Industri kreatif Indonesia kembali menancapkan taringnya di kancah internasional. Film animasi orisinal produksi Visinema, Jumbo, secara mengejutkan berhasil menembus posisi ke-6 dalam jajaran Box Office harian di Korea Selatan pada debutnya, 18 Februari 2026. Prestasi ini menandai tonggak sejarah baru sebagai Intellectual Property (IP) animasi pertama asal Indonesia yang mampu bersaing secara komersial di salah satu pasar film paling kompetitif di Asia.
Berdasarkan data laporan Box Office Korea harian, Jumbo mengantongi pendapatan awal sebesar $89.722 pada hari pertama penayangannya. Angka ini membawa karya sutradara Ryan Adriandhy tersebut bersanding dengan film-film blockbuster lokal Korea dan produksi global lainnya, membuktikan bahwa kualitas visual dan narasi kreator Indonesia telah mencapai standar internasional.
Validasi Kualitas Dunia: Raihan Golden Egg 94%
Keberhasilan Jumbo tidak hanya terlihat dari angka pendapatan, tetapi juga dari pengakuan penonton setempat. Di Korea Selatan, salah satu tolok ukur utama kesuksesan sebuah film adalah skor “Golden Egg” pada platform CGV. Metrik ini merupakan sistem indeks kepuasan yang murni diberikan oleh penonton yang telah menyaksikan film tersebut secara langsung.
Secara luar biasa, Film Jumbo Box Office Korea ini berhasil mempertahankan skor Golden Egg sebesar 94%. Skor setinggi ini sangat signifikan karena menunjukkan tingkat kepuasan yang merata pada aspek visual, kedalaman cerita, serta keterikatan emosional penonton. Angka 94% menempatkan Jumbo di atas rata-rata film animasi global yang tayang di periode yang sama, mengonfirmasi bahwa film ini bukan sekadar populer karena tren, melainkan karena kualitas produksinya yang solid.
Isu Perundungan dan Kekuatan Imajinasi
Animasi Jumbo mengisahkan perjalanan Don, seorang anak laki-laki yang memiliki imajinasi luar biasa namun harus menghadapi realitas pahit perundungan (bullying) di lingkungannya. Cerita ini mengangkat tema universal tentang keberanian, persahabatan, dan bagaimana imajinasi dapat menjadi pelarian sekaligus kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup.
Ryan Adriandhy, sang sutradara, berhasil mengemas isu sosial yang sensitif menjadi tontonan yang hangat dan edukatif. Keberhasilan adaptasi di pasar Korea Selatan juga didukung oleh lokalisasi yang apik. Salah satu faktor kunci yang menarik minat keluarga di Korea adalah lagu tema ikonik “Selalu Ada di Nadimu” yang dirilis dalam versi bahasa Korea. Melodi yang menyentuh dan lirik yang dalam berhasil merebut hati anak-anak maupun orang dewasa di Negeri Ginseng tersebut.
Strategi Visinema dan Kebanggaan Nasional
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi distribusi internasional yang dijalankan oleh Visinema. Dengan menggandeng distributor lokal yang memahami karakteristik pasar Korea, Animasi Jumbo Visinema mendapatkan slot penayangan yang strategis di jaringan bioskop besar.
Sentimen positif pun membanjiri jagat media sosial di Indonesia. Netizen mengaku bangga melihat bendera merah putih berkibar di jajaran Box Office luar negeri lewat karya animasi. Pencapaian ini mematahkan stigma bahwa film Indonesia hanya mampu bersaing di genre horor atau drama live-action di pasar internasional.
“Ini adalah bukti bahwa animasi kita punya nilai jual yang setara dengan film-film kelas dunia. Ryan Adriandhy dan tim Visinema telah membuka jalan bagi animator-animator muda Indonesia lainnya untuk berani bermimpi menembus pasar global,” ujar salah satu pengamat industri film tanah air.
Masa Depan Animasi Indonesia di Kancah Global
Kesuksesan Jumbo di Korea Selatan diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekspor konten kreatif Indonesia. Dengan kualitas teknis yang mumpuni dan cerita yang memiliki kedekatan budaya lintas negara, film Indonesia di Korea Selatan kini memiliki standar baru yang tinggi.
Berikut adalah tabel perbandingan performa Jumbo dengan beberapa film animasi internasional di pasar Korea Selatan pada pekan yang sama (data estimasi):
| Judul Film | Posisi Box Office | Skor Golden Egg |
|---|---|---|
| Jumbo (Indonesia) | Peringkat 6 | 94% |
| Animasi Global A | Peringkat 4 | 91% |
| Animasi Lokal Korea B | Peringkat 7 | 89% |
Pencapaian monumentalnya ini merupakan awal dari babak baru bagi industri animasi tanah air. Setelah sukses di Korea, Jumbo dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan distribusinya ke beberapa negara Asia lainnya dan Eropa, membawa pesan dari Indonesia untuk dunia.
