Taylor Swift kembali menghentak jagat industri musik dan sinematografi dengan merilis video musik terbaru berjudul “Opalite” pada Februari 2026. Sebagai single ketiga dari album suksesnya, The Life of a Showgirl, video ini tidak hanya menawarkan estetika visual yang memukau tetapi juga strategi rilis unik yang memicu perdebatan di kalangan penggemar dan kritikus musik global.
Kejutan di Super Bowl Sunday
Video musik “Opalite” resmi menyentuh platform YouTube pada Minggu, 8 Februari 2026, bertepatan dengan perhelatan Super Bowl. Sebelumnya, Swift mengambil langkah berani dengan memberikan akses eksklusif selama dua hari bagi pelanggan Spotify Premium dan Apple Music. Disutradarai langsung oleh Swift dengan sinematografi dari pemenang penghargaan Rodrigo Prieto, video ini mengusung tema komedi romantis (rom-com) ala dekade 90-an yang jenaka, lengkap dengan deretan cameo papan atas.
Kisah Cinta “Pet Rock” dan Kaktus
Secara naratif, “Opalite” menampilkan Swift sebagai perempuan kesepian di era pra-internet yang memiliki hubungan emosional dengan sebuah batu peliharaan (pet rock). Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kikuk yang diperankan oleh aktor Domhnall Gleeson, yang memiliki keterikatan serupa dengan sebuah kaktus.
Keduanya disatukan oleh sebuah produk fiktif bernama “Opalite”—semprotan ajaib yang dalam iklan televisinya (diperankan oleh Cillian Murphy) menjanjikan transformasi masalah menjadi surga. Visual video ini dipenuhi dengan estetika grunge, penggunaan friendship bracelets, hingga referensi ke budaya mal yang kental, membawa penonton kembali ke masa sebelum media sosial mendominasi koneksi manusia.
Deretan Cameo dan Inspirasi Graham Norton
Keunikan “Opalite” terletak pada jajaran pemerannya. Selain Gleeson dan Murphy, video ini menampilkan Greta Lee, Jodie Turner-Smith, dan musisi Lewis Capaldi. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan; Swift mengungkapkan bahwa ide video ini lahir secara spontan saat mereka semua menjadi tamu di acara The Graham Norton Show pada akhir 2025. Sang pembawa acara, Graham Norton, bahkan tampil sebagai penjual “Nope-alite” dalam salah satu segmen parodi iklan di dalam video tersebut.
Mengapa “Opalite”?
Bagi para Swifties (sebutan penggemar Taylor Swift), judul lagu ini menyimpan makna mendalam. Berbeda dengan batu opal asli, opalite adalah kaca opalesen buatan manusia. Secara semantik, ini merepresentasikan tema lagu tentang “menciptakan kebahagiaan sendiri” alih-alih menunggunya datang secara alami.
Banyak teori penggemar juga mengaitkan penggunaan batu ini dengan Travis Kelce, mengingat opal adalah batu kelahiran sang atlet NFL tersebut. Selain itu, terdapat penghormatan visual yang jelas terhadap George Michael, dengan referensi eksplisit ke era “Father Figure” yang terlihat melalui poster-poster di latar belakang video.
Dampak Industri dan Rekor Streaming
Langkah Swift meluncurkan video ini di platform berbayar terlebih dahulu terbukti efektif. Spotify melaporkan bahwa “Opalite” memecahkan rekor sebagai video musik yang paling banyak ditonton dalam 24 jam pertama di platform tersebut. Strategi ini dianggap sebagai respons terhadap perubahan kebijakan Billboard yang kini lebih memprioritaskan data dari layanan berlangganan dibandingkan platform gratis seperti YouTube.
Hingga berita ini diturunkan, video musik “Opalite” telah mengumpulkan jutaan penayangan di YouTube dan menjadi tren nomor satu di berbagai negara, membuktikan bahwa kemampuan bercerita Taylor Swift tetap menjadi kekuatan dominan di industri hiburan tahun 2026.
