Samsung secara resmi telah mengonfirmasi jadwal acara Galaxy Unpacked pada 25 Februari 2026. Namun, perhatian publik kini tertuju pada salah satu komponen paling krusial dari sang flagship: kamera depan Samsung Galaxy S26 Ultra. Bocoran terbaru dari rantai pasokan komponen menunjukkan bahwa Samsung melakukan langkah besar dengan meninggalkan sensor ISOCELL buatan sendiri dan beralih ke sensor kustom dari Sony untuk mendongkrak kualitas swafoto dan vlogging.
Meskipun secara angka resolusi masih bertahan di 12 Megapiksel (MP), perubahan paling signifikan terletak pada cakupan lensa. Kamera depan Samsung Galaxy S26 Ultra kini dibekali lensa dengan field of view (FOV) hingga 85 derajat, lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan sudut pandang ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melakukan group selfie tanpa perlu menggunakan tongkat narsis, sekaligus memberikan ruang lebih bagi stabilisasi video digital.
Performa Low-Light dan Sentuhan AI
Sektor perangkat keras bukan satu-satunya yang mendapat perombakan. Berdasarkan data teknis yang bocor, sensor Sony terbaru ini memiliki ukuran piksel 1.12µm dengan bukaan lensa f/2.2. Penggunaan material sensor baru ini diklaim mampu menangkap cahaya 15% lebih banyak, yang secara langsung akan memperbaiki masalah noise pada foto malam hari.
Dukungan Galaxy AI melalui ProVisual Engine generasi terbaru juga menjadi tulang punggung pemrosesan gambar. AI pada S26 Ultra mampu mengenali tekstur kulit, helai rambut, hingga mata secara individu untuk memberikan efek bokeh yang lebih presisi dan natural. Selain itu, fitur AI Noise Reduction kini bekerja secara real-time bahkan saat pengguna melakukan panggilan video di kondisi minim cahaya.
Perbandingan dengan Generasi Sebelumnya
Dibandingkan dengan Galaxy S25 Ultra, perubahan fisik pada lubang kamera (punch-hole) di layar diprediksi akan sedikit lebih besar. Hal ini merupakan konsekuensi dari penggunaan sistem optik baru yang lebih kompleks. Meski demikian, Samsung menyeimbangkannya dengan integrasi teknologi Privacy Display Layer pada panel OLED-nya, yang dapat menyamarkan keberadaan kamera saat tidak digunakan untuk meningkatkan estetika layar penuh.
Untuk urusan video, kamera depan ini tetap mendukung perekaman hingga resolusi 4K pada 60fps dengan standar HDR10+. Integrasi dengan One UI 8.5 berbasis Android 16 juga memungkinkan fitur Auto-Framing yang lebih cerdas, di mana kamera akan secara otomatis melakukan crop dan zoom mengikuti pergerakan subjek saat melakukan live streaming.
Strategi Pillar Content
Artikel ini berfungsi sebagai pillar content (artikel pilar) untuk topik ekosistem Samsung 2026. Informasi mengenai kamera depan ini akan terhubung secara semantik dengan topik-topik spesifik lainnya seperti:
- Analisis Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (sebagai otak pemrosesan gambar).
- Perbandingan Head-to-Head: S26 Ultra vs iPhone 17 Pro.
- Panduan Fitur Galaxy AI di One UI 8.5.
Bagi para peminat teknologi, pendaftaran pre-reserve untuk seri Galaxy S26 sudah dibuka melalui situs resmi Samsung Indonesia. Dengan membawa perubahan sensor ke arah Sony, Samsung tampaknya ingin menegaskan bahwa kualitas visual tidak melulu soal besaran megapiksel, melainkan soal efisiensi sensor dan kecerdasan komputasi.
