Rekor Bersejarah! Agak Laen Menyala Pantiku Tembus 10,9 Juta Penonton, Resmi Jadi Film Komedi Terlaris

goodside
4 Min Read

Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru yang sulit dipercaya. Film komedi horor garapan sutradara Muhadkly Acho, Agak Laen, secara resmi mengumumkan pencapaian fantastis dengan meraih angka 10.910.230 penonton. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi mereka sebagai film komedi terlaris, tetapi juga menjadi fenomena budaya dengan jargon populer “menyala abangku” yang kini bertransformasi menjadi “Agak Laen menyala pantiku” di kalangan penggemar setianya.

Keberhasilan menembus angka 10,9 juta penonton ini menempatkan kuartet komika Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion di posisi elit sinema tanah air. Angka ini didapat setelah film tersebut tayang selama 98 hari di bioskop, sebuah durasi tayang yang jarang terjadi untuk film lokal, membuktikan betapa kuatnya daya tarik word-of-mouth dan loyalitas penonton dari berbagai kalangan.

Keberhasilan Strategi Komunitas dan Janji Manusia Silver

Kunci utama dari ledakan jumlah penonton ini terletak pada kedekatan personal antara pemain dengan pendengar setia podcast mereka. Sejak awal penayangan, para personel Agak Laen melakukan kampanye unik yang melibatkan interaksi langsung dengan netizen. Salah satu momen paling ikonik yang memicu lonjakan penonton adalah “Janji Manusia Silver”.

Ketika angka menyentuh 7 juta, keempat pemeran utama memenuhi nazar mereka dengan berubah menjadi manusia silver di Bundaran HI. Aksi ini viral secara organik di media sosial, menciptakan gelombang rasa penasaran bagi masyarakat umum yang belum menonton. Efek bola salju inilah yang membawa film produksi Imajinari ini melesat melewati angka 10 juta penonton, melampaui capaian film-film blockbuster lainnya.

Standar Baru bagi Film Komedi Indonesia

Produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika dari rumah produksi Imajinari menyebut bahwa pencapaian 10,9 juta ini adalah bukti bahwa film dengan kearifan lokal yang kuat dan penulisan skenario yang solid mampu bersaing dengan film horor murni yang selama ini mendominasi pasar Indonesia.

Secara teknis, Agak Laen berhasil memadukan unsur horor yang mencekam dengan komedi slapstick dan satir yang sangat relevan dengan realitas sosial di Indonesia. Keberanian menampilkan dinamika empat pemuda Batak dengan latar belakang pasar malam yang kumuh memberikan nuansa segar yang “agak laen” dari tipikal film komedi biasanya.

Dampak pada Industri dan Sekuel

Dengan angka 10,9 juta penonton, Agak Laen kini bersanding ketat dengan KKN di Desa Penari dalam perebutan takhta film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Dampak dari kesuksesan ini pun mulai terasa; industri kini mulai lebih melirik potensi para komika (komika-sentris) sebagai magnet utama di layar lebar.

Rumah produksi Imajinari sendiri telah memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan franchise ini. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai plot cerita, para penggemar sudah memenuhi kolom komentar media sosial dengan harapan agar kuartet Jegel, Boris, Oki, dan Bene segera kembali dalam proyek terbaru. Satu yang pasti, standar kesuksesan film nasional kini telah bergeser ke angka yang jauh lebih tinggi berkat fenomena ini.

Pencapaian ini adalah perayaan bagi semua pihak. Seperti jargon yang kerap diteriakkan para penggemar di media sosial: “Agak Laen menyala pantiku!”—sebuah apresiasi untuk keberanian tampil beda yang berbuah manis dengan rekor jutaan penonton.

Share This Article
Leave a Comment