Light MPL Indonesia: Penebusan Sempurna Sang MVP M7 di Tanah Jakarta

goodside
3 Min Read

Panggung Istora Senayan menjadi saksi bisu sebuah drama kehidupan nyata yang lebih dramatis dari film blockbuster manapun. Dylan “Light” Catipon, sang roamer andalan Aurora PH, resmi dinobatkan sebagai Finals MVP setelah membawa timnya menjuarai M7 World Championship pada Minggu (25/1/2026). Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban telak atas keraguan publik terhadap kiprah Light MPL Indonesia yang sempat dicap sebagai “impor gagal” setahun silam.

Hanya dalam kurun waktu 12 bulan, Light berhasil memutarbalikkan narasi kariernya. Datang ke Indonesia pada awal 2025 untuk memperkuat Bigetron Alpha di MPL ID Season 15, ia memikul ekspektasi setinggi langit. Namun, apa yang seharusnya menjadi awal dominasi justru berubah menjadi mimpi buruk bagi pemain asal Filipina tersebut. Di Indonesia, Light lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan, berjuang melawan kendala bahasa dan adaptasi gameplay yang tidak kunjung padu dengan rekan setimnya.

Kegagalan di MPL ID S15: Titik Terendah Karier

Selama berseragam “Robot Merah” di MPL ID, performa Light dianggap tidak mencerminkan statusnya sebagai juara MSC 2022. Kendala komunikasi seringkali membuat inisiasinya tidak teresekusi dengan baik, menyebabkan Bigetron Alpha gagal menembus papan atas klasemen. Kritik tajam dari komunitas esports Indonesia sempat membuat kepercayaan diri sang pemain goyah, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Filipina pada pertengahan 2025.

“Indonesia memberikan saya pelajaran paling keras dalam hidup saya. Saya pulang bukan karena menyerah, tapi untuk mencari kembali ‘cahaya’ saya yang hilang,” ungkap Light dalam sesi wawancara usai laga final M7.

Kebangkitan Bersama Aurora PH

Sekembalinya ke Filipina, Light bergabung dengan Aurora PH dan bereuni dengan mantan rekannya di RSG PH, Demonkite. Chemistry lama yang terbangun terbukti menjadi kunci utama. Di bawah bendera Aurora, Light kembali menunjukkan insting tajamnya sebagai roamer bertipe inisiator yang ditakuti. Puncaknya terjadi di M7 Jakarta, di mana ia justru meraih gelar juara dunia di kota yang sama tempat ia pernah mengalami kegagalan profesional terbesar.Gambar Inverted Pyramid news structure

Shutterstock

Jelajahi

Perjalanan Prestasi Dylan “Light” Catipon

Sebagai bahan referensi, berikut adalah rekam jejak prestasi Light dalam tiga tahun terakhir:

TahunTurnamenTimPeringkat
2024MPL PH Season 13RSG PHPlayoff
2025MPL ID Season 15Bigetron Alpha7th – 8th
2025MPL PH Season 16Aurora PHJuara 1
2026M7 World ChampionshipAurora PHJuara 1 (Finals MVP)

Kisah Light MPL Indonesia kini tidak lagi dikenang sebagai cerita tentang kegagalan seorang pemain asing. Sebaliknya, publik kini melihatnya sebagai pengingat bahwa lingkungan dan sistem yang tepat adalah kunci bagi seorang talenta untuk bersinar. Light telah membuktikan bahwa terkadang, seseorang harus melangkah mundur untuk bisa melompat lebih jauh, bahkan jika itu berarti harus menaklukkan kembali tempat di mana ia pernah terjatuh.

Share This Article
Leave a Comment