Musisi campursari fenomenal, Helarius Daru Indrajaya atau yang lebih dikenal sebagai Ndarboy Genk, sukses membawa karya musiknya ke level yang lebih tinggi melalui proyek bertajuk “Cidro Asmoro”. Tidak hanya sekadar judul lagu atau album, “Cidro Asmoro” telah bertransformasi menjadi sebuah identitas kreatif yang menggabungkan elemen audio dan visual secara mendalam melalui format original series.
Daru mengungkapkan bahwa seluruh materi dalam proyek ini merupakan kristalisasi dari pengalaman pribadinya. “Cidro Asmoro” sendiri membawa makna yang kontradiktif namun sangat manusiawi. Menurutnya, “Cidro” tidak selamanya berarti sakit hati akibat dikhianati, melainkan bisa berarti ingkar janji, sementara “Asmoro” merepresentasikan perjalanan jatuh cinta yang pernah ia alami.
Proyek ambisius ini bermula dari peluncuran album penuh perdana Ndarboy Genk pada akhir 2021 yang berisi 10 lagu yang saling berkesinambungan. Melihat antusiasme “Konco Ndarboy” (sebutan penggemarnya) yang begitu masif, kisah dalam lagu-lagu tersebut kemudian diadaptasi menjadi sebuah serial drama musikal. Serial ini tidak hanya menampilkan akting Daru sebagai pemeran utama, tetapi juga menjadi wadah bagi lagu-lagu hitnya untuk berfungsi sebagai soundtrack yang menghidupkan suasana.
Secara naratif, “Cidro Asmoro” menceritakan perjuangan seorang pria desa yang merantau ke kota demi mengejar mimpi sebagai musisi sekaligus memperjuangkan restu dalam cinta. Penonton diajak melihat sisi rapuh seorang Ndarboy di balik panggung—tentang bagaimana ia menghadapi penolakan, rasa rendah diri (minder), hingga pengkhianatan yang memilukan.
Lagu utama berjudul sama, “Cidro Asmoro”, menjadi jangkar emosional dalam serial tersebut. Liriknya yang lugas seperti “Ujung-ujunge cidro asmoro” (ujung-ujungnya luka asmara) sangat relevan dengan fenomena “Ambyar” yang tengah digandrungi generasi muda saat ini. Ndarboy berhasil memotret realita sosial masyarakat Jawa melalui diksi yang sederhana namun memiliki kedalaman semantik yang kuat.
Kesuksesan proyek ini membuktikan bahwa musik dangdut koplo dan campursari kini tidak lagi dipandang sebelah mata dalam industri perfilman tanah air. Dengan teknik penceritaan yang jujur dan visualisasi yang apik, Ndarboy Genk telah menciptakan standar baru bagaimana sebuah kekecewaan dalam asmara dapat dikonversi menjadi karya seni multimedia yang bernilai komersial tinggi.
Kini, warisan kreatif dari “Cidro Asmoro” terus bergulir. Ndarboy mengonfirmasi bahwa spirit dari karya tersebut akan terus dibawa dalam tur-tur konsernya, menjadikannya sebagai monumen perjalanan kariernya dari seorang penjual pecel hingga menjadi ikon pop Jawa modern yang disegani.
