Dilema antara mengejar ambisi dan mempertahankan cinta di tengah kerasnya realita kehidupan menjadi inti dari film Korea terbaru, Once We Were Us. Sebagai adaptasi resmi dari film legendaris China berjudul Us and Them (2018), film ini membawa narasi melankolis tentang pertemuan, perpisahan, dan rekonsiliasi yang mengharukan. Menampilkan chemistry kuat antara Koo Kyo-hwan dan Moon Ga-young, Once We Were Us menjanjikan sebuah perjalanan emosional yang melampaui sekadar romansa biasa.
Profil Film dan Daftar Pemain Utama
Disutradarai oleh Kim Do-young, yang sebelumnya sukses mengarahkan Kim Ji-young, Born 1982, film ini memiliki fondasi penceritaan yang kuat dan empatik. Berikut adalah detail teknis dan daftar pemain Once We Were Us:
| Detail Film | Informasi |
|---|---|
| Sutradara | Kim Do-young |
| Pemeran Utama | Koo Kyo-hwan, Moon Ga-young |
| Genre | Melodrama, Romansa |
| Adaptasi | Remake film Us and Them (2018) |
| Distributor | TBA |
Dalam film ini, Koo Kyo-hwan berperan sebagai Lee Eun-ho, seorang pemuda idealis dengan ambisi besar menjadi pengembang game. Di sisi lain, Moon Ga-young memerankan Han Jeong-won, sosok perempuan tangguh yang harus mengorbankan banyak mimpinya demi bertahan hidup di kerasnya kota Seoul. Penampilan keduanya memberikan kedalaman karakter yang lebih personal dibandingkan sekadar daftar nama di poster film.
Sinopsis Once We Were Us: Perjalanan dari 2008 ke 2024
Alur cerita Once We Were Us menggunakan teknik maju-mundur yang kontras. Kisah dimulai pada tahun 2008, ketika Eun-ho dan Jeong-won tidak sengaja bertemu di sebuah bus saat perjalanan pulang kampung selama musim liburan. Pertemuan tak sengaja itu berkembang menjadi persahabatan, yang kemudian mekar menjadi cinta di tengah perjuangan mereka sebagai perantau di Seoul.
Selama bertahun-tahun, penonton akan diajak melihat bagaimana mereka berbagi mimpi di apartemen sempit, makan ramen bersama saat uang menipis, hingga akhirnya keretakan mulai muncul. Konflik utama film ini bukanlah kehadiran orang ketiga, melainkan ego, tekanan ekonomi, dan kegagalan komunikasi yang perlahan mengikis hubungan mereka. Eun-ho yang terobsesi pada kesuksesan karier demi membahagiakan Jeong-won justru kehilangan sosok yang ia perjuangkan.
Puncak narasi terjadi pada tahun 2024. Setelah sepuluh tahun berpisah tanpa kejelasan, keduanya kembali bertemu secara tidak sengaja di dalam sebuah pesawat. Di sinilah pertanyaan-pertanyaan yang terkubur selama satu dekade mulai muncul kembali: Apakah kita gagal karena tidak cukup mencintai, atau karena hidup memang seberat itu?
Cinta, Penyesalan, dan Realitas
Review film Once We Were Us tidak akan lengkap tanpa membahas kedalaman maknanya. Film ini menonjol karena kejujurannya dalam menggambarkan bahwa cinta saja tidak selalu cukup. Melalui karakter Eun-ho dan Jeong-won, sutradara Kim Do-young mengeksplorasi aspek “rekonsiliasi” bukan sebagai cara untuk kembali bersama, melainkan sebagai bentuk closure atau penutup luka lama.
Aspek sinematografi juga memainkan peran penting. Penggunaan palet warna yang hangat untuk masa lalu melambangkan harapan dan kebahagiaan, sementara masa kini digambarkan dengan nada warna yang lebih dingin dan monokrom, mencerminkan kekosongan jiwa setelah kehilangan satu sama lain. Strategi narasi ini membuat penonton merasakan betapa berharganya momen-momen kecil yang sering terabaikan saat hubungan masih berjalan.
Perbandingan dengan Versi Original (Us and Them)
Sebagai sebuah remake, Once We Were Us tetap setia pada esensi emosional versi aslinya yang dibintangi oleh Jing Boran dan Zhou Dongyu. Namun, terdapat penyesuaian konteks budaya Korea yang kental. Misalnya, dinamika industri teknologi di Seoul yang menjadi latar karier Eun-ho serta hubungan keluarga yang khas masyarakat Korea memberikan warna baru bagi mereka yang sudah pernah menonton versi China-nya. Versi Korea ini terasa lebih intim dengan dialog-dialog reflektif yang disesuaikan dengan sensitivitas penonton K-Movie.
Mengapa Film Ini Wajib Ditonton?
Once We Were Us adalah film yang sangat relevan bagi dewasa muda atau generasi milenial dan Gen Z yang saat ini sedang berjuang menyeimbangkan antara ambisi karier dan hubungan personal. Film ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menghargai waktu dan orang-orang di sekitar kita sebelum semuanya menjadi kenangan.
Dengan akting memukau dari Koo Kyo-hwan dan Moon Ga-young, film ini diprediksi akan menjadi salah satu melodrama terbaik tahun ini. Bagi Anda pencinta genre romansa yang menyentuh hati dan penuh makna, pastikan film ini masuk dalam daftar tontonan wajib Anda.
