Kesuksesan film Panggilan Dari Kubur di Netflix tidak terlepas dari performa memukau jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia yang menghidupkan suasana mencekam. Mengusung tema duka yang mendalam dan teror supranatural, pemilihan pemeran menjadi kunci utama dalam menyampaikan emosi kepada penonton. Berikut adalah daftar pemain dan profil karakter lengkap yang perlu Anda ketahui sebelum menyaksikan kisah horor keluarga ini.
Jajaran Pemeran Utama yang Ikonik
Film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo ini menampilkan kembalinya “Ratu Film Indonesia”, Nirina Zubir, ke genre horor. Kehadirannya memberikan bobot emosional yang kuat pada narasi yang berfokus pada trauma kehilangan.
| Nama Aktor | Peran | Deskripsi Karakter |
| Nirina Zubir | Alya | Seorang ibu yang berduka hebat setelah kehilangan putrinya. |
| Nugie | Raka | Suami Alya yang mencoba menjadi penopang keluarga di tengah teror. |
| Firzanah Alya | Yasmin | Putri Alya yang bangkit dari kubur sebagai entitas mengerikan. |
| Muthia Datau | Bu Dewi | Ibu dari Alya yang menyimpan rahasia tentang tanah kutukan. |
| Septian Dwi Cahyo | Basri | Penduduk desa yang memahami misteri di balik makam keramat. |
Profil Mendalam Karakter Utama
1. Nirina Zubir sebagai Alya
Sebagai pemegang dua Piala Citra, Nirina Zubir membuktikan kelasnya lewat peran Alya. Karakter ini digambarkan sebagai sosok ibu yang belum bisa merelakan kematian Yasmin, putri tercintanya. Keengganannya untuk melepaskan duka inilah yang menjadi pintu masuk bagi kekuatan gelap. Nirina berhasil mengeksplorasi spektrum emosi dari depresi hingga ketakutan yang histeris secara natural.
2. Nugie sebagai Raka
Nugie memberikan keseimbangan lewat karakter Raka. Sebagai suami, ia berada di posisi sulit: harus rasional menghadapi kejadian aneh sembari melindungi mental istrinya yang tidak stabil. Akting Nugie memberikan nuansa horor domestik yang sangat dekat dengan realita kehidupan keluarga.
3. Firzanah Alya sebagai Yasmin
Aktris cilik Firzanah Alya menjadi pusat teror dalam film ini. Yasmin bukan hanya digambarkan sebagai “hantu” biasa, melainkan manifestasi dari kerinduan yang salah arah. Performa Firzanah yang bertransformasi dari anak manis menjadi sosok menakutkan mendapatkan banyak pujian dari kritikus film karena mampu memberikan aura dingin yang konsisten.
Pendukung yang Memperkuat Atmosfer
Kehadiran aktor senior seperti Muthia Datau sebagai Bu Dewi memberikan dimensi tradisi dalam film ini. Karakternya adalah jembatan antara masa kini dan mitos masa lalu desa tersebut. Sementara itu, Septian Dwi Cahyo yang berperan sebagai Basri memberikan elemen eksposisi yang penting bagi penonton untuk memahami aturan main dari “kutukan” yang ada di lahan tersebut.
Konteks Produksi dan Semantik Visual
Secara teknis, pemilihan daftar pemain dan profil karakter ini dilakukan untuk mendukung genre-bending antara horor dan drama keluarga. Dengan latar belakang aktor yang kuat di bidang drama (seperti Nirina dan Nugie), film ini berhasil melampaui standar horor jump scare biasa menjadi sebuah karya yang menguras emosi atau emotional horror.
Kehadiran film ini di platform Netflix memungkinkan penonton global untuk melihat kualitas akting aktor Indonesia dalam skenario yang menggabungkan urban legend lokal dengan standar produksi internasional.
