya siapa Iori Samura? Karakter ini merupakan sosok sentral dalam film horor psikologis-supranatural asal Jepang berjudul It Comes (judul asli: Kuru) yang dirilis pada tahun 2018.
Iori Samura adalah seorang asisten eksorsis atau medium berbakat yang diperankan dengan sangat apik oleh aktris papan atas Jepang, Nana Komatsu. Di balik penampilannya yang bergaya punk dan eksentrik, Iori memegang peranan krusial dalam menghadapi teror entitas haus darah bernama “Bogiwan”. Karakter ini diciptakan oleh penulis Iwao Kaiki dalam novel Bogiwan ga Kuru, yang kemudian diadaptasi ke layar lebar oleh sutradara visioner Tetsuya Nakashima.
Peran Sentral dalam Melawan Bogiwan
Secara naratif, Iori muncul sebagai tandingan bagi kekacauan yang dibawa oleh Bogiwan. Berbeda dengan eksorsis tradisional yang kaku, Iori digambarkan sebagai sosok yang modern namun memiliki intuisi spiritual yang tajam. Ia adalah pacar dari Junichi Nozaki (diperankan oleh Junichi Okada), seorang jurnalis lepas yang menyelidiki kasus supranatural yang menimpa sebuah keluarga muda.
Kehadiran Iori memberikan dimensi emosional dalam film. Ia digambarkan memiliki masa lalu yang kelam dan tubuh yang penuh luka, yang ia tutupi dengan tato artistik. Luka-luka tersebut bukan sekadar riasan, melainkan simbol dari kerentanan sekaligus kekuatannya sebagai seorang penyintas. Dalam struktur piramida terbalik narasi ini, Iori adalah jembatan antara dunia manusia yang skeptis dan dunia gaib yang mengerikan.
Analisis Karakter dan Akting Nana Komatsu
Mengapa kueri mengenai siapa Iori Samura begitu tinggi? Hal ini tidak lepas dari performa magnetis Nana Komatsu. Sang aktris berhasil mentransformasi dirinya dari citra “it girl” menjadi sosok yang rapuh namun berani. Iori bukanlah pahlawan yang tak terkalahkan; ia sering kali terluka parah dalam pertempuran spiritualnya, yang memberikan kesan realisme dalam genre horor yang sering kali fantastis.
Secara semantik, karakter Iori mewakili pergeseran dalam genre horor Jepang (J-Horror). Jika era Ring atau Ju-On mengedepankan hantu sebagai pusat perhatian, It Comes melalui Iori justru menyoroti bagaimana trauma manusia dan kegagalan sosial memicu munculnya monster. Iori adalah simbol perlawanan terhadap tradisi patriarki yang sering kali muncul dalam ritual-ritual kuno di Jepang, mengingat ia adalah adik dari Makoto Itazu, eksorsis paling kuat di negara tersebut namun memiliki hubungan yang kompleks dengannya.
Hingga saat ini, Iori Samura tetap menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam horor modern Jepang. Ia mendefinisikan ulang estetika seorang “pengusir setan” di layar lebar—tidak lagi berjubah pendeta, melainkan berjaket kulit dan berambut warna-warni. Bagi penonton yang mencari jawaban atas pertanyaan siapa Iori Samura, jawabannya adalah: ia adalah jantung emosional dari It Comes, sosok yang mengingatkan kita bahwa keberanian sering kali lahir dari luka yang paling dalam.
Dengan popularitas film It Comes yang terus bertahan di platform streaming global, pemahaman terhadap karakter seperti Iori menjadi penting untuk mengapresiasi bagaimana sinema Jepang mengemas isu sosial lewat kacamata supranatural.
