Film Kesayangan: Mengapa Kita Sering Menonton Ulang?

goodside
4 Min Read


Banyak dari kita pernah menonton film yang sama berkali-kali, meskipun sudah tahu alur dan akhir ceritanya. Pertanyaannya adalah, mengapa kita sering melakukan hal itu? Apa alasan di balik kebiasaan menonton ulang film yang sama?

Dalam beberapa tahun terakhir, layanan streaming menunjukkan adanya peningkatan besar dalam kebiasaan menonton ulang film maupun serial lama. Di tengah tekanan dari sekolah, pekerjaan, dan ritme hidup yang makin cepat, banyak orang justru memilih kembali pada cerita yang sudah mereka kenal luar-dalam. Lalu, apa yang membuat kita terus tertarik menonton ulang film yang alurnya sudah kita hafal? Dan kenapa film lama sering terasa lebih nyaman daripada mencoba film baru yang akhir ceritanya belum kita tahu?

Mekanisme Koping

Mekanisme koping adalah cara seseorang untuk menghadapi dan mengelola situasi yang membuatnya stres atau tertekan. Dengan melakukan mekanisme koping, perasaan tidak nyaman ini diharapkan dapat segera reda dan dapat menjaga keseimbangan emosional seseorang. Nah, dengan menonton ulang film lama, ternyata bisa menjadi salah satu cara seseorang melakukan mekanisme koping. Ada beberapa alasan mengapa dengan menonton ulang film lama bisa menjadi cara seseorang untuk mengatasi stres.

1. Kenyamanan dan Familiaritas

Ketika hidup terasa tidak selalu menyenangkan, film favorit memberi kita ruang kecil yang terasa aman dan bisa ditebak. Kita sudah hafal alurnya, tahu adegannya, dan bahkan bisa menebak emosi apa yang akan muncul saat menontonnya. Justru karena itu, tidak ada lagi rasa gelisah atau penasaran berlebihan seperti saat menonton film baru. Semua sudah familiar, dan familiaritas itu menghadirkan ketenangan. Ada rasa nyaman ketika kita tidak perlu bersiap menghadapi plot twist atau konflik yang tiba-tiba. Kita tahu kapan harus tertawa, kapan harus merasa hangat, dan kapan adegan menyentuh akan muncul. Dengan begitu, emosi kita terasa lebih mudah diatur.

2. Nostalgia dan Ikatan Emosional

Nostalgia sering digambarkan sebagai rasa rindu akan masa lalu, terutama pada momen-momen yang membuat kita merasa hangat dan aman. Saat menonton ulang film, perasaan itu bisa muncul kembali karena film tersebut pernah kita tonton di masa ketika hidup terasa lebih ringan atau ketika kita sedang berada dalam suasana hati yang baik. Begitu kita memutar film yang sama, ingatan tentang kebahagiaan itu ikut kembali terbawa, seolah kita mengulang bagian kecil dari masa lalu yang menyenangkan. Itulah mengapa banyak orang merasa comfort movie atau film favorit menjadi pelarian yang efektif ketika hari-hari terasa berat, mereka memberikan pintu kembali ke memori yang menenangkan. Setiap film yang kita sukai biasanya menyimpan adegan yang membekas, ketika kita menonton ulang, kita tidak hanya melihat cerita yang sama, tetapi juga menghidupkan kembali emosi yang pernah kita rasakan. Nostalgia seperti ini bisa menjadi bentuk self-soothing karena memberikan kenyamanan emosional tanpa harus melakukan banyak usaha.

3. Sebagai Mekanisme Koping

Menonton ulang comfort movie bukan hanya soal kebiasaan iseng atau rasa bosan, tetapi bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Film yang sudah familiar memberi ruang aman bagi otak untuk beristirahat. Kita tidak perlu menguras energi untuk mengikuti alur baru, menebak karakter, atau memproses informasi rumit, semua sudah dikenali sejak awal. Karena itu, beban pikiran terasa lebih ringan dan tubuh ikut lebih rileks. Film favorit juga membantu menenangkan kecemasan, terutama bagi mereka yang sering merasa kewalahan. Saat menonton ulang, otak sudah tahu apa yang akan terjadi sehingga emosi terasa lebih stabil dan mudah dikontrol. Bagi banyak orang, terutama mahasiswa atau pekerja muda yang sedang stres, menonton kembali comfort movie menjadi cara cepat untuk me-recharge diri dan mendapatkan kembali rasa kendali atas hidup yang sedang kacau.

Share This Article
Leave a Comment