Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

News

Penjaga Tradisi Musik Wayang Sasak di Tengah Arus Industri

By Falah Malaika Az Zahra
14 Desember 2025 4 Min Read
0
Updated on 17 Desember 2025

Kegelisahan inilah yang menggerakkan Amru meneliti nada musik Wayang Sasak agar dapat diwariskan lintas generasi. Di ruang Sanggar Tari di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (13/12/2025), suara suling nyaring mendengung memenuhi ruangan. Alunannya mengalir lantang, seolah memanggil ingatan pada akar tradisi yang perlahan tergerus zaman.

Dengan jari tangannya keriput berurat, Amaq Su dengan lincah memainkan suling wayang Sasak yang panjangnya sekitar 70 sentimeter. Ia mengiringi tembang dari Dalang Wayang Sasak, Safwan, dalam acara Sangkep bertajuk “Memetakan Nada Nada Musik Wayang Sasak dengan Sistem Pelarasan Microtones”. Amaq Su merupakan salah satu sekehe (personel) pemain musik Wayang Sasak Lombok yang telah sepuh dan puluhan tahun setia berada di balik layar pertunjukan.

Siang itu terasa berbeda bagi Amaq Su. Ia tampak sedikit kaku saat mencoba memadukan suara suling tradisionalnya dengan petikan gitar modern yang dimainkan Adya Amru Hidayat, peneliti musik yang tengah mempresentasikan risetnya. Perpaduan bunyi antara suling Wayang Sasak dan gitar modern itu sempat terdengar asing di awal. Namun perlahan, keduanya menemukan jalan yang selaras, seolah saling mencari dan akhirnya bertemu.

“Pengalaman yang berbeda main suling Wayang Sasak dengan dijelaskan tangga nada,” ujar Amaq Su, mengenakan capuk, ikat kepala khas Lombok. Selama ini, pria paruh baya itu mengaku bermain musik hanya mengandalkan rasa dan pendengaran, mengikuti isyarat dari pemain lain tanpa pernah mengenal sistem nada secara tertulis.

“Biasanya cuma dengar, lalu mengisi (filling). Semoga dengan ada anak-anak yang belajar musik ini, musik Wayang Sasak bisa lebih cepat dipahami,” katanya penuh harap.

Generasi Musik Tradisional Kian Berkurang

Generasi pemain instrumen Wayang Sasak kian menyusut. Selain sulitnya mencari nada yang baku, musik Wayang Sasak hingga kini belum memiliki pakem tertulis yang bisa dipelajari secara bersama. Di sisi lain, generasi muda terus disuguhi musik industri modern yang semakin menjauhkan mereka dari tradisi.

Kegelisahan inilah yang menggerakkan Amru meneliti nada musik Wayang Sasak agar dapat diwariskan lintas generasi. “Anak-anak muda sekarang itu sudah terdistorsi sama alat musik barat,” ujarnya. Ia khawatir, sebelum pengetahuan itu sempat diwariskan, para maestro tradisi lebih dulu pergi.

“Kita enggak punya jejak. Takutnya 30 tahun ke depan, saya cuma bisa cerita ke anak-cucu kalau dulu ada musik ini, tapi tidak bisa disuarakan lagi. Rasa-rasa itu, tradisi lisan itu, hilang,” katanya.

Dalam presentasinya, Amru memaparkan microtones dalam meneliti musik Wayang Sasak. Microtones merupakan nada-nada yang berada di antara nada-nada standar dengan interval yang lebih kecil dari semitone (setengah nada). Musik mikrotonal biasanya menciptakan warna musik dan ekspresi yang berbeda, umumnya dalam musik seperti gamelan Jawa atau musik India.

Amru juga memaparkan pitch atau tinggi-rendah nada musik Wayang Sasak secara hitungan akademis di hadapan para musisi tradisional dan modern. “Lebih pada Pitch-nya tapi di sini tidak saklek. Bukan berarti pemain harus persis di satu titik nada,” jelasnya. Ia menyebut pendekatan ini ibarat membuat “penggaris” agar musisi memiliki acuan dalam memainkan jarak nada (interval).

Upaya Pembenahan dan Kolaborasi

Kepala Sekolah, Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS), Safwan, mengapresiasi langkah Amru yang meneliti musik Wayang Sasak agar dapat dibukukan dan menjadi referensi bagi generasi mendatang. “Ini masih berproses, belum tuntas. Kita belum mengambil kesimpulan. Semoga tangga nada yang dijelaskan tadi bisa menjadi acuan bersama memainkan musik Sasak,” kata Safwan.

Ia mengakui, selama ini pemain musik Wayang Sasak belajar secara turun-temurun di sanggar tanpa buku panduan baku. “Belum ada. Masih kita tanamkan kepada mereka yang bertalenta saja,” ujarnya. Safwan menilai riset Amru sebagai langkah awal untuk membumikan Wayang Sasak. Meski penelitian baru mengambil sampel nada dari instrumen suling, ia menegaskan Wayang Sasak memiliki perangkat musik yang jauh lebih kompleks.

