Samsung secara resmi memperkenalkan Galaxy S26 Ultra sebagai ujung tombak lini flagship mereka di tahun 2026. Sebagai perangkat yang diklaim sebagai “studio film portabel”, ponsel ini membawa sejumlah pembaruan signifikan yang ditujukan untuk menembus batas kreativitas mobile. Namun, di balik kecanggihan sensor kamera dan integrasi AI yang masif, terdapat catatan kritis mengenai harga dan dimensi yang patut dipertimbangkan oleh calon pengguna profesional.
Lompatan Visual: Keunggulan di Sektor Kamera dan Layar
Keunggulan utama Samsung S26 Ultra terletak pada konfigurasi kamera yang kini menggunakan bukaan lensa (apertur) f/1.4 pada sensor utama 200MP. Bagi seorang sineas, peningkatan ini adalah revolusi; kemampuan menangkap cahaya di kondisi low-light meningkat drastis dibandingkan seri S25 Ultra yang masih menggunakan f/1.7. Hasil rekaman 8K pada 120fps kini tampil lebih bersih dengan dynamic range yang mendekati kamera sensor besar.
Selain itu, layar Dynamic AMOLED 2X dengan tingkat kecerahan puncak 3.000 nits memastikan akurasi warna tetap terjaga meski digunakan di bawah terik matahari langsung saat syuting outdoor. Dukungan chipset Snapdragon 8 Gen 5 (Elite) dengan arsitektur 2nm memberikan tenaga ekstra untuk melakukan rendering video berat langsung dari perangkat tanpa gejala overheating yang berarti.
Daya Tahan Baterai dan Revolusi Pengisian Daya
Menjawab keluhan pengguna selama bertahun-tahun, aspek daya tahan baterai Samsung S26 Ultra kini didukung oleh kapasitas 5.500 mAh. Dalam pengujian penggunaan intensif—termasuk navigasi GPS, pengambilan video 4K, dan pengeditan ringan—perangkat ini mampu bertahan hingga 19 jam. Ini adalah angka krusial bagi jurnalis film yang sering bekerja di lokasi tanpa akses pengisian daya dalam waktu lama.
Samsung juga akhirnya meningkatkan kecepatan pengisian daya kabel menjadi 65W. Teknologi ini memungkinkan baterai terisi dari 0% hingga 75% hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Kehadiran standar Qi2 dengan sistem magnetik mirip MagSafe juga mempermudah penggunaan aksesori sinematik seperti rig dan monitor eksternal yang memerlukan koneksi daya stabil.
Sisi Balik: Kelemahan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun mendominasi secara teknis, kelemahan Samsung S26 Ultra tetap ada pada sektor ergonomi dan harga. Dengan bobot yang mencapai 230 gram dan penggunaan material Titanium Grade 5, ponsel ini terasa cukup berat untuk penggunaan satu tangan dalam durasi lama. Selain itu, harga yang diprediksi menembus angka Rp26 juta untuk varian dasar menjadikannya investasi yang cukup berat bagi kreator pemula.
Dari sisi perangkat lunak, meskipun One UI 8.0 menawarkan fitur AI yang sangat membantu, kompleksitas antarmuka dan banyaknya aplikasi bawaan (bloatware) terkadang membuat pengalaman pengguna terasa kurang “bersih” jika dibandingkan dengan sistem operasi pesaing seperti iOS atau Pixel UI.
