Terobosan Kamera: Sensor Sony LYT-710 pada motorola edge 70 fussion

goodside
3 Min Read

Motorola kembali mengguncang panggung Mobile World Congress (MWC) dengan mengonfirmasi kehadiran perangkat terbarunya, Motorola Edge 70 Fusion. Daya tarik utamanya bukan hanya desain tipis yang menjadi ciri khas lini Edge, melainkan statusnya sebagai smartphone pertama di dunia yang mengadopsi sensor kamera terbaru dari Sony, yakni LYT-710. Terobosan ini menandai ambisi besar Motorola untuk mendominasi pasar flagship killer dengan fokus utama pada kualitas fotografi tingkat profesional.

Sensor Sony LYT-710 beresolusi 50 MP ini hadir dengan arsitektur Stacked CMOS generasi terbaru yang dirancang khusus untuk meningkatkan performa high-dynamic range (HDR) secara signifikan. Berbeda dengan sensor konvensional, LYT-710 mengintegrasikan teknologi Dual Conversion Gain (DCG) yang lebih efisien, memungkinkan pengambilan gambar di kondisi minim cahaya tanpa mengorbankan detail atau menghasilkan noise berlebih. Di atas kertas, sensor ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi ponsel kelas menengah ke atas di tahun 2026.

“Integrasi Sony LYT-710 pada Motorola Edge 70 Fusion bukan sekadar soal angka megapiksel,” ujar salah satu analis industri di MWC. “Ini adalah tentang bagaimana Motorola memanfaatkan ekosistem LYTIA dari Sony untuk memberikan pengalaman ‘point-and-shoot’ yang setara dengan kamera mirrorless entry-level, terutama dalam menangkap akurasi warna kulit dan tekstur yang sering kali hilang pada pemrosesan AI yang agresif.”

Selain sensor utama yang revolusioner, Motorola melengkapi kamera belakangnya dengan fitur Optical Image Stabilization (OIS) mutakhir dan lensa ultra-wide 13 MP yang juga berfungsi sebagai lensa makro. Untuk para kreator konten, kamera depan 32 MP pada perangkat ini sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 4K secara penuh, sebuah fitur yang kini menjadi standar wajib bagi pengguna media sosial di tahun 2026.

Meski fokus pada sektor kamera, Motorola tidak melupakan aspek fungsional lainnya. Edge 70 Fusion tetap tampil ramping dengan ketebalan hanya 7,99 mm, namun secara mengejutkan mampu menampung baterai silikon-karbon berkapasitas masif 7.000 mAh. Kombinasi ini dimungkinkan berkat efisiensi dari chipset Snapdragon 7s Gen 4 yang menjadi otak dari perangkat ini. Baterai tersebut didukung oleh pengisian cepat 68W TurboPower, memastikan pengguna tidak perlu menunggu lama untuk kembali beraksi.

Dari sisi visual, pengguna disuguhkan layar AMOLED quad-curved 6,78 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 144Hz. Layar ini memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 5.200 nits, menjadikannya salah satu layar paling terang di pasaran, yang sangat krusial saat melihat pratinjau foto di bawah terik matahari langsung. Motorola juga menyematkan proteksi IP69, memberikan ketahanan ekstrem terhadap debu dan air bertekanan tinggi.

Motorola Edge 70 Fusion dijadwalkan mulai tersedia di pasar global pada awal Maret 2026 dengan pilihan warna premium bertema Pantone, seperti Orient Blue dan Sporting Green. Dengan paket lengkap antara sensor Sony LYT-710 dan baterai raksasa dalam bodi yang tipis, perangkat ini diprediksi akan menjadi penantang serius bagi dominasi seri Galaxy A dari Samsung dan lini Redmi Note di kelasnya.

Share This Article
Leave a Comment