Sinopsis Film Penunggu Rumah: Buto Ijo — Teror Perjanjian Gelap dan Bangkitnya Legenda Rakyat

goodside
4 Min Read

Industri perfilman horor Indonesia kembali mengangkat legenda urban yang mencekam melalui film terbaru berjudul Penunggu Rumah: Buto Ijo. Film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang menggabungkan elemen jumpscare modern dengan kedalaman mitologi nusantara yang telah lama menjadi momok bagi masyarakat, khususnya di tanah Jawa.

Premis Utama: Utang Darah yang Menagih Janji

Penunggu Rumah: Buto Ijo mengisahkan tentang sebuah keluarga kecil yang baru saja pindah ke sebuah rumah tua di pinggiran kota untuk memulai hidup baru. Ali (diperankan oleh aktor papan atas) dan Maya, istrinya, tidak menyadari bahwa rumah warisan kakek Ali tersebut menyimpan rahasia kelam terkait praktik pesugihan di masa lalu.

Konflik memuncak ketika anak semata wayang mereka mulai melihat sosok raksasa hijau yang haus akan tumbal. Ternyata, kebahagiaan yang mereka nikmati saat ini adalah hasil dari sebuah janji yang belum terbayar oleh leluhur mereka kepada sosok entitas mistis: Buto Ijo.

Alur Cerita: Dari Misteri Menuju Teror Fisik

Dalam sinopsis film Penunggu Rumah: Buto Ijo, diceritakan bahwa gangguan dimulai dari hal-hal kecil seperti aroma busuk yang menyeruak di tengah malam dan suara langkah berat di atap rumah. Namun, suasana berubah menjadi mencekam ketika satu per satu asisten rumah tangga mereka menghilang secara misterius.

Ali kemudian menemukan sebuah ruang rahasia di bawah tanah yang berisi prasasti dan sesaji kuno. Melalui bantuan seorang ahli spiritual, terungkap bahwa rumah tersebut berdiri di atas “jalur singgah” sang Buto Ijo. Sosok ini bukanlah sekadar hantu biasa, melainkan entitas pemangsa yang menuntut nyawa setiap keturunan pertama dari keluarga tersebut sebagai pemenuhan janji pesugihan ngipri.

Ketegangan mencapai titik didih saat gerhana bulan tiba, waktu di mana kekuatan Buto Ijo mencapai puncaknya. Ali dan Maya harus berpacu dengan waktu untuk memutus rantai kutukan tersebut sebelum sang raksasa mengambil apa yang menjadi haknya.

Mengangkat Folk-Horror ke Level Baru

Sutradara film ini mencoba membawa pendekatan berbeda dalam menggambarkan Buto Ijo. Jika selama ini Buto Ijo sering digambarkan secara karikatur dalam dongeng, di film ini ia dipresentasikan dengan teknologi CGI yang realistis namun tetap mempertahankan kesan tradisional yang menyeramkan. Penggunaan sinematografi dengan tone warna hijau gelap dan pencahayaan minim berhasil membangun atmosfer claustrophobic bagi penonton.

Selain aspek visual, kekuatan film ini terletak pada narasinya yang menyentuh sisi kemanusiaan—tentang bagaimana ambisi masa lalu orang tua dapat menghancurkan masa depan anak cucu. Ini menjadikannya lebih dari sekadar film horor biasa, melainkan sebuah refleksi sosial tentang konsekuensi instan yang kerap dicari melalui jalan pintas spiritual.

Informasi Produksi dan Jadwal Tayang

Diproduksi oleh studio ternama yang sukses dengan deretan film horor box office, Penunggu Rumah: Buto Ijo juga didukung oleh jajaran aktor watak yang memberikan performa emosional yang kuat. Penataan suara (sound design) dalam film ini juga dirancang secara detail untuk memberikan efek ngeri yang mendalam, bahkan dalam adegan tanpa dialog sekalipun.

Bagi Anda pencinta genre horor yang ingin menguji nyali dengan legenda lokal, film ini menjadi tontonan wajib di awal tahun ini. Dengan durasi sekitar 105 menit, penonton akan diajak menyelami kegelapan kontrak mistis yang sulit diputus.

Sinopsis film Penunggu Rumah: Buto Ijo ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi calon penonton mengenai betapa berbahayanya “bermain-main” dengan kekuatan yang tidak dipahami manusia. Pastikan Anda menontonnya di bioskop untuk mendapatkan pengalaman audio-visual yang maksimal.

Share This Article
Leave a Comment