7 Fakta Zhu Bajie (Pat Kai) menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena karakter ini merupakan salah satu tokoh paling kompleks dalam literatur klasik Tiongkok, Journey to the West. Meskipun sering dianggap sebagai beban dalam kelompok perjalanan menuju Barat, karakter yang dikenal dengan nama Ti Bing ini memiliki kedalaman sejarah dan filosofi yang luar biasa. Bagi Anda yang tumbuh besar dengan serial kera sakti, memahami latar belakang sosok babi ini akan memberikan perspektif baru yang lebih kaya.
Zhu Bajie, atau yang lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia dengan sebutan Pat Kai, bukan sekadar karakter komedi. Di balik sifatnya yang rakus dan genit, tersimpan narasi tentang kegagalan, penebusan dosa, dan kemanusiaan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai fakta-fakta unik yang menyelimuti sosoknya.
1. Mantan Panglima Perang Langit yang Disegani
Salah satu dari 7 Fakta Zhu Bajie (Pat Kai) yang paling fundamental adalah status aslinya sebagai Panglima Tian Peng (Tian Peng Yuan Shuai). Sebelum dikutuk ke bumi, ia bukanlah makhluk sembarangan. Ia adalah komandan tertinggi dari 80.000 Tentara Angkatan Laut Langit. Posisi ini menunjukkan bahwa ia memiliki kewibawaan dan kemampuan militer yang sangat tinggi, jauh dari citra malas yang kita lihat selama perjalanannya bersama Biksu Tong.
2. Tragedi Reinkarnasi yang Salah Sasaran
Mengapa ia berwujud babi? Ini adalah bagian dari hukuman yang diterimanya. Setelah melakukan kesalahan di istana langit, ia dihukum untuk bereinkarnasi di dunia manusia. Namun, sebuah kesalahan teknis saat proses kelahiran membuatnya masuk ke dalam rahim seekor babi hutan. Inilah yang menyebabkan ia lahir dengan wajah babi dan tubuh manusia, sebuah kutukan visual yang selamanya mengingatkannya pada dosa masa lalu.
3. Kekuatan 36 Transformasi Bumi
Berbeda dengan Sun Wukong yang menguasai 72 transformasi, dalam daftar 7 Fakta Zhu Bajie (Pat Kai) ini, kita harus mencatat bahwa Pat Kai menguasai 36 Transformasi Surgawi. Meskipun jumlahnya lebih sedikit, beberapa ahli literatur menyebutkan bahwa transformasi milik Pat Kai secara teknis lebih sulit dikuasai dan melibatkan perubahan struktur yang lebih mendalam, meskipun dalam praktiknya Wukong jauh lebih mahir menggunakannya untuk bertarung.
4. Senjata Legendaris: Rake Sembilan Gigi
Banyak orang hanya fokus pada tongkat sakti Sun Wukong, namun senjata Pat Kai yang bernama Jiǔchǐ-dīngpá (Rake Sembilan Gigi) sebenarnya sangat sakti. Senjata ini ditempa oleh Taishang Laojun (salah satu dewa tertinggi) menggunakan besi ilahi. Bahkan diceritakan bahwa senjata ini jauh lebih berat dan sulit dibuat dibandingkan tongkat Ruyi Jingu Bang milik Sun Wukong. Senjata ini melambangkan statusnya sebagai dewa pertanian dan pelindung rezeki.
5. Representasi Nafsu Manusia (Filosofi Karakter)
Secara semantik dan filosofis, keberadaan 7 Fakta Zhu Bajie (Pat Kai) dalam kisah Journey to the West adalah untuk merepresentasikan “Nafsu Dasar” atau Lust. Jika Sun Wukong melambangkan pikiran yang liar (Mind Monkey) dan Biksu Tong melambangkan hati/nurani, maka Pat Kai adalah simbol dari keinginan jasmani manusia seperti rasa lapar, rasa malas, dan gairah seksual. Perjalanannya menuju Barat adalah simbol dari usaha manusia dalam mengendalikan nafsu-nafsu dasar tersebut.
6. Makna di Balik Nama “Bajie”
Nama “Bajie” diberikan oleh Biksu Tong yang memiliki arti “Delapan Pantangan”. Nama ini merupakan pengingat bagi Pat Kai untuk menghindari delapan larangan dalam ajaran Buddha, termasuk dilarang membunuh, mencuri, berzina, dan berbohong. Di Indonesia, nama Pat Kai sendiri berasal dari dialek Hokkian (Ti Pat-kài) yang secara harfiah merujuk pada delapan pantangan tersebut.
7. Jabatan Akhir sebagai Pembersih Altar
Setelah berhasil mencapai Barat dan menyelesaikan tugasnya, berbeda dengan Sun Wukong yang diangkat menjadi Buddha, Zhu Bajie diberikan gelar sebagai “Pembersih Altar” (Jingtan Shizhe). Mengapa? Karena sifat rakusnya belum sepenuhnya hilang. Tugasnya adalah memakan sisa-sisa persembahan di altar para dewa. Meskipun terkesan rendah, posisi ini sebenarnya adalah posisi yang sangat menguntungkan bagi karakter seperti Pat Kai karena ia bisa memuaskan rasa laparnya secara legal dalam tatanan surga.
