POCO resmi meluncurkan lini tercanggihnya, POCO F8 Pro dan POCO F8 Ultra, di pasar Indonesia pada Rabu (4/2/2026). Namun, peluncuran ini memicu diskusi hangat di komunitas teknologi lantaran Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra harga naik 20% dibandingkan generasi sebelumnya. Pihak POCO menegaskan bahwa kenaikan ini adalah konsekuensi dari pergeseran posisi merek dari sekadar “Flagship Killer” menjadi “True Flagship”.
Di Indonesia, POCO F8 Pro dibanderol dengan harga resmi Rp 8.999.000 (varian 12/512 GB), naik dari harga rilis POCO F7 Pro yang berada di angka Rp 7.499.000. Sementara itu, kasta tertinggi POCO F8 Ultra menyentuh angka Rp 11.999.000 (varian 16/512 GB). Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan yang selaras dengan peningkatan biaya produksi chipset terbaru dan integrasi teknologi audio premium.
Alasan di Balik Kenaikan Harga
Public Relations Manager POCO Indonesia, Novita Krisutami, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh penggunaan komponen “rata kanan” yang belum pernah ada di seri sebelumnya. Salah satu faktor utama adalah penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada varian Ultra dan Snapdragon 8 Elite pada varian Pro. Chipset fabrikasi 3nm ini dilaporkan memiliki biaya material yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi terdahulu.
Selain mesin, sektor audio dan layar menjadi penyumbang biaya terbesar. POCO kini berkolaborasi dengan Bose untuk menyematkan sistem audio triple speaker 2.1 channel. Di sisi visual, layar M10 AMOLED yang digunakan menawarkan tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits, sebuah standar yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel ultra-premium seharga belasan juta rupiah.
Spesifikasi yang Menjustifikasi Harga
Meskipun harga melonjak, POCO membekali kedua perangkat ini dengan spesifikasi yang sangat kompetitif:
- POCO F8 Ultra: Mengusung layar 6,9 inci, baterai monster 6.500 mAh dengan 100W HyperCharge, serta sistem kamera triple 50 MP yang mencakup lensa periskop 5x optical zoom.
- POCO F8 Pro: Hadir lebih ringkas dengan layar 6,59 inci, sistem pendingin IceLoop generasi terbaru, dan kamera utama Light Fusion 800 yang dioptimalkan untuk fotografi minim cahaya.
Keduanya telah mengantongi sertifikasi IP68 (tahan air dan debu) serta jaminan pembaruan sistem operasi hingga 4 tahun (Android 16 berbasis HyperOS 3), yang memperkuat posisinya sebagai investasi jangka panjang.
Strategi Baru POCO
Kenaikan harga sekitar 20% ini menandai berakhirnya era POCO sebagai penyedia ponsel “murah” di segmen atas. Strategi ini diambil untuk bersaing langsung dengan pemain besar seperti Samsung dan Apple. Meski demikian, jika dibandingkan dengan kompetitor yang menggunakan chipset serupa namun dibanderol di atas Rp 15 juta, POCO sebenarnya masih mempertahankan filosofi Extreme Performance, Extreme Price.
Penjualan perdana akan dimulai pada 5 Februari 2026 melalui kanal digital resmi. POCO menawarkan harga promo first sale dengan potongan hingga Rp 400.000 untuk menarik minat konsumen yang masih ragu dengan label harga baru ini.
