Penjelasan Lengkap “The Art of Sarah”: Rahasia Identitas Sarah Kim & Bedah Kasus Penipuan yang Viral

goodside
5 Min Read

Sejak resmi dirilis di Netflix pada 13 Februari 2026, serial orisinal Korea Selatan bertajuk The Art of Sarah (judul lokal: Lady Dua / 레이디 두아) langsung meroket ke posisi puncak daftar “Top 10 Global TV Shows”. Mengusung genre psikologi-thriller dengan tema penipuan kelas atas, drama ini menjadi buah bibir karena kembalinya Shin Hye-sun ke layar kaca bersama Lee Joon-hyuk. Namun, di balik kemewahan estetika visualnya, penonton ditinggalkan dengan segudang pertanyaan mengenai identitas asli Sarah Kim dan akhir cerita yang ambigu.

Sinopsis dan Latar Belakang: Kehidupan Ganda di Balik Kemewahan Gangnam

The Art of Sarah mengikuti perjalanan Sarah Kim (Shin Hye-sun), seorang ekspatriat Korea-Amerika yang dikenal sebagai kolektor seni sekaligus sosialita berpengaruh di industri barang mewah. Sarah masuk ke lingkaran elit Seoul dengan karisma yang tak tertandingi, mengklaim dirinya sebagai pewaris tunggal dinasti bisnis properti di New York.

Konflik memuncak ketika sebuah mayat yang membusuk ditemukan di saluran air bawah tanah (sewer) kawasan Gangnam. Detektif Park Mu-gyeong (Lee Joon-hyuk) yang menangani kasus ini mulai menemukan benang merah antara mayat tak dikenal tersebut dengan rahasia gelap yang disembunyikan Sarah. Drama ini bukan sekadar cerita detektif biasa, melainkan studi karakter tentang obsesi, validasi sosial, dan sejauh mana seseorang bersedia berbohong untuk mendapatkan pengakuan.

“The Korean Anna Delvey”

Banyak penonton mengaitkan karakter Sarah Kim dengan skandal penipuan di dunia nyata. Dengan narasi fake socialite, The Art of Sarah menarik paralel yang kuat dengan kasus Anna Delvey di Barat atau skandal sosialita palsu yang sempat menghebohkan publik Korea beberapa tahun silam.

Tema “faking it till you make it” sangat relevan dengan audiens modern di era media sosial, di mana citra visual seringkali dianggap lebih berharga daripada realitas. Penulis naskah dan sutradara Kim Jin-min secara cerdas membedah bagaimana sistem industri luxury seringkali menjadi buta terhadap latar belakang seseorang asalkan mereka memiliki penampilan dan koneksi yang meyakinkan.

Siapa Identitas Asli Sarah Kim?

Bagi Anda yang mencari penjelasan ending The Art of Sarah, plot twist di episode terakhir mengungkapkan bahwa Sarah Kim sebenarnya adalah Lee Seul-bi, seorang mantan asisten galeri yang dilaporkan hilang sepuluh tahun lalu. Ia menggunakan data pribadi seorang warga Amerika yang telah meninggal dunia untuk menciptakan identitas Sarah Kim.

Sub-bab utama yang memicu perdebatan adalah: Siapa yang terbunuh di sewer Seoul?

Terungkap bahwa jenazah tersebut bukanlah Sarah Kim, melainkan rekan kriminalnya yang mencoba memerasnya. Sarah Kim menggunakan kematian tersebut untuk memalsukan kematiannya sendiri demi menghindari kejaran Detektif Park. Di adegan terakhir, penonton diperlihatkan sosok wanita dengan profil mirip Sarah yang sedang menyesap kopi di sebuah galeri seni di Paris, mengisyaratkan bahwa “permainan” identitasnya belum berakhir. Sarah tidak mati; ia hanya bertransformasi menjadi orang lain untuk kesekian kalinya.

Secara sinematografi, The Art of Sarah menawarkan atmosfer slow-burn yang mencekam namun tetap elegan. Akting Shin Hye-sun patut diacungi jempol; ia berhasil menampilkan karakter multi-dimensi—dingin dan kalkulatif, namun rapuh di saat bersamaan. Transisi emosinya saat identitasnya mulai terkelupas merupakan salah satu performa terbaik dalam kariernya. Produksi dari SLL ini berhasil menggabungkan elemen misteri kriminal dengan kritik sosial yang tajam terhadap gaya hidup materialistik.

5 Rekomendasi Drama & Film Bertema Scam yang Serupa

Jika Anda menyukai ketegangan dan intrik dalam The Art of Sarah, berikut adalah beberapa rekomendasi tontonan bertema penipuan dan identitas ganda:

  1. Anna (2022): Drama Korea yang dibintangi Suzy tentang seorang wanita yang hidup dalam kebohongan besar demi status sosial.
  2. Inventing Anna (2022): Serial Netflix berdasarkan kisah nyata Anna Sorokin yang menipu elit New York.
  3. The Talented Mr. Ripley (1999): Film klasik tentang pencurian identitas dan obsesi pada kehidupan mewah.
  4. Lies Hidden in My Garden (2023): Untuk atmosfer misteri yang serupa dan sinematografi yang estetis.
  5. Parasite (2019): Mahakarya Bong Joon-ho yang mengeksplorasi perbedaan kelas dan penipuan identitas.
Share This Article
Leave a Comment