Instrumen pada musik Wayang Sasak meliputi gong, gendang, lanang, wadon, knot, kajar, dan rincik. Semua instrumen harus dicari tangga nadanya agar dapat menampilkan orkestra yang baik. Ia juga mencatat perkembangan seni Wayang Sasak masih berjalan stagnan. Pada 2022, jumlah dalang Wayang Sasak di Pulau Lombok tercatat 46 orang, namun hanya belasan yang masih aktif.

Pendiri SPWS, Fitri Rachmawati, mengungkapkan riset Amru sejatinya telah berjalan selama lima tahun dan semakin intens dua tahun terakhir melalui kerja kolaboratif bersama SPWS. Salah satunya dalam pertunjukan teater kolaborasi Wayang Sasak berjudul “Pertale Gumi atau Bumi Dalam Lipatan”. “Dari sana Amru menyampaikan kegelisahannya, ingin menemukan nada-nada musik Wayang Sasak dalam hitungan yang pasti, dengan ilmu fisika dan matematika yang ia kuasai,” ujar Fitri.

Menurutnya, upaya Amru merupakan langkah maju untuk menegaskan bahwa musik Wayang Sasak adalah musik otentik milik masyarakat Sasak Lombok. “Bukan milik Bali, bukan juga Jawa,” tegasnya. SPWS, kata Fitri, memfasilitasi diskusi dan presentasi awal riset Amru secara swadaya. Hasil penelitian itu dinilai penting untuk memperkuat Wayang Sasak sebagai Warisan Budaya Takbenda yang memiliki warna musik khas, berbeda dari Wayang Bali maupun Wayang Jawa.

“Selain itu, Amru adalah bagian dari SPWS, dan yang paling membanggakan, dia putra asli Sasak,” katanya.

Langkah Pemerintah Daerah

Di tengah upaya pelestarian yang digerakkan dari akar rumput, angin segar juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan kebudayaan dengan membentuk Dinas Kebudayaan tersendiri pada 2026. “Salah satunya, tahun depan mulai Januari akan ada Dinas Kebudayaan secara terpisah, khusus memikirkan dan mengembangkan kebudayaan yang beraneka ragam,” kata Iqbal, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, pembentukan dinas ini menjadi wujud pengarusutamaan budaya dalam kebijakan pemerintah daerah. “Budaya bukan hanya dalam arti tradisi, tetapi budaya tidak bisa dipisahkan dari semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.

Di ruang sanggar itu, diskusi ditutup dengan denting suling Amaq Su yang berpadu dengan petikan gitar Amru seakan menjadi simbol kecil dari harapan besar bahwa musik Wayang Sasak tak sekadar bertahan, tetapi menemukan kembali jalannya di tengah kemajuan musik digital modern.

Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Jadwal Tayang Avatar: Api dan Abu, Film Lebih Panjang dari Sebelumnya

Attachment for Disbud DIY menyatukan nusantara melalui pertunjukan musik tradisi
Next

Disbud DIY menyatukan nusantara melalui pertunjukan musik tradisi

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 31687625
      Kerusuhan Belfast: Polisi Gunakan Water Cannon untuk Redam Massa
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      22 Juni 2026
    • pexels photo 15621855
      Pamer Baby Bump, Anne Hathaway Umumkan Hamil Anak Ketiga
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      22 Juni 2026
    • pexels photo 35723113
      Portugal Bisa Raup Rp19 T dari Piala Dunia 2026 Meski Bukan Tuan Rumah
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      22 Juni 2026
    • pexels photo 30855412
      Bertahun-tahun AS Blokir Ekspor Chip, China Malah Berterima Kasih
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      22 Juni 2026
    • pexels photo 218686
      Cara Dapat Spotify Premium Gratis 3 Bulan dari Langganan Shopee VIP
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      22 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 31687625
    Trending

    Kerusuhan Belfast: Polisi Gunakan Water Cannon untuk Redam Massa

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    22 Juni 2026
    pexels photo 15621855
    Public Figure Trending

    Pamer Baby Bump, Anne Hathaway Umumkan Hamil Anak Ketiga

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    22 Juni 2026
    pexels photo 35723113
    Sains Trending

    Portugal Bisa Raup Rp19 T dari Piala Dunia 2026 Meski Bukan Tuan Rumah

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    22 Juni 2026
    pexels photo 30855412
    Gadget News Public Figure

    Bertahun-tahun AS Blokir Ekspor Chip, China Malah Berterima Kasih

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    22 Juni 2026
    pexels photo 218686
    Gadget Music Trending

    Cara Dapat Spotify Premium Gratis 3 Bulan dari Langganan Shopee VIP

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    22 Juni 2026
    pexels photo 37957989
    Trending

    Hasil Inggris vs Kosta Rika: Anthony Gordon Gemilang, Three Lions Menang 3-0

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    21 Juni 2026
    pexels photo 32290789
    News Public Figure

    Ratu Sofya Bantah Tak Sayang Ortu, Klaim Jadi Tulang Punggung Sejak 13 Tahun

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    21 Juni 2026
    pexels photo 26742834
    Public Figure Trending

    Eks ART Bantah Langgar Privasi Anak Erin dan Andre Taulany

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    21 Juni 2026
    pexels photo 8386358
    Sains Trending

    Perusahaan Jor-joran Investasi AI, Karyawan Malah Dipangkas

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    21 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.