Photo by MOHI SYED on Pexels

Melihat Samsung Galaxy A10 Lebih Dekat

Falah Malaika Az Zahra
Falah Malaika Az Zahra
Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga...

KOMPAS.com – Samsung kembali memperluas jajaran ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan Galaxy A10, sebuah perangkat yang mencoba mendobrak stereotip ponsel terjangkau melalui pendekatan desain yang lebih segar. Mengusung istilah “Glasstic“, Samsung memadukan material polikarbonat dengan balutan reinforced glass untuk menciptakan punggung ponsel yang tampak elegan dan mengkilap, meniru estetika ponsel flagship berbahan kaca.

Desain “Glasstic”: Kemewahan dalam Genggaman Terjangkau

Salah satu daya tarik utama Galaxy A10 terletak pada material bodinya yang unik. Samsung menyebut teknologi ini sebagai “Glasstic”, sebuah portmanteau dari glass dan plastic. Dengan teknologi ini, bagian belakang ponsel tidak hanya tampak premium berkat efek kilau yang dipancarkan, tetapi juga lebih tahan terhadap sidik jari dan goresan ringan dibandingkan plastik konvensional. Hal ini membuat Galaxy A10 tampil menonjol di antara para kompetitornya di rentang harga yang sama.

Layar Imersif dengan Teknologi Infinity-V

Bergerak ke bagian depan, Samsung menyematkan layar Infinity-V yang menjadi ciri khas lini Galaxy M dan beberapa seri A terbaru. Layar ini memiliki poni atau notch berbentuk tetesan air yang minimalis, memaksimalkan area tampilan sehingga terasa lega untuk menonton video atau menjelajah media sosial. Meskipun memiliki baterai berkapasitas besar, dimensi perangkat tetap terjaga nyaman dalam satu genggaman berkat bezel yang tipis di sisi samping.

Performa Harian dan Antarmuka One UI

Galaxy A10 ditenagai oleh chipset Exynos 7884 yang diotaki prosesor octa-core. Untuk penggunaan sehari-hari seperti chatting, menjelajah internet, hingga memotret, ponsel ini menawarkan kinerja yang cukup tanpa kendala berarti. Perangkat juga sudah menjalankan antarmuka One UI berbasis Android 9.0 Pie, yang didesain untuk memudahkan pengguna mengoperasikan ponsel layar lebar dengan satu tangan. Fitur Face Unlock dan slot kartu microSD khusus juga hadir melengkapi kebutuhan keamanan dan ekspansi penyimpanan.

Baterai Tahan Lama untuk Mobilitas Tinggi

Salah satu fondasi penting dari ponsel entry-level adalah ketahanan daya, dan Galaxy A10 berusaha memenuhinya. Dengan baterai berkapasitas 3.400 mAh, ponsel ini mampu menemani aktivitas seharian penuh tanpa perlu sering mengisi daya. Perlombaan di segmen ini memang menuntut daya tahan prima, dan Galaxy A10 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas tinggi para pengguna muda yang aktif.

Mengapa Kehadirannya Menarik?

Kehadiran Galaxy A10 menandakan pergeseran fokus Samsung untuk tidak hanya mengejar spesifikasi teknis, tetapi juga pengalaman pengguna secara holistik, terutama dari sisi estetika dan perangkat lunak. Dengan menawarkan desain “Glasstic” yang menawan dan antarmuka modern, Samsung seolah berusaha menghilangkan cap “murahan” yang kerap melekat pada ponsel segmen ini. Langkah ini penting karena persaingan di pasar entry-level tidak lagi hanya soal harga, melainkan seberapa banyak nilai tambah yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *