Peserta The Icon Indonesia SCTV Ditantang Nyanyi Dangdut, Ini Kontestan yang Bikin Juri Terkesima

Falah Malaika Az Zahra
Falah Malaika Az Zahra
Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga...

Kompetisi menyanyi The Icon Indonesia yang ditayangkan SCTV semakin seru saat memasuki babak Top 9 Final pada Senin (8/6/2026). Tema malam itu adalah “Local Pride”, sebuah tantangan yang mewajibkan sembilan kontestan untuk tampil dengan lagu-lagu dangdut. Kehadiran Dewi Perssik sebagai special judge bersama jajaran juri tetap Ahmad Dhani, Titi Dj, Andien, dan Afgan menambah warna penilaian yang tajam dan penuh semangat.

Penampilan Silvia Buka Malam dengan Sentuhan Sunda

Giliran pertama diisi oleh Silvia asal Bandung yang membawakan lagu “Pacar Lima Langkah”. Ia tampil energik dan langsung mendapatkan standing ovation dari Andien. Andien memuji kemampuan Silvia menggabungkan cengkok dangdut dengan ornamen musik Sunda yang khas. “Kamu memberikan banyak kejutan di penampilan kamu, mulai dari cengkok dangdutnya dan juga kamu gabungkan dengan ornamen-ornamen Sunda tadi. Menurut saya, kamu berhasil malam hari ini,” ujar Andien. Penampilan Silvia menjadi pembuka yang kuat untuk malam bertema dangdut.

Vedra Hadirkan Aransemen Unik Lagu “Egois”

Vedra dari Batam naik panggung dengan lagu “Egois” milik Lesti Kejora. Ia berhasil membuat empat juri berdiri dan memberikan tepuk tangan. Afgan mengaku terpukau melihat Vedra yang tidak sekadar menyanyikan lagu itu dengan gaya pop, tapi justru mengejutkan dengan memasukkan bagian dangdut di tengah lagu, lalu kembali ke pop, dan ditutup dengan dangdut lagi. “Kamu cemerlang sih Vedra,” puji Afgan. Dewi Perssik pun menambahkan bahwa Vedra adalah penyanyi yang mampu membawakan berbagai genre dengan sangat baik, menunjukkan fleksibilitas suaranya sebagai aset berharga di kompetisi ini.

Felicia Bikin Juri Bergoyang dengan Lagu King Nassar

Felicia dari Tangerang menjadi salah satu penampil yang paling dinanti. Ia memilih lagu legendaris “Seperti Mati Lampu” milik King Nassar dan membawakannya dengan gaya modern yang effortless. Kelima juri langsung bergoyang dan memberikan standing ovation. Andien menyebut penampilan itu sebagai bentuk dangdut modern yang sangat khas Felicia, sementara Afgan mengaku bangga karena setiap pekan Felicia tidak pernah gagal menampilkan yang terbaik. Penampilannya seolah membuktikan bahwa dangdut bisa tampil segar tanpa kehilangan rohnya.

Queen dan Sheera Curi Perhatian dengan Nyali Besar

Queen dari Ambon sukses menyanyikan “Jangan Tunggu Lama-Lama” dan membuat Ahmad Dhani terkesan. Sang produser bahkan menyatakan ingin memproduseri Queen, karena baru pertama kali mendengar penyanyi Ambon menyanyikan dangdut. Sementara itu, Sheera dari Bali tampil membawakan “Hikayat Cinta” tepat di depan Dewi Perssik sebagai penyanyi aslinya. Sheera mendapatkan empat standing ovation dan pujian karena mampu menyanyi sambil menari dengan pernapasan yang tetap stabil. Dewi Perssik pun memberikan dukungan penuh untuk Sheera.

Keberanian para finalis The Icon Indonesia menghadapi tantangan dangdut di malam Local Pride bukan sekadar hiburan, melainkan juga bukti bahwa genre musik lokal memiliki daya tarik universal. Momen-momen seperti ini memperkaya perjalanan kompetisi sekaligus mengajak penonton untuk lebih mengapresiasi keberagaman musik Indonesia. Dengan penampilan yang terus mengejutkan, persaingan menuju tangga juara dipastikan semakin ketat dan penuh warna.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *