Samsung kembali mengukuhkan dominasinya di pasar smartphone kelas menengah melalui seri terbaru mereka, Samsung Galaxy A57. Fokus utama pada iterasi tahun ini terletak pada peningkatan drastis kualitas visual yang hampir menyamai seri flagship S-series. Review layar Samsung Galaxy A57 menunjukkan bahwa penggunaan panel Super AMOLED+ generasi terbaru mampu memberikan tingkat kecerahan puncak hingga 2.000 nits, menjadikannya salah satu yang terbaik di kelasnya untuk keterbacaan di bawah sinar matahari langsung.
Spesifikasi Teknis yang Melampaui Ekspektasi
Secara teknis, Galaxy A57 mengusung layar berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+. Namun, bintang utamanya adalah implementasi refresh rate adaptif 144Hz—sebuah lompatan dari 120Hz pada generasi sebelumnya. Fitur ini memungkinkan transisi antarmuka yang jauh lebih mulus, terutama saat melakukan scrolling media sosial atau bermain game kompetitif.
Samsung juga menyertakan teknologi Vision Booster yang telah ditingkatkan. Teknologi ini bukan sekadar meningkatkan kecerahan, melainkan melakukan pemetaan ulang nada warna (tone mapping) secara real-time untuk memastikan kontras tetap terjaga meski dalam kondisi cahaya ekstrem. Hasilnya, visual tidak terlihat “tercuci” (washed out) saat digunakan di luar ruangan pada siang hari.
Akurasi Warna dan Pengalaman Sinematik
Dalam pengujian laboratorium kami, review layar Samsung Galaxy A57 mengungkap cakupan warna yang mencapai 100% DCI-P3. Artinya, reproduksi warna sangat akurat dan kaya, sangat ideal bagi pengguna yang gemar melakukan editing foto ringan di ponsel atau menonton konten HDR10+.
Bezel yang lebih tipis dan simetris di keempat sisi memberikan rasio screen-to-body yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, memberikan kesan premium yang selama ini hanya ditemukan pada perangkat di atas 10 juta Rupiah. Samsung juga tetap mempertahankan fitur Eye Comfort Shield yang berbasis AI untuk mengurangi emisi cahaya biru tanpa merusak akurasi warna secara drastis.
Ketahanan dan Fitur Keamanan
Dari sisi durabilitas, layar Galaxy A57 kini dilindungi oleh Gorilla Glass Victus 2. Ini merupakan peningkatan signifikan yang memberikan ketahanan lebih baik terhadap goresan dan benturan minor. Di balik layar tersebut, tersemat pemindai sidik jari optik yang kini memiliki area deteksi 15% lebih luas, meningkatkan kecepatan respons pembukaan kunci perangkat.
Satu detail kecil namun penting adalah penggunaan frekuensi PWM Dimming yang lebih tinggi. Hal ini sangat krusial bagi pengguna yang sensitif terhadap flicker (kedipan layar) saat menggunakan ponsel dalam kondisi ruangan gelap, sehingga mata tidak cepat lelah.
Raja Baru di Kelas Menengah?
Melalui Samsung Galaxy A57, Samsung tampaknya tidak ingin berkompromi soal aspek visual. Meskipun persaingan di kelas menengah semakin ketat dengan masuknya berbagai brand yang menawarkan spesifikasi tinggi, optimasi perangkat lunak One UI 8.0 dalam mengelola refresh rate dan reproduksi warna membuat layar perangkat ini sulit dikalahkan.
Bagi konsumen yang memprioritaskan konsumsi konten multimedia, gaming, dan penggunaan luar ruangan, Samsung Galaxy A57 menawarkan paket layar yang hampir sempurna tanpa harus membayar harga flagship.
