Resital Jalin Nada Nusantara yang digelar di mini concert Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta pada Kamis (20/11/2025) lalu menjadi momen istimewa yang menggabungkan berbagai alat musik tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Dentang gamelan, suara talempong, dan ritme angklung saling bersatu dalam harmoni yang hangat, menciptakan suasana yang penuh makna dan keakraban.
Pertunjukan ini menjadi penutup dari rangkaian kolaborasi antara Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta. Acara ini menampilkan karya-karya hasil lokakarya musik tradisi Nusantara dalam format sederhana, namun sarat makna. Seluruh peserta workshop tampil bersama instruktur dan pemateri, dengan setiap kelompok mempersembahkan komposisi kolaboratif sebagai hasil eksplorasi, dialog, dan perjumpaan musikal yang terjadi selama kegiatan Jalin Nada Nusantara 2025.
Beragam latar belakang daerah peserta memberikan warna tersendiri dalam setiap sajian. Suasana keakraban terasa kuat sepanjang acara. Selain pertunjukan, resital juga diisi dengan penyampaian kesan, masukan, dan saran dari peserta serta pemateri terkait tindak lanjut kegiatan. Momen ini menjadi ruang refleksi atas proses kreatif yang telah dilalui, sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku musik tradisi.
Ketua Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Citra Aryandari, menyatakan bahwa Jalin Nada Nusantara Selendang Sutera 2025 mampu mempertemukan mahasiswa di DIY yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Menurutnya, mahasiswa bisa saling belajar, bertukar pengalaman, dan mengenal kekayaan musik daerah lain. Hal ini penting untuk membentuk cara pandang yang lebih luas terhadap musik tradisi.
Sebelum resital, peserta mengikuti workshop dan lokakarya instrumen tradisi Nusantara, mulai dari Gamelan Jawa-Yogyakarta, Angklung Sunda, Gamelan Banyumas, hingga Talempong dari Sumatera Barat. Peserta tidak hanya mempelajari teknik permainan, tetapi juga memahami karakter serta filosofi musikal dari masing-masing tradisi.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi Dialog Budaya bertema “Pelestarian Musik Tradisi Nusantara” yang membahas tantangan dan peluang musik lokal di tengah perkembangan zaman. Dari dialog tersebut, peserta memperoleh peningkatan pengetahuan, tumbuhnya kesadaran pelestarian, hingga terbentuknya kolaborasi musikal lintas daerah.
Resital show case kemudian menjadi wadah untuk menampilkan capaian proses tersebut. Berbagai komposisi pendek hasil kolaborasi lintas instrumen dan lintas budaya dipentaskan dalam satu panggung, mencerminkan semangat Jalin Nada Nusantara sebagai upaya merajut keberagaman melalui harmoni bunyi.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan DIY berharap jejaring antara praktisi, akademisi, dan komunitas seni terus terbangun. Musik tradisi diposisikan tidak hanya sebagai warisan, tetapi sebagai ekspresi hidup kebangsaan yang relevan, inklusif, dan dekat dengan generasi muda.
Kolaborasi dan Pendidikan Musik Tradisional
Kegiatan Jalin Nada Nusantara 2025 menawarkan banyak manfaat bagi peserta. Melalui workshop dan lokakarya, peserta diberi kesempatan untuk mempelajari berbagai alat musik tradisional dari berbagai daerah. Proses pembelajaran ini tidak hanya fokus pada teknik permainan, tetapi juga pada pemahaman mendalam tentang karakter dan filosofi musikal dari masing-masing tradisi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang dialog budaya yang membahas isu-isu penting terkait pelestarian musik tradisi. Peserta diberi wadah untuk berdiskusi dan saling berbagi pengalaman, sehingga tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kekayaan budaya Nusantara.
Dalam acara ini, peserta juga diberi kesempatan untuk menampilkan karya mereka dalam bentuk pertunjukan. Setiap kelompok menampilkan komposisi kolaboratif yang merupakan hasil eksplorasi dan dialog musikal. Penampilan ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dan saling pengertian dalam menciptakan karya yang bernilai tinggi.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jaringan antara praktisi, akademisi, dan komunitas seni. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pengembangan musik tradisi di masa depan.
Harapan dan Tindak Lanjut
Dinas Kebudayaan DIY memiliki harapan besar terhadap kegiatan seperti Jalin Nada Nusantara. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal dari inisiatif-inisiatif serupa di masa depan, yang mampu memperkuat hubungan antar daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya.
Musik tradisi tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan musik tradisi dapat tetap relevan dan diminati oleh generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengeksplorasi potensi baru dalam musik tradisi. Dengan menggabungkan berbagai elemen dari berbagai daerah, diharapkan dapat lahir karya-karya yang unik dan kaya akan makna.